FACING YOUR GIANTS GODLIF- (sebuah perenungan pribadi)

Sungguh tidak terduga apa yang Tuhan berikan lewat BIOSKOP XXI GKY VTI hari ini. Aku sebenarnya sudah pernah nonton film Facing Your Giants beberapa kali. Tetapi aku baru sadar bahwa itu sudah 3 atau 4 tahun lalu aku terakhir nonton film ini. Aku bisa merekomendasikan kepada orang lain bahwa film ini sangat inspiratif. Namun, yang terhilang atau terlupakan adalah banyak pelajaran-pelajaran secara detail dari film tersebut.

Film tersebut dimulai dari keadaan sebuah sekolah di Amerika Serikat yang sangat menyukai olahraga American Football. Film ini berkisa tentan kehidupan seorang pelatih tim American Football dari SMA Kristen Shiloh. Kehidupanya sangat “berantakan” karena mengalami banyak pergumulan yang datang saat bersamaan. 

Tim yang dilatihnya tidak memiliki prestasi yang membanggakan sehingga banyak pemain yang pindah ke  tim SMA lain. Mobilnya sudah sering mogok namun dia tidak memiliki uang yang cukup untuk memperbaikinya. Rumahnya banyak mengalami kerusakan. Istrinya belum hamil selama 4 tahun.  Istrinya  sudah periksa ke dokter dan dokter mengatakan dia normal.  Sang pelatih takut ke dokter karena dia takut dialah penyebab istrinya tidak memiliki anak. Yang aku pelajari  dari istrinya adalah karakter istrinya yang sudah mengenal Tuhan sehingga walalu dalam masa-masa sulitpun istrinya tetap mendukung suaminya dan mengatakan I LOVE U. Aku teringat kekasihku yang sangat setia mendukungku bukan saat senang saja, namun di saat-saat berat dalam hidupku.

David Chiller (Part 1)

Ada seorang murid baru bernama David Chillers yang sangat menyukai sepakbola namun sayangnya di SMA Shiloh tidak memiliki tim sepakbola. Ayahnya yang beraktivitas harus menggunakan kursi roda mendorong anaknya untuk masuk tim American Football saja  daripada menunggu terbentuknya tim sepakbola yang entah terjadi.

David tidak terlalu semangat karena dia “takut” atau bisa dikatakan tidak merasa percaya diri karena tubuhnya yang kecil. Namun, karena ayahnya menantang dia untuk mencoba terlebih dahulu akhirnya ia mau mendaftar. Awal David bergabung, dia yang tidak pernah bermain American Football tidak bisa melakukan tugasnya untuk menendang bola ke tengah untuk masuk gawang. Selalu meleset ke arah kiri atau kanan. Ada perubahan yang luar biasa dari dirinya. Itu karena pengaruh ayahnya serta sang pelatih. Nanti aku sampaikan di part II

OTORITAS

Salah satu anggota tim memiliki hubungan yang buruk dengan ayahnya. Dia tidak mau mendengarkan perintah ayahnya karena sikap ayahnya yang dia anggap tidak baik. Dia menolak untuk pulang besama ayahnya. Ketika ada perubahan dalam kehidupan pribadi dia karena menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi-Nya, langkah awal yang dia lakukan adalah menemuni ayahnya bersama pelatihnya untuk minta maaf dan mengatakan bahwa dia akan menuruti perintah ayahnya sebagai rasa hormat pada Allah karena otoritas yang Allah berikan kepada ayahnya sebagai orangtua.

Hal tersebut sangat menegurku. Atasanku adalah pribadi yang bukan hanya aku, tetapi banyak rekan kerjaku yang melihat secara nyata sikap atau karakternya yang lebih banyak “negatif” daripada positifnya. Sangat wajar jika banyak orang membicarakannya terus. Akupun sering mendengar hal tersebut dan aku akui ketika akupun merasakan sendiri sikapnya dia, aku jengkel dan marah serta berdebat dengan dirinya.  Aku merasa wajar aku berdebat karena merasa aku benar dan dia salah. Namun, aku sadar bahwa aku sering terbawa emosi sehingga tidak menghormati posisinya sebagai atasan. Aku harusnya tetap mengakui dia sebagai atasanku walaupun aku tahu dia melakukan banyak hal yang tidak baik atau tidak mendukung departemen. Aku harusnya bersikap penuh kasih dalam berbicara dengannya. Sebuah hal yang aku sadari tidak ada kulakukan.

