ADA CERITA DI LOST AND FOUND juga KETIKA HUJAN

ADA CERITA DI LOST AND FOUND

Hari Senin adalah hari pembagian rapor (seharusnya “report”) di Binus International School Serpong. Yang bertanggung jawab seharusnya rekanku satu departemen. Namun, karena dia harus pulang kampung urusan keluarga, hari Minggu dia meminta tolong aku menggantikannya.

Hari yang sibuk dimulai dengan membantu bagian lain dalam satu departemen yang disebut SERO- Scheduling Examination Reporting Operations (aku bagian SO- Student Operations). Kalau pembagian progress report (bahasa kerennya rapor), maka merekalah yang sibuk. Sudah seminggu mereka lembur terus.

Setelah membantu sebentar, mulailah aku mengurusi LOST and FOUND. Lost and found counter adalah tempat di mana semua barang-barang murid TK dan SD yang tertinggal dan diberikan ke kantorku AcOp (Academic Operations) dikeluarkan di lobby depan kantorku dan orang tua murid bisa mencari siapa tahu ada barang anak mereka yang ditemukan.

Tahun lalu, barang-barang di Lost and Found hanya dimasukkan dalam kotak besar dan orang tua harus mencari sendiri barang-barang anaknya. Tahun ini, aku pakai sistem yang berbeda. Aku keluarkan semua barang dan aku sebarkan di atas meja tempat Lost and Found. Dengan disebarkan keluar dari kotak, kemungkinan besar untuk menemukan barang lebih besar. Bersyukur karena banyak sekali yang menemukan kembali barang anak mereka. Yang paling banyak ketinggalan adalah Botol minuman dan kotak makan. Namun, ada juga yang ketinggalan pianika, raket, sepatu, rompi, baju olahraga, lunch box, jam tangan, dompet, flashdisk dan yang paling ekstrim adalah KAMERA DSLR.

Sampai aku jam Lost and Found selesai, masih banyak barang yang tidak diambil. Akhirnya, barang-barang tersebut akan didonasikan daripada menumpuk di gudang.

                                                                                                                                                            TIDAK MENYERAH

JIKA BARANG TERSEBUT sesuatu yang bernilai PENTING dan BERARTI bagi kita, maka ketika barang tersebut hilang, dengan segala cara kita berusaha untuk menemukannya kembali dan pada akhirnya sangatlah sukacita jika kita berhasil menemukannya.

Ironisnya, dengan segala hormat, dalam LOST and FOUND, banyak sekali barang berharga yangs sebenarnya nilainya mahal namun karena menurut pendapatku, karena harga barang tersebut masih dalam “batas anggaran” orang tua murid, maka mungkin ketika mereka mencarinya dan tidak menemukannya, mereka “pasrah” dan membelinya kembali.

BUKAN SEPERTI ITU ALLAH. Dia tidak menciptakan manusia baru dari segi fisik hanya untuk menggantikan kita yang berdosa. Dia dengan segala cara berusaha untuk “menemukan” kembali diriku agar bisa kembali berelasi akrab dengan-Nya.

Dia TIDAK MENYERAH, sampai pada akhirnya waktuku habis di dunia ini. Dia melakukan segala cara untuk menemukan aku kembali sebelum terlambat.

Jika barang tak bernyawa tidak bisa memutuskan untuk ditemukan atau tidak, maka aku bisa memilih untuk kembali ke pemilik hidupku atau tetap mau “hilang”.

 

TANGAN KIRI TANGAN KANAN -PERUBAHAN ITU BISA WALAU SULIT

Di tempat kerjaku yang baru, orang yang menggunakan tangan kiri untuk menulis sangat banyak. Di departemenku juga ada satu orang yang kidal.

Suatu saat, kami iseng mencoba menulis menggunakan tangan kanan lalu membandingkannya dengan menggunakan tangan kiri. Satu orang teman kami yang menulis biasa memakai tangan kanan melakukan hal yang sama.

Temanku yang kidal juga lalu menyeletuk suatu kalimat yang sangat dalam. Dia berkata, “nah, bisa kita lihat kan, menulis dengan tangan yang tidak biasa digunakan untuk menulis itu SUSAH, tapi BISA. Begitu juga PERUBAHAN. Memang SULIT tetapi BISA. “

Jlep…sangat menusuk dan memberikanku pencerahan yang sangat dalam. Membuatku tidak bisa lagi mengatakan bahwa TIDAK MUNGKIN.

 PAGAR

Pagar, di buat untuk mengelilingi suatu bangunan, sebenarnya tujuan utamanya bukan keindahan tetapi keamanan.

Bangunan tersebut bisa dilindungi dari binatang-binatang yang bisa merusak halaman atau bangunan tersebut. Bisa jadi untuk melindungi dari pencuri atau orang-orang yang berniat jelek.

Begitu juga ketika Tuhan memberikan perintah-perintah sebagai batasan-batasan dalam kehidupan. Maksudnya baik. Hanya terkadang pagar itu dirusak dengan berbagai alasan termasuk merasa bahwa itu tidak penting dan membuat keterbatasan.

Pada akhirnya konsekuensi dengan rusaknya pagar atau melewati pagar tersebut padahal sudah diberitahu bahwa jika melewati pagar akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, penyesalan akibat pilihan itu. Banyak hal yang tidak diinginkan terjadi, termasuk yang paling parah bukan hanya dirasakan diri sendiri namun orang-orang lain.

 CHAPERONE CARD

Baru aku sadari, ketika memasang foto untuk kartu penjemputan yang sering disebut CHAPERONE CARD di BINUS, sebenarnya sudah ada instruksi yang diberikan oleh marketing kepada para orangtua yang mendaftar ke BINUS bahwa harus mengumpulkan foto dengan UKURAN tertentu. Sayangnya, ketika aku mengambil foto-foto yang sudah diberikan oleh para orang tua, dari sekian banyak foto murid yang diberikan, hanya satu foto yang SESUAI dengan UKURAN yang diberikan oleh marketing sehingga aku TIDAK perlu memotong foto tersebut untuk menyesuaikan dengan template kartu yang sudah didesain.

Tuhan memberikan banyak arahan dan instruksi kepada hidupku agar pada akhirnya aku bisa SESUAI dengan “UKURAN” dari desain alias rencana Tuhan dalam hidupku. Jika aku mengikutinya maka aku tidak perlu “DIPOTONG” alias mengalami banyak pembentukan yang kadang sakit karena “digunting” Tuhan agar diriku sesuai dengan DESAIN yang telah direncanakan-Nya bagiku.

 KAGUM TETAPI TETAP OBJEKTIF KRITIS

Aku menyadari ketika aku mengenal pribadi atau institusi yang bagiku sangat memberkatiku dan memiliki banyak hal yang positif, aku cenderung sangat mengidolakannya, tanpa disuruh menceritakannya kepada orang lain.

Namun, kini aku sadari bahwa KAGUM pada pribadi atau institusi yang memang secara fakta sangat memberkatiku bukan berarti aku tidak melihat mereka dengan OBJEKTIF KRITIS. Aku tetap harus bisa menjaga keseimbanganku sehingga aku bisa melihat hal-hal yang sebenarnya masih menjadi titik lemah atau masih perlu ditingkatkan lagi.

Aku sangat diberkati karena pada akhirnya aku diajak untuk belajar menganalisa pribadi atau lembaga tersebut bukan untuk mencari titik kelemahannya dan menyebarkannya agar nama baiknya turun, namun karena aku mengasihi dan mencintainya, aku berjuang membantu untuk mencari solusi pada kelembahannya atau bisa meningkatkannya menjadi semakin lebih baik dan semakin menjadi berkat. Dan ada sukacita tentu ketika aku terlibat dalam proses tersebut.

HUJAN

Hujan adalah fenomena alam yang rutin hadir membasahi bumi. Ketika masih SD-SMA, selalu ingat tentang ada masa-masanya musim hujan.

Hujan seperti dua sisi koin. Di satu sisi dibutuhkan, di satu sisi merugikan atau tidak diinginkan.

Selalu ada dilema ketika hujan. Dan pada akhirnya sepertinya akan selalu menjadi sebuah perdebatan. Mengapa hujan menjadi bagian dari tulisanku, karena hujan itu pada dasarnya adalah sebuah keindahan.

Dari sisi kerugian, hujan sebenarnya tidak boleh disalahkan. Banjir ataupun kerugian-kerugian lain seperti longsor sebenarnya harus dilihat bahwa efek dari kelakuan manusia yang tidak memelihara bumi dan segala isinya dengan baik. Akhirnya, istilah global warming menjadi topic yang sangat umum sekarang dan seperti akhirnya kita hanya bisa mengurangi tidak bisa lagi memperbaiki.

Sering terjadi hujan deras yang tidak seperti biasanya dan waktunya pun tidak bisa lagi dipredeksi seperti ketika aku masih SD-SMA.

                                                                                                                                                   BERTUMBUH = SEHAT

Di sisi lain, sisi yang seharusnya menjadi fokus, HUJAN sebenarnya adalah salah satu alat utama dalam PERTUMBUHAN. Coba ingat segala tanaman di sekitar kita. Tanaman yang  umum kita  lihat TIDAK BISA HIDUP tanpa air, apalagi BERTUMBUH.

Aku percaya masalah-masalah masih diberikan ijin oleh Tuhan aku terima karena lewat masalah-masalah itulah aku BERTUMBUH. Karena dengan bertumbuhlah menandakan bahwa aku SEHAT. Jika ada kesempatan mengevaluasi kehidupan rohaniku selama satu tahun, maka aku bisa melihat, apakah aku BERBEDA secara POSITIF dibandingkan satu tahun lalu atau aku ternyata masih “jalan di tempat” atau mungkin lebih parahnya BERBEDA menjadi lebih “negatif”.

Dimanapun, kapanpun, apapun peristiwanya bisa Tuhan jadikan sebagai cara untuk aku belajar dan mengenal kehendak-Nya. Dan aku berharap sekali semua pelajaran itu bukan berhenti pada tulisan ini, namun aku konsisten lakukan dan aku bagikan kepada semakin banyak orang agar orang-orang tersebut juga membagikan ke orang lain.

Comments