PENGAKUAN, PINTU PEMULIHAN

Sebagai orang Asia kita terbiasa dengan budaya “menyembunyikan muka”. Masalah dianggap aib dan tidak perlu diceritakan. Apalagi itu peristiwa yang memalukan keluarga besar.
Namun sesungguhnya menyimpan emosi dari pengalaman buruk itu mendera dan menyiksa jiwa kita. Menyita emosi kita, dan merampas energi positif kita. Akibatnya tanpa kita sadari, sewaktu-waktu kita bisa marah, sedih, kecewa tanpa mengetahui penyebabnya. Itu membuat pasangan atau anak atau sahabat kita merasa aneh melihat kita.
Para ahli konseling menegaskan bahwa keterbukaan diri justru memulihkan. Menceritakan masa lalu yang buruk membantu kita membersihkan sisa emosi negatif. (Tentu kita harus selektif memilih pada siapa kita bercerita. Jangan sembarangan)-- JULIANTO SIMANJUNTAK

Comments