David Chiller (Part 2)

David yang tubuhnya tidak terlalu besar berbicara dengan ayahnya setelah kekalahan tim SMA Shiloh. Dia merasa beruntung tidak dimainkan saat pertandingan tersebut sehingga dia merasa bahwa dia tidak perlu menambah kekecewaan. Ayahnya bercerita bahwa ketika bayi dia berdoa kepada Tuhan meminta Tuhan menunjukkan betapa kuatnya DIA dalam hidup David dan melalui dia, orang bisa melihat betapa hebatnya Tuhan.David menimpali perkataan ayahnya dengan mengatakan, “lalu kenapa Dia membuatku begitu kecil dan lemah?” Ayahnya menjawab. “untuk menunjukkan betapa perkasanya Dia”

Aku sadar bahwa ketergantunganku pada diri sendiri sangat besar sehingga ketika ada masalah yang sangat sulit aku pecahkan, kecenderungan untuk frustasi sama seperti David. Merasa Tuhan tidak memberikan cukup pengetahuan atau kemampuan untuk hal yang aku hadapi.

Sikap dan cara pandangku tidak boleh seperti itu. Aku harus sadar bahwa Allah dapat bekerja luar biasa dalam segala keterbatasanku agar aku tidak menyombongkan diri namun sebaliknya percaya dan bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah yang sangat besar.

Selanjutnya, nantikan David Chiller (part 3)

CURHAT

Sang pelatih mengalami masa-masa berat karena beberapa orangtua menghendaki dan merencanakan untuk menggantikan dia alias memecatnya. Sebuah masa yang berat tersebut ternyata memberi perubahan luar biasa. Ketika dia mengetahui hal tersebut, dia sangat down. Dia menceritakannya kepada istrinya. Dia juga mengatakan hasil pemeriksaannya di dokter yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memiliki anak. Curhat sangat baik agar hati kita tenang. Curhat pada pribadi yang tepat. Pribadi yang kita tahu mendukung kita dalam suka dan duka dengan prinsip Allah bukan dengan pemikiran atau cara pandang dunia. Dia tidak lari dunia malam, mabuk, atau teman-temannya yang tidak peduli pada ibadah. Keterbukaan pada orang yang tepat membawa perubahan.  Hal tersebut harus ada inisiatif dari diri sendiri. Teman yang tahu kita perlu didukung tidak bisa mendukung dengan maksimal  jika tidak ada keterbukaan dan kesediaan untuk menerima saran dari diri kita terlebih dahulu

Selain itu, dia juga datang kepada Allah. Dia DATANG KEPADA ALLAH. Dia tidka semakin menjauh dari Tuhan. Ketika masalah datang, kita perlu semakin dekat dengan Allah dan menceritakan segala pergumulan kita padaNya.

David Chiller (part 3)

Ini bagian yang sangat menegurku. David gagal dalam menendang bola ketika diberikan kesempatan dalam sebuah pertandingan. Dia sangat kecewa sampai dia mengatakan kepada ayahnya, “aku bahkan tidak tahu kenapa pelatih memasukkanku dalam tim” Ekspresi frustasi terlihat. Ayahnya menjawab, “apakah kamu sudah memberikan USAHA TERBAIKMU?”  David menjawab, “aku sudah tahu akan meleset sebelum aku menendang”. Ayahnya menegurnya dengan kalimat “Tindakanmu selalu mengikuti apa yang kau percayai” .. sang Ayah berkata, bahwa saya tidak bisa jalan, namun saya tetap mau menemanimu dalam setiap pertandingan,  bukan hanya duduk diam di rumah.

