ADA CERITA DI BULAN MARET #part 1 (RENEW YOUR MIND)

Maret 2012 memberikan berbagai cerita yang luar biasa bagiku secara pribadi. Sebenarnya ketika menulis ini penuh dengan segala pertentangan yang luar biasa dalam diriku, antara keinginan untuk berbagi berbagai pengalaman yang Tuhan berikan kepadaku dan memberikan pelajaran bagiku dengan godaan agar lewat tulisan ini aku bisa menjadi sombong karena tulisanku. Biarlah nama Tuhan dimuliakan. Itu doaku sepanjang mengetik “note” ini.

Sebenarnya awal cerita tidak dimulai dari bulan Maret. Cerita tersebut telah dirajut jauh hari sebelum bulan Maret 2012. Dimulai dari tahun lalu (2011), Pembina Sinode Komisi Pemuda GKY se-Indonesia mempercayakan atau bisa dikatakan menantang GKY di daearah Tangerang untuk menjadi panitia Retreat Pengurus Kape GKY Se-Indonesia. Yang terpilih adalah yang bukan pengurus. Karena memang diharapkan para pengurus bisa 100% menikmati retreat ini dan diberkati.

Sempat aku bagikan bagaimana aku sangat diberkati oleh kerja keras setiap teman-teman panitia selama mempersiapkan retreat ini lewat tulisan “Kutinggalkan Januariku”

HINGGA SAAT TERAKHIR DI MULTIPLE CHAT

Retreat berlangsung tanggal 22-24 Maret 2012. Memasuki awal bulan Maret adalah masa-masa yang menegangkan bagiku karena tanggung jawabku sebagai ketua. 2 minggu sebelum acara dimulai adalah rapat terakhir panitia. Kami berkumpul di GKY Pamulang untuk koordinasi terakhir.

Aku ingat saat kami ke GKY Pamulang, aku, Richard, Tegar, Eclat dari GKY VTI dan teman-teman dari GKY Gerendeng, Lita dan Anis berangkat bareng dari lokasi GKY Gerendeng. Singkat cerita, hujan yang lebat menemani kami hingga sampai di GKY Pamulang.

Yang menjadi diskusi hangat saat rapat terakhir adalah belum adanya kepastian jumlah peserta sehingga memengaruhi pembagian kelompok untuk diskusi maupun games. Hal tersebut juga memengaruhi kepastian apakah kamar yang dipesan dikurangi atau tetap dan juga jumlah kaos dan buku acara yang dicetak.

Akhirnya kami memutuskan tetap menunggu kepastian hingga batas terakhir kami bisa membuka pendaftaran dengan pertimbangan, masih banyak kamar yang bisa digunakan dan masih ada kemungkinan besar tambahan peserta dari beberapa GKY besar.

Bagiku, momen hari-hari terakhir sebelum waktu retreat adalah momen di mana Tuhan memberikan aku pelajaran mengenai betapa Dia menempatkan “komunikasi baik” sebagai salah satu hal yang utama dalam sebuah relasi. Wow, aku baru menyadarinya ketika menuliskan “note” ini. Relasi yang baik selalu ada ketika terjalin komunikasi yang baik.

Mayoritas teman-teman panitia menggunakan handphone Blackberry. Dengan tidak menganggap ini adalah sebuah level yang lebih baik dari handphone lainnya dan dengan tidak melihat bahwa tanpa Blackberry komunikasi tidak akan berjalan baik, aku sangat mengucap syukur karena koordinasi sesame sie bisa berjalan dengan baik karena bantuan fasilitas yang ada di blackberry. Teman-teman setelah rapat koordinasi terakhir dengan semangat semakin menyempurnakan segala persiapan. Teman-teman menggunakan email, sms dan juga multiple chat di Blackberry. Koordinasi dimudahkan lewat fasilitas alat komunikasi. 

Karena adanya komunikasi yang sangat baik di antara teman-teman anggta sie dan antar sie yang semuanya berkaitan, pada akhirnya segala hal yang perlu difinalisasi sebelum hari “H” bisa selesai. Terharu melihat update foto-foto persiapan teman-teman dalam mempersiapkan buku acara, kaos dan lain-lain di GKY BSD. Teman-teman GKY VTI dan Gerendeng latihan untuk ibadah. GKY BSD juga sampai malam yang larut latihan. Aku bersama Richard mempersiapkan perlengkapan nomor-nomor meja yang akan digunakan di salah satu acara.

“Eclat!!! Tok…tok…tok…Eclat!!!... Tok…tok…tok…

Hari Kamis, tanggal 22 Maret 2012, kami dari GKY VTI berencana bersama dengan GKY Gerendeng ke GKY BSD. Kami sepakat dari rumahku berangkat jam 5 ke GKY Gerendeng dan rencananya dari GKY Gerendeng berangkat jam 05.30 supaya sampai di GKY BSD jam 06.30 sehingga bisa mengangkut barang-barang perlengkapan terlebih dahulu sebelum berangkat sesuai kesepakatan jam 07.00 agar menghindari macet.

Beberapa cerita juga terjadi di masa-masa keberangkatan. Ada Vera, sang bendahara dari GKY Cimone yang salah pasang jam alarm sehingga ketika bangun sudah terlambat sebenarnya. Dia sudah BBM aku untuk mengatakan bahwa dia tidak bisa berangkat pagi karena alasan tadi.

