ANUGERAH BERGANDENGAN TANGAN DENGAN TANGGUNG JAWAB



Hari Kamis tanggal 20 Juni aku membeli tiga alat tes kehamilan sesuai permintaan istri. Aku membeli langsung tiga alat karena dengar pengalaman teman kantor yang ketika merasa ada tanda-tanda hamil dia membeli tiga alat tes kehamilan, dari yang paling murah hingga yang paling mahal.

Keesokan harinya, ketika masih subuh aku dibangunkan oce dan diperlihatkan bahwa ketiga alat tes itu menunjukkan bahwa dia positif hamil. Wow. Sebuah perasaan yang luar biasa sukacita aku secara pribadi rasakan ketika mendengar itu. Kami langsung berdoa dan benar-benar mengungkapkan rasa syukur kami atas anugerah yang Tuhan berikan. Sebuah pengalaman yang sangat-sangat spesial.

Hari Senin minggu selanjutnya kami ke Hermina Tangerang untuk periksa ke dokter kandungan. Aku dan Oce diantar papa mamaku. Ketika giliran kami, kami masuk ke ruangan pemeriksaan dan dokternya menyambut kami dengan sangat ramah. Dokter Dessy namanya. Kami ditanya daerah asal kami dan nama panggilan kami. Ketika aku mengatakan namaku, dia sedikit berpikir lalu dia bertanya, “godlif kerja di Binus ya?”. Aku jawab dengan nada heran, “iya dok”. Lalu dia menjelaskan bahwa dia ibu dari salah satu murid Binus yang aku sering telepon dan kirim email untuk meminta update alamat email suaminya.

Sebuah peristiwa iman bagiku dan keluargaku. Karena dokter tersebut selain ramah namun dia tidak meminta bayaran untuk ditagih kepadaku. Akhirnya aku hanya membayar biaya obat saja Puji Tuhan.

IMAN ITU SENI
Beberapa waktu terakhir ini aku belajar bahwa Tuhan memberikan berkatnya dengan cara yang berbeda masing-masing orang sehingga aku tidak boleh membandingkan dan aku tidak boleh khawatir karena tidak mendapatkan berkat yang didapat oleh orang lain. Ini adalah salah satu buktinya.

Aku juga belajar tentang iman. Satu kutipan yang  aku dapatkan dari facebook temanku, iman adalah seni untuk bersandar pada sesuatu tanpa dipengaruhi oleh perasaanmu atau situasimu (Faith is the art of holding on to things in spite of your changing moods and circumstantes). Aku dan oce belajar tetap setia berdoa dan minta dukungan doa teman-teman terutama teman-teman pemuda gerejaku yang menerbitkan buletin doa tiap bulan. Pada akhirnya doa kami terjawab. Kami menyadari bahwa dalam masa-masa menantikan anugerah Tuhan tersebut kadang rasa gentar dan khawatir muncul terutama ketika sempat aku datang ke salah satu shinse terkenal untuk mengurut kakiku yang sakit akibat main futsal. Dia mengatakan bahwa aku harus minum obat jika mau cepat mendapatkan anak. Harganya lumayan mahal. Namun setelah diskusi berdua, kami sepakat untuk terus berdoa dan punya harapan daripada membeli obat tersebut. Kami benar-benar belajar beriman.

Cara Tuhan memberkatiku lewat dokter Dessy dan bagaimana doa kami dijawab ternyata terlupakan ketika hari Jumat minggu itu juga aku menerima gaji. Aku berpikir karena aku sudah lembur dari bulan Mei, maka aku akan mendapatkan tambahan uang lembur dan akan kugunakan untuk membelikan beberapa perlengkapan untuk Oce yang sedang hamil. Ternyata TIDAK ADA. Aku bingung. Aku putus asa. Sedih sekali segala rencanaku menjadi berantakan. Aku merasa kecewa dengan Tuhan. Namun aku sangat ditegur karena seharusnya aku ingat pengalaman-pengalaman iman dan cara unik Tuhan memberkatiku sehingga aku tetap beriman Tuhan cukupkan kebutuhan kami. Namun hari itu, aku tidak mengingat semuanya itu. Aku masih berjuang tetap konsisten percaya pada kasih dan penyertaan Tuhan.

ANUGERAH BERGANDENGAN TANGAN DENGAN TANGGUNG JAWAB
Pelajaran berharga terakhir yang kami dapatkan adalah bagaimana sebuah anugerah selalu bergandengan dengan tanggung jawab. Anugerah yang Tuhan berikan kepada kami lewat kehamilan Oce memberikan kepada kami terutama Oce untuk tidak melakukan hal-hal yang biasa dilakukan dan melakukan hal-hal yang biasanya tidak dilakukan. Ini adalah bagian dari tantangan untuk bertanggung jawab.  Oce tidak boleh lagi makan makanan yang mentah seperti lalapan serta makanan yang dibakar seperti ikan bakar, ayam bakar serta sea food. Selain itu, Oce tidak boleh terlalu lelah. Kami juga harus menyediakan makanan ringan untuk menjaga jika Oce rasa lapar sebelum waktunya makan. Aku juga harus siap siaga ketika Oce terbangun dan butuh dipijat karena merasa pegal-pegal. Semakin sering juga aku mengoleskan minyak kayu putih di badannya oce serta aku yang lebih banyak cuci piring.

Semua hal tersebut kami lakukan karena kami sadar bahwa tanpa melakukan hal-hal di atas maka anugerah yang Tuhan berikan itu bisa hilang. Kami melakukan bagian kami dan percaya Tuhan melakukan bagian-Nya untuk menjaga anugerah tersebut untuk kemuliaan-Nya.

Dalam kehidupan lainnya akupun sadar banyak anugerah yang Tuhan berikan dalam hidupku tidak bisa dibiarkan tanpa ada rasa tanggung jawab untuk menjaganya. Contoh sederhana adalah bagaimana aku menjaga sepeda motor yang Tuhan berikan kepadaku. Contoh lain adalah bagaimana anugerah kepercayaan dalam pekerjaan  serta dalam pelayanan aku jaga dengan penuh tanggung jawab, melakukan yang terbaik dan menghindari hal-hal yang bisa berakibat fatal.

Wah, baru 6 minggu Tuhan sudah berikan aku dan Oce banyak pelajaran lewat pengalaman dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kami. Aku sangat antusias melihat apa lagi pelajaran dari Tuhan selanjutnya.

Comments