SEMUANYA ITU MASIH KURANG

Sabtu lalu, tanggal 27 Agustus 2011, aku bersyukur diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu dengan teman-teman alumni JOY lainnya. Kami bisa berkumpul di rumah Bang Tarigan di daerah Ragunan. Perjalanan yang panjang aku lalui bersama adikku Richard. dari rumah naik becak ke jalan raya besar. Lalu naik angkot ke jalan besar satu lagi untuk selanjutnya naik angkot ke Terminal Kalideres.

 

Dari Kalideres kami naik busway hingga ke halte terakhir RAGUNAN. Perjalanan hanya sekitar 3 jam. Setelah sempat mengabadikan dua sejoli dengan latar belakang patung "saudara tua" di depan gerbang Ragunan, akhirnya kami sