ANTENA LUAR

Hari Minggu tanggal 20 Juli lalu, aku dibantu oleh Om Paulus untukmemasang antena luar untuk bisa menonton televisi.  Selama ini aku menonton televisi denganmenggunakan antena dalam. Tampilan stasiun televisi dari antena dalam sangat tidakmemuaskan. Ada beberapa yang kabur, ada beberapa yang cukup bersih namun masihtetap ada bintik-bintik,. Ada satu stasiun televisi yang terkenal di Indonesiatidak ada ketika kami cari. Sudah beberapa kali pindah posisi televisi namuntetap tidak ditemukan.

Untuk memasang antena luar sangat berbedadengan memasang antena dalam. Jika antena dalam, sangat gampang. Kita hanyaperlu membeli antena yang sudah pasti dijual dengan kabelnya satu set. Jikamenggunakan antena dalam ada beberapa alat yang harus dibeli. Selain antenanyasendiri yang harganya jauh lebih mahal dari antena dalam, aku juga harus belikabel dengan panjang diukur terlebih dahulu dengan estimasi letak antena danletak televisi. Selain itu aku harus beli tiang untuk memasang antena. Secarakeseluruhan jauh lebih mahal.
Namun, hasilnya juga sangat jauh lebih baik.stasiun televisi yang selama ini tidak ditemukan jika menggunakan antena dalam,langsung ditemukan dan yang paling menggembirakan adalah semua stasiun televisiyang penting termasuk yang selalu menyiarkan siaran sepakbola semua JERNIH. Akusangat senang sekali.

“KABUR”
Aku juga merasakanbanyak sekali perbedaan ketika dari hatiku benar-benar memutuskan untuk maulebih lembut terbuka untuk masuk ke dunia luar. Dunia luar dalam pengalamanpribadiku adalah dunia yang selama ini aku belum berani yaitu pergaulan lebihterbuka dan dalam dengan orang lain. Aku orang yang melankolis. Aku lebih sukatinggal di Rumah daripada jalan-jalan. Aku lebih suka menyendiri daripadangumpul-ngumpul dengan orang. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan bermaingame daripada pergi berpetualang ke suatu tempat nongkrong atau tempat wisata.Aku lebih suka menyimpan kesalahan atau masalah sendiri daripadamenceritakannya ke orang lain. Aku lebih suka menyelesaikan masalah sendiridaripada meminta bantuan orang lain. Aku sangat sensitive sehingga setiapkomentar yang belum tentu serius aku tanggapi serius dan aku pikirkan sendirisehingga aku sangat stress bahkan bisa emosional hingga aku melakukan hal-halgila termasuk pelarian dulu ke seks seperti menonton film porno atau membukasitus-situs porno. Apalagi aku tinggal di Jogja jauh dari orang tua.

Banyak hal yang“kabur” aku rasakan dalam diriku ketika melihat kehidupan orang lain ataumendengar cerita orang dan membandingkannya dengan diriku sendiri. Kesadaranitupun karena aku tidak sengaja terjun ke dunia JOY ketika hendak kuliah diJogja. Karena aku hidup di lingkungan sekolah teologia dan gereja, maka aku mausaja datang ke persekutuan JOY. Dari situ aku merasa aku sudah baik-baik sajaselama ini. Namun, dunia JOY adalah dunia luar. Aku menyadari bahwa akumenggunakan “antena dalam” yang hasilnya tidak memuaskan ketika aku bandingkanketika aku mulai melihat hasil dari menggunakan “antena luar”

Ketika mau keluar darisebuah dunia yang secara tidak sadar aku bentuk dan hidup di dalamnya, maka akusemakin melihat banyak hal dalam diriku secara positif dan negatif dan semakinaku mengenal diriku semakin aku menyadari ada banyak potensi yang bisa akukembangkan namun di satu sisi ada banyak hal yang aku sendiri harus semakinkendalikan dalam diriku dengan bantuan Tuhan agar tidak menjadi hal-hal yangmerugikan diri sendiri maupun orang lain.

ADA HARGA ADA KUALITAS
Butuh perjuangan yangluar biasa dalam hal “harga” memang ketika keluar dari dunia yang hanyamenggunakan “antena dalam”. Namun hasilnya sangat jauh berbeda dan memuaskan.Terbuka dalam hal-hal baru yang positif adalah langkah yang memberi dampak yanglebih besar bagi diri sendiri dan orang lain.

Comments