 Ini bukan sebuah rumus sugesti, namun IMAN. Jika aku tidak memiliki IMAN kepada Allah, maka aku akan menilai diriku sendiri tanpa sadar Allah dapat melakukan segala hal lewat diriku yang tidak sempurna itu. Karena cara pandang yang sempit berdasarkan pemikiran diri sendiri dapat menekan diri sendiri sehingga sudah menyerah atau cepat menyerah dalam menghadapi sebuah tantangan

Mr. Bridges (pesan paling kuingat dalam film ini)

Ada seorang pria bernama Pak Bridges yang setiap hari setelah jam sekolah selesai, berjalan di lorong tempat locker setiap murid ditempatkan, dan menyentuh setiap locker sertan mendoakan murid-murid yang tertera namanya di locker tersebut. Dia berdoa dan berdoa dan berdoa. Aku ingin berdoa dan berdoa dan berdoa bagi pemuda. Sampai sesuatu terjadi.

Tidak sampai di situ. Dia mengatakan kepada sang pelatih bahwa Allah memiliki kuasa untuk menutup pintu yang harus ditutup dan membuka pintu lain. Jika pintu masih terbuka, maka Allah pasti punya rencana.

Selama ini aku selalu mengeluh dan berharap dan berdoa pada Tuhan untuk pindah kerja karena  aku merasa pekerjaanku sekarang tidak sesuai dengan passionku dan skillku.

Itu tidak salah, namun yang salah adalah sikapku yang sudah memikirkan “pintu” yang masih tertutup itu yaitu pindah ke pekerjaan di dunia pendidikan sehingga tidak sadar bahwa “pintu” yang masih terbuka adalah pekerjaanku sekarang

Jika aku masih ditempatkan di pekerjaanku sekarang, sudah seharusnya aku bekerja dengan maksimal. Yang terjadi adalah aku bekerja dengan standar yang diharapkan padahal aku tahu sebenarnya aku bisa lebih lagi dalam pekerjaan itu.

Aku  seharusnya belajar lebih mengerti bidang pekerjaanku sekarang dengan sering membaca informasi-informasi yang berhubungan. Aku bisa membuat jadwal belajar di internet.  Aku tidak boleh seadanya karena aku tahu sampai sekarang Tuhan masih menempatkanku di pekerjaan ini.  

PETANI YANG MENANTIKAN HUJAN

Pak Bridges menceritakan sebuah ilustrasi. Ada dua orang petani yang menantikan hujan dari Allah, namun hanya satu yang mempersiapkan ladangnya untuk turunnya hujan. Tuhan akhirnya menurunkan hujan kepada petani yang telah siap tersebut.

Jika aku menantikan dan berdoa pada Tuhan tentang tanggung jawab dalam pekerjaanku, kerinduan-kerinduanku di masa depan bagi pemuda VTI ataupun diriku sendiri, aku harus mempersiapkan “ladang”. Aku harus membuat perencanaan yang baik serta hal lainnya yang perlu agar Tuhan menurunkan “hujan”. Prinsip PLAN-DO-SEE perlu aku terus terapkan dalam setiap tanggung jawabku. Merencanakan, melakukan rencanaku dan mengevaluasi apa yang telah aku lakukan

TUJUAN

Apakah yang menjadi tujuan tim American Football? Menang? Tentu ya, namun itu bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah Tuhan dimuliakan lewat tim tersebut. Jika tujuan akhirnya hanya menang, maka hal tersebut akan sia-sia karena setelah berlalunya waktu, tidak akan ada yang mengingatnya. Siapa yang tahu juara America Football 10 tahun yang lalu? Para pemain tidak ada yang bisa menjawab dengan benar. Kemenangan hanya akan dikenang sesaat. Singkatnya, American Football adalah salah satu alat untuk menghormati Tuhan.

