Unta masuk ke Lubang Jarum (Negosiasi dengan Tuhan)

Jika…

Jika aku sudah tahu bahwa dengan membaca buku akan memberikan banyak tambahan pengetahuan, namun aku lebih suka bermain game,

Jika aku tahu bahwa dengan bertemu dengan Tuhan setiap hari akan memberikan banyak kekuatan bagi aku untuk memiliki sikap yang benar dalam menghadapi godaan dunia ini namun aku masih terlalu sibuk sehingga tidak menjadikan pertemuan dengan Tuhan sebagai salah satu prioritas utama.

Jika aku terlalu menikmati malam minggu dengan segala kesenangannya padahal aku tahu persekutuan dengan bersama saudara-saudara seiman yang lain adalah faktor yang sangat penting untuk menjaga karakter-karakterku menjadi berkat bagi orang lain dan bertumbuh semakin seruap dengan-Nya,

Jika  aku tahu bahwa memiliki persahabatan yang tidak membawa sebuah kedekatan dengan Tuhan dan tidak membawa semangat untuk bersekutu dengan saudara seiman lainnya tidak lebih baik daripada persekutuan rutin dengan saudara-saudara seiman yang setia bersekutu bersama dalam ibadah, namun aku memilihnya.

Matius 19: 16-30

Seorang muda bertanya kepada Tuhan Yesus bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal. Tuhan Yesus menjawab, turutilah segala perintah Allah yaitu 10 perintah Allah yang diberikan kepada Musa dan menjadi perintah utama bangsa Israel.

Dengan bangganya anak muda tersebut mengatakan bahwa dia sudah melakukan semuanya itu. Namun, ketika Tuhan Yesus meminta dia menjual segala harta miliknya dan mengikut Tuhan Yesus, dia mengurungkan niatnya.

100% bukan 99,9% atau 75%

Seringkali yang ditemukan adalah tidak adanya penyerahan 100% seluruh hidup aku kepada Tuhan sama seperti orang muda ini.

Aku merasa sudah cukup untuk setiap minggu ke gereja. Atau ada yang merasa lebih baik karena terlibat aktif dalam pelayanan di gereja.

Padahal, seperti yang kusebutkan di atas, sebenarnya aku tahu bahwa ada kebiasaan-kebiasaan atau karakter-karakter yang sebenarnya aku tahu bahwa itu tidak dikehendaki Allah dan aku tidak boleh lagi hidup di dalamnya.

Ketika aku tahu bahwa Tuhan tidak menghendakinya, aku melakukan “negosiasi” dan berharap Tuhan toleransi atau kompromi dengan kebiasaan atau karakterku itu sehingga aku masih boleh tetap hidup di dalamnya.

Unta masuk ke lubang jarum lebih mudah daripada seseorang masuk ke dalam kerajaan Surga yang membutuhkan KETAATAN SELURUHNYA(100% bukan 99,9% atau 75%)  pada apa yang dikehendaki atau tidak kehendaki Tuhan..

Seringkali aku lupa pada janji Allah bahwa Kerajaan-Nya adalah lebih berharga dan bernilai tinggi karena memberikan damai sejahtera sesungguhnya, hal-hal yang lebih baik yang tidak bisa aku rasakan jika aku tetap memutuskan ada hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah namun aku masih mau hidup di dalamnya.

Tuhan tahu dan sudah mempersiapkan yang terbaik bagi hidupku jika aku mau 100% dalam keseluruhan hidupku melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan tidak melakukan yang Dia benci.

Sebuah perenungan yang sangat menegurku di awal Maret ini. Tidak ada alasan apapun yang membuat aku melakukan suatu dosa.

Terima kasih Tuhan

Comments