KATA FAVORITKU

Ada satu kata favoritku di dalam Alkitab. Kata tersebut adalah BEJANA. Mengapa aku menjadikan kata tersebut adalah kata favoritku? Ada dua faktor yang menjadi alasannya.

BEJANA TANAH LIAT DI TANGAN TUKANG PERIUK
Faktor pertama adalah dalam konteks “bejana tanah liat yang dibentuk di tangan tukang periuk”. Tanah liat dikumpulkan lalu tukang periuk mengolahnya menjadi bejana sesuai dengan konsep yang sudah dia pikirkan.
Saya percaya seniman (tukang periuk) yang membuat bejana tanah liat tentu tidak berpikir membuat karya seni yang buruk, yang akan ditertawakan orang, yang akan diberi komentar sinis, negatif oleh orang yang melihatnya. Tentu dia akan berusaha semaksimal mungkin membuat karya seni yang paling indah sehingga diakui banyak orang. Konsep yang dia pikirkan adalah konsep-konsep yang paling indah.
Aku sama seperti bejana tanah liat dan Tuhan adalah sang tukang periuk. Aku harus selalu menjaga kepercayaanku, imanku bahwa Tuhan adalah seniman paling hebat tentu tidak juga merancang sebuah konsep negatif untuk hidupku. Dia membentukku hingga saat ini menjadi sebuah karya seni yang sangat indah. Nah, tantangan yang paling besar adalah bagaimana aku tetap menjaga hati untuk SADAR DIRI bahwa aku ini ciptaan bukan pencipta. Aku tidak berhak dan tidak akan mampu membentuk diriku sendiri dan merasa ini yang paling baik bagi diriku. Aku yang terbatas ini sangat sombong ingin menggantikan Tuhan sang tukang periuk yang memiliki ketidakterbatasan dalam segala hal. Aku harus terus mempercayai Tuhan adalah tukang periuk yang terhebat.

BEJANA TEMPAT MENYIMPAN
Faktor kedua yang menjadi alasan bejana menjadi kata favoritku adalah dalam konteks  bejana sebagai tempat menyimpan sesuatu. Bisa untuk menyimpan makanan atau minuman atau barang-barang lain. Dalam konteks lagu “Tuhan Penuhkan ku dengan firman-Mu”, dengan reffrainnya “hidupku bagai bejana kubawa ke sungai-Mu” maka bejana adalah tempat untuk menyimpan hal-hal yang baik, yang positif dan terutama yang BENAR . Hatiku sudah seharusnya juga menjadi bejana yang menjadi tempat ditaruhnya firman Tuhan sehingga hatiku bisa digunakan untuk memberkati orang lain dan memuliakan Allah. Sama seperti makanan dan minuman di dalam bejana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jasmani manusia.


Aku rindu terus dijaga hati untuk berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sedang membentukku dan terus membuka hatiku menerima kebenaran-kebenaran –Nya untuk memuliakan nama-Nya. 

Comments