KETIKA TUHAN YESUS KEHILANGAN JAM TANGAN-NYA

Di awal Desember ini, aku disibukkan dengan pindahan kantor tempat aku bekerja. Karena aku adalah staf General Affair Department atau sering disebut Bagian Umum, maka otomatis, semua hal yang berhubungan dengan pindahan kami yang bertanggung jawab.

Tahap pertama pindahan sudah dilakukan mulai hari Jumat sore hingga hari Minggu. Aku dan teman-teman satu departemen membongkar meja dan juga membawa dokumen-dokumen tiap-tiap karyawan yang pindah pada tahap pertama tersebut hinggal jam 2 pagi. Bahkan aku harus menemani orang-orang disewa untuk setting telepon kantorku hingga hampir jam 03.30 pagi. Aku nginap di kantor baruku dan esok paginya jam 7 sudah kembali bangun untuk mandi dan beraktivitas. Sabtu aku pulang malam dan Minggu setelah ibadah langsung kerja lagi sampai malam walau tidak terlalu larut.

Di masa-masa tersebut, aku sering ketika beristirahat atau makan, melepaskan jam tanganku supaya melegakan aliran darah tanganku setelah seharian menggunakan jam tangan. Suatu saat ketika aku beristirahat, aku melepaskan jam tanganku seperti biasa. Namun, kali ini, aku lupa membawanya pulang. Aku tidak bisa menemukannya kembali

Jam tangan itu sangat berharga karena aku harus berjuang keras untuk membelinya. Kualitasnya yang bagus serta harganya yang juga bagus. Aku sendiri akhirnya sangat terpukul kehilangan jam tangan tersebut. Memang ada cadangan jam tangan di rumah, namun rasanya sangat berbeda dengan jam tangan yang biasa aku pakai. Tetap meratapi jam tanganku tersebut dan berharap bisa secepatnya mendapatkan kembali jam tangan tersebut.

Kehilangan sesuatu yang sangat berharga adalah momen yang tidak diinginkan setiap pribadi. Aku berpikir jika Tuhan Yesus kehilangan jam tangan-Nya dan jam tangan tersebut adalah jam tangan yang sangat disayangi-Nya, tentu Dia juga sangat merasa sedih dan berusaha agar bisa menemukannya kembali.

Ada yang lebih berharga dari jam tangan, sehingga Tuhan Yesus dengan penuh kerelaan hati, datang ke dunia, lahir di kandang domba. Dia datang agar bisa menemukan diriku dan dirimu yang membaca ini. Mengembalikanku dari yang penuh dosa agar bisa kembali bersekutu dengan-Nya. Agar aku yang lebih berharga dari “jam tangan-Nya” bisa menyatu kembali dengan-Nya.

Semua diawali dengan kelahiran-Nya. Tanpa ada kelahiran Tuhan Yesus, aku seolah-olah “jam tangan” yang masih hilang karena dosaku. Ketika Dia lahir, lalu mati di kayu salib menggantikanku menanggung dosa-dosaku, aku kembali menyatu dengan-Nya.

Di masa merayakan Natal ini, kiranya aku selalu sadar bahwa aku saja merasa sangat kehilangan ketika jam tanganku hilang, apalagi Tuhan Yesus ketika manusia jatuh dalam dosa. Kesadaran itu biarlah membuat diriku selalu mengucap syukur karena inisiatif Allah yang mau mencari aku, sama seperti akupun berusaha untuk mencari jam tanganku yang sangat berharga bagiku.

Selamat merayakan kelahiran Tuhan Yesus kawan. Dia lebih senang ketika dia dirayakan kelahiranNya dengan kesadaran dari dirimu, bahwa Dialah Juruselamatmu yang telah lahir hanya untuk mati kembali menanggung semua dosamu.

Salam kasih,

Manusia berdosa yang telah ditemukan oleh Tuhan Yesus karena Dia mencariku lebih tekun daripada diriku mencari jam tanganku yang hilang.

godlif

Comments