“Pak, jas hujannya nyangkut di ban”


Hari itu hujan turun dengan sangat awet. Dari rumah hingga sampai ke sekolah hujan tidak berhenti bahkan hingga aku selesai bekerja dan pulang, hujan masih tetap turun walau frekuensinya bergantian lebat, gerimis, deras, begitu bergantian.

Aku lebih senang kalau dari rumah sudah hujan sehingga bisa menggunakan jas hujan lebih siap dan tidak harus buru-buru dan kena basah. Jika tiba-tiba hujan di tengah jalan, repotnya adalah mencari tempat berteduh dan harus buru-buru.

Singkat cerita, ketika dalam perjalanan pulang kerja, aku didekati oleh seorang bapak yang juga naik motor dan mengatakan, “Pak, jas hujannya nyangkut di ban”.  Aku langsung mengucapkan terima kasih dan berhenti di pinggir jalan. Jas hujanku benar-benar nyangkut dan memang sangat beresiko membuat motorku macet atau bisa jadi karena tidak seimbang aku bisa jatuh dan bisa berakibat fatal bagi orang lain juga.

“Godlif, kamu tidak boleh sering menunda! Kamu harus lebih mempercayakan diri pada Tuhan! Godlif, kamu tidak boleh sombong!”. Mungkin nasehat atau teguran seperti itu yang Tuhan berikan padaku lewat berbagai cara, termasuk lewat ORANG DI SEKITARKU dan FIRMANNYA atau lewat TULISAN atau PERISTIWA yang AKU ALAMI SENDIRI atau ORANG LAIN alami.

Salah satu cara UMUM
Yang paling aku hindari adalah TIDAK MENERIMA nasehat yang diberikan kepadaku. aku belajar sadar bahwa lewat nasehat dari Tuhan melalui berbagai cara termasuk lewat orang lainlah aku menjadi pribadi yang lebih baik. Semakin keras hatiku untuk tidak mau menerima nasehat, maka akan semakin sulit aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aku belajar bahwa dengan segala cara Tuhan itu MENGASIHIKU sehingga mau memberikan nasehat lewat ORANG di sekitarku. Lewat tulisan ini aku lebih menekankan nasehat lewat orang lain karena lebih sulit menerima masukan atau bahasa lain kritik atau nasehat dari orang daripada lewat pengalaman pribadi atau lewat cara lain. Secara refleks kecenderungan untuk membuat perisai menolak masukan itu adalah hal yang ingin selalu aku cegah untuk tidak aku lakukan karena aku tahu efeknya hanya membuat kerugian bagi diriku sendiri. Karena itulah salah satu cara UMUM  Tuhan berbicara sebagai bentuk kasih-Nya padaku

Comments