DUA SUKU KATA ATAU LIMA HURUF

Sudah cukup lama aku merenungkan satu kata ini. Satu kata sama seperti kata MAAF, kata yang sudah biasa didengar. Kata JANJI juga bisa jadi tidak secara langsung diucapkan, namun keseluruhan sebuah kalimat bisa berarti sebuah JANJI.

Ketika seorang meminjam uang mengatakan "saya akan mengembalikannya besok" adalah sebuah JANJI.
Ketika seorang sedang kesulitan dan meminta bantuan orang lain, kata JANJI tersirat dari kalimat responnya.

Ketika seseorang yang mengasihiku datang untuk menegurku karena kesalahanku dan aku mengatakan bahwa aku tidak akan melakukannya lagi, maka itu adalah JANJI.
Ketika aku mengatakan bahwa akan melakukan hal ini dan hal itu kepada seseorang, maka itu adalah JANJI.

Yang paling sering tidak ditepati oleh manusia Indonesia adalah janji TEPAT WAKTU.

Masalahnya adalah, seberapa besar tingkat keinginanku untuk benar-benar memenuhi janji yang kuucapkan. Janji menurut pendapatku adalah bentuk sebuah kedewasaan. Semakin dewasa seseorang, maka semakin sedikit dia mengikari janji. Bahkan dia selalu tidak sangat merasa nyaman jika tidak dapat menepati janjinya kepada orang lain.

Masalah kedewasaaan adalah masalah karakter. Karakter orang Indonesia yang belum menghargai betapa bernilainya sebuah JANJI, membuat Indonesia masih jauh tertinggal dari bangsa-bangsa sekitarnya seperti Malaysia dan Singapura, apalagi Australia atau Amerika Serikat.

Janji adalah utang adalah sebuah peribahasa yang sudah biasa kita dengar tetapi aplikasinya masih banyak yang melakukan TOLERANSI NEGATIF dengan tidak menepati janji alias tidak "membayar utang"nya.

Aku juga belajar bahwa sebuah JANJI itu memiliki jangka waktu dalam menetapinya. Ada janji yang ditepati dalam jangka pendek, seperti dua atau tiga minggu setelah pinjam gitar, lalu dia kembalikan. Ada janji dalam jangka panjang, seperti perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan antara dua perusahaan. Contoh paling dekat dengan hobiku adalah janji kerjasama sponsorship antara klub sepakbola AC Milan dengan perusahaan judi BWIN. Promosi diperoleh BWin, dana operasional diperoleh AC Milan.

Janji yang paling "beresiko" adalah JANJI KEKAL SELAMANYA. Mengapa dikatakan beresiko karena kekal itu tidak ada periode berakhirnya. Janji seperti ini adalah janji yang dibuat dengan banyak pertimbangan yang penting dan selalu berkaitan dengan sebuah kehidupan terutama RELASI.

Janji kekal pernikahan, salah satu contoh yang paling mudah. Ketika aku mengucapkan janji di hadapan Hamba Tuhan ketika aku menikah nanti, itu adalah sebuah KEPUTUSAN yang telah diambil setelah melewati pertimbangan yang tidak mudah dan tidak sederhana. Janji yang aku harus tetap tepati selamanya.

Tidak ada masa jeda dalam sebuah janji kekal. SELAMANYA KONSISTEN adalah ciri dari sebuah janji kekal.Itu yang dilakukan Allah pada diriku. DIA BERJANJI MENYERTAIKU DAN MENGASIHIKU SELAMANYA.

Kepercayaan pada sebuah janji juga merupakan sebuah hal yang tidak mudah. Percaya pada Allah sama sulitnya dengan percaya pada manusia dikarenakan satu faktor. PENGENALAN akan PRIBADI yang mengucapkan janji. Semakin kita mengenal Allah dengan segala KARAKTER-NYA, semakin kita bisa percaya pada-Nya. Begitu juga dengan percaya pada seseorang. Semakin kita tidak mengenalnya, semakin kita ragu dan semakin kita beresiko. Karena itulah peribahasa "Tak Kenal maka Tak Sayang" juga bisa diplesetkan dalam konteks janji menjadi :"Tak Kenal maka Tak Percaya".

Semakin sering kita tidak menepati janji, maka semakin sulit orang percaya pada kita.Masalahnya adalah ketika aku berjanji pada Tuhan untuk melakukan ini dan itu dan berjanji tidak melakukan ini dan itu yang tidak sesuai keinginan-Nya, aku seringkali tidak menepatinya. Dan pada akhirnya, konsekuensinya adalah berdampak buruk bagi diriku sendiri. Aku tidak bertumbuh dan tidak menjadi lebih dewasa. Janji pada Tuhan sebenarnya melebih janjiku pada atasanku. Sudah seharusnya aku selalu tepati.

Ah, ini adalah tulisan tanpa awal dan akhir. Semuanya kuungkapkan sesuai dengan yang muncul di pikiranku. Ini hanyalah sebuah coretan pemikiran dari refleksiku tentang DUA SUKU KATA ATAU LIMA HURUF. 

Comments