REFLEKSI CUCI MOTOR : DIA TAHU KEMAMPUANKU DAN AKU JUGA

Hari minggu lalu, setelah habis bermain futsal, aku sempatkan mencuci sendiri motorku sebelum pergi ke gereja untuk kebaktian umum sore hari, Ketika aku mencuci motor, aku belajar satu hal yang memberi peringatan bagiku.

Mencuci motor sendiri dengan mencuci motor di tempat cuci motor ada beberapa perbedaan. Dari sisi positifnya, mencuci motor sendiri biayanya lebih murah daripada mencuci motor di tempat cuci motor. Selain itu kita bisa atur waktu tanpa harus mengantri. Namun, sisi negatifnya adalah kita tidak memiliki alat selengkap atau secanggih di tempat motor yang bisa membuat motorku benar-benar bersih. Ketika mencuci sendiri, ada bagian-bagian yang cukup sulit dijangkau atau tidak bisa benar-benar bersih kecuali alat yang dimiliki tempat cuci motor.

SEORANG DIRI = TIDAK MAKSIMAL
Pada akhirnya aku dingatkan bahwa tidak semua hal bisa aku selesaikan SEORANG DIRI. Ada hal-hal yang membutuhkan bantuan orang lain yang memiliki kompetensi dalam hal tersebut. Dan kadang aku baru menyadarinya ketika mencoba menyelesaikannya sendiri karena menganggap aku BISA dan PUNYA kemampuan untuk menyelesaikannya. Memang kelihatannya selesai namun TIDAK MAKSIMAL karena adanya keterbatasan aku dan segala atribut dalam diriku atau alat bantu yang aku miliki. Memang kelihatannya motorku bersih namun ada bagian-bagian yang aku sendiri tidak merasa puas karena tidak benar-benar bersih.

DIA TAHU KEMAMPUANKU DAN AKU JUGA
Selain itu, pertimbanganku dalam memilih mencuci motor sendiri sebenarnya pertimbangan yang TERPAKSA karena menghemat uang serta berpikir memang untuk saat ini "tidak apa-apa-lah" hasil cuci sendiri. Sebenarnya aku kurang puas tetapi masih ada hal lain yang jadi prioritas keuangan. Nah, sikap "tidak apa-apa" atau "ya sudahlah" atau "cukuplah" atau "tidak jelek-jelek amat" ini adalah sikap yang sangat berbahaya jika diterapkan dalam sebuah tanggung jawab, entah itu di pekerjaan, di kampus, di sekolah, atau di bidang pertumbuhan rohani serta kedewaasaan karakter. Merasa cukup tanpa berjuang maksimal adalah tantangan yang selalu akan muncul setiap waktu. Ketika itu terjadi, maka aku rasa Tuhan sediih melihat diriku. Dia tahu kemampuanku dan aku juga tahu kemampuanku. Masih ada yang bisa ditingkatkan namun aku sudah mengatakan CUKUP.

Cuci motor memang hal biasa dalam kehidupan sehari-hari namun sebenarnya hal-hal yang biasa kadang sebenarnya luar biasa ketika ada unsur kesediaan BerKERJASAMA, mau DIBANTU dan TIDAK MERASA PUAS.

  1.  

Comments