Namun akhirnya, karena panitia dari GKY Cimone naik mobil sendiri milik salah satu panitia, akhirnya Vera bisa berangkat pagi karena janjian di pom bensin..Apakah Vera mandi? Hahaha…

Selain itu, yang lebih seru adalah cerita di daerah Kotabumi dan sekitarnya. Eclat dan Tegar sudah janjian untuk berangkat bareng ke rumahku. Tegar sudah sampai di rumah Eclat sekitar jam 5 kurang 20 menit. Dia sudah menelepon Eclat dan juga memanggilnya, serta memanggil mama, adik dan kakak Eclat juga. Semua TIDAK BANGUN hingga Tegar sms kepada diriku jam 5 kurang sedikit untuk memberi tahu bahwa Eclat belum bangun. Aku mencoba menelepon dan sms dia berkali-kali juga tidak diangkat. Nomor adiknya dan kakaknya tidak aktif. Aku tidak tahu nomor mamanya Eclat. Lengkap sudah karena mamaku yang punya nomor telepon sedang doa pagi di gereja sehingga tidak bisa diganggu.

Akhirnya dengan berat hati kami (aku, Richard dan Tegar) berangkat ke GKY Gerendeng tanpa bersama Eclat. Sepanjang jalan aku tetap berusaha telp Eclat. Aku juga minta teman-teman pemuda lain bisa bantu carikan nomor telp mamanya Eclat untuk mencoba menelepon.

Dalam perjalanan akhirnya Eclat bisa bangun. Dia akhirnya berangkat ke GKY Gerendeng diantar oleh seorang pemuda yang memiliki motor. Syukurnya dia bisa bangun dan akhirnya kami berangkat jam 6 pagi dari GKY Gerendeng. Sebuah pengalaman yang unik karena ternyata handphone Eclat di taruh di ruang tamu untuk diisi baterainya sehingga sebenarnya Tegar mendengar suara handphone tersebut ketika dia di depan rumah Eclat. Gaya tegar ketika mencoba membangunkan Eclat selau menjadi bahan lelucon kami, “Eclat!!! Tok…tok…tok…Eclat!!!... Tok…tok…tok…”


RENEW MY MIND

Kami ternyata walau telat berangkat tetap saja datang sebelum tuan rumah GKY BSD datang …hahahaha… Singkat kata kami sampailah di tempat retreat VILLA BUKIT PINUS sekitar jam 10. Semua teman-teman bergerak untuk mempersiapkan segala hal dengan luar biasa sebelum para peserta datang.

Aku sangat diberkati lewat begitu luar biasanya teman-teman mempersiapkan detail-detail kecil sebelum hari H sehingga tidak perlu kalang kabut kebingungan mau mengerjakan apa ketika sampai di tempat. Segala hal detail tersebut dibuat dalam lembaran kertas (jadwal setiap acara dan segala item-itemnya) dan ditempelkan di homebase panitia.

Jika mengenai acara, tentu teman-teman peserta yang bisa berbagi mengenai apa yang mereka rasakan. Aku sudah baca blog salah satu peserta dari GKY Sunter tentang retreat ini. Aku sangat bersukacita ketika melihat ada yang diberkati melalui pelayananku dan teman-teman panitia selama retreat. Akupun menerima sms dan ucapan lisan yang tulus mengenai betapa mereka sangat bersyukur untuk retreat ini.

“Kafe Kopi Kape”.

Satu bagian dari acara yang berkesan bagiku adalah ketika “Kafe Kopi Kape”.  Aku bersama teman-teman panitia yang lain menjadi pelayan kafe selama teman-teman peserta berdiskusi tentang pelayanan mereka di setiap meja yang telah disediakan. Ternyata tidak gampang menjadi pelayan cafĂ© karena berhadapan pada dilemma. Pengunjung kafe dalam hal ini peserta tentu ingin secepatnya mendapatkan minuman yang mereka pesan. Di satu sisi, karena keterbatasan alat dan bahan, maka kami harus antri cukup lama untuk mendapatkan pesanan mereka. Aku sungguh belajar lebih menghargai profesi pelayan kafe atau restauran. Pasti pengunjung mengeluh pada pelayannya. Hahaha…

Sebagai panitia, aku tidak bisa mengikuti semua sesi dengan sepenuhnya. Terkadang perlu persiapan di luar aula tempat berlangsungnya acara utama. Namun, ada beberapa momen aku bisa mendengarkan pembicara dan akhirnya ditegur dan diingatkan.

Satu kalimat yang paling aku ingat adalah apa yang dikatakan oleh Pdt. Yohanes Adrie di closing ceremony. Dia mengatakan” being a servant is never retired” – MENJADI PELAYAN ITU TIDAK PERNAH PENSIUN. Sampai Tuhan memanggil, seorang pelayan tetap pelayan yang melayani. Pelayan tidak memandang apakah dia adalah pengurus komisi pemuda atau bukan. Jika dia mau melayani, maka dia akan melayani sampai Tuhan memanggil dia. Aku ingin menjadi pelayan yang memiliki spirit seperti itu. Aku tidak peduli “status”ku di gereja atau di manapun kelak aku melayani, namun jika Tuhan tempatkan aku, melayani adalah sebuah life style yang terus aku ingin hidupi.

Judul retreat ini adalah RENEW YOUR MIND dengan tujuan adalah membawa teman-teman pengurus KaPe GKY se-Indonesia menyadari bahwa harus memiliki CHRISTIAN MIND yang benar dan melihat betapa banyaknya pemikiran-pemikiran yang sudah biasa di kalangan anak muda namun ternyata sangat bertentangan dengan Christian Mind yang benar.

Ketika menjadi orang Kristen, bukan hanya hati (HEART) yang dirubahkan dan bertumbuh serupa dengan Kristus. Pemikiran (HEAD) juga penting. Karena dengan pemikirang yang benar pada akhirnya bisa mengendalikan hati kita agar bertindak benar bukan emosional belaka.

Retreat yang benar-benar RENEW MY MIND (Bersambung #part 2)


 

Comments