Dalam kehidupanku di dunia, apapun pekerjaanku, aku harus tetap ingat bahwa  tujuan utamanya bukan mengenai diriku sendiri, seperti mendapatkan gaji yang besar atau bisa beli rumah. Apakah Allah dihormati dalam pekerjaanku?

YOUR VERY BEST (Aku belajar dua hal)

Seorang pemain mengucapkan kalimat pesimis ketika pelatih bertanya tentang kesempatan mereka di pertandingan yang akan dihadapi mereka dalam waktu dekat. Pemain ini dianggap kapten (leader) dalam tim tersebut. Sang pelatih meminta dia melakukan latihan rutin yang metodenya disebut “MERANGKAK MAUT” . Metode ini mengharuskan pemain untuk merangkak dengan tangan menyentuh lapangan, dan dia harus berjalan sambil menggendong temannya. Sebuah metode latihan yang tidak disukai. Biasanya mereka diminta merangkat sampai 10 yard. Namun, pemain diminta merangkat 50 yard dengan mata tertutup. Dia tidak boleh berhenti sampai disuruh pelatih berhenti. Dia merangkat perlahan, sampai dia mulai kelelahan, namun sang pelatih dorong dia untuk jangan menyerah, minta dia berikan usahanya yang terbaik untuk tetap merangkat…”YOUR VERY BEST!!!”.

Akhirnya, sang pemain terus merangkat dengan dukungan sang pelatih yang terus berteriak untuk berkata jangan menyerah…sedikit lagi…keluarkan usah terbaikmu… Akhirnya sang pemain terjatuh. Tetapi dia terjatuh setelah sampai pada ujung lapangan American Football…lebih jauh daripada 50 yards.

Aku belajar dua hal. Aku belajar untuk terus berjuang dengan memberikan yang terbaik bagi Tuhan dalam setiap tanggung jawabku. Aku juga belajar bahwa aku bisa melakukan terbaik dengan adanya dorongan dari orang lain. Oleh karena itu akupun ingin menjadi pemberi semangat bagi orang-orang di sekitarku agar merekapun bisa berjuang dengan mengeluarkan usaha terbaik mereka

 KATAKAN GODLIF, APAKAH ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Singkat cerita, tim American Football SMA Kristen Shiloh ini berhasil membuat sejarah dengan masuk final Kejuaran Daerah. Mereka menghadapi juara bertahan yang telah menjuarai kejuaraan tersebut 3 kali berturut-turut karena memiliki pemain yang sangat banyak dengan badan yang luar biasa besar.

Awalnya adalah kekalahan, namun pada akhir yang dramatis, tim Shiloh berhasil menang dan menjadi juara. David Chillers berhasil membuat tendangan ke gawang dari jarak tendangan yang sangat jauh yang sebelumnya dia  tidak pernah melakukan tendangan sejauh itu.Pemain bertahan berhasil menahan laju tim lawan dengan tenaga terbatas.

Ketika di dalam locker room setelah pertandingan, sang pelatih bertanya kepada David Chiller, pemain bertahan, dan beberapa pemain lainnya. Dia bertanya satu per satu, “jadi, apakah ada yang mustahil bagi Tuhan?” Para pemain yang ditanya dengan yakin mengatakan TIDAK ADA.

Selain itu, sang istri pelatih, ketika mereka sudah di rumah, memberikan kabar gembira kepada suaminya. Suaminya  yang sudah divonis tidak dapat memiliki anak ternyata mendapatkan berita istrinya telah hami.

Sang istripun bertanya dengan pertanyaan yang sama yang telah diajukan sang suami kepada para pemain yang dilatihnya, “APAKAH ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAH?”

Inspiring movie. Sangat memberkatiku. Aku bagikan ini hanya karena aku rindu siapa tahu yang membacanya bisa belajar juga.

Ini hanya perenungan pribadiku. Mungkin ada yang sama atau ada hal-hal yang berbeda yang didapatkan oleh teman-teman lain yang juga nonton bareng. Silahkan menuliskannya juga lewat comment.

 

 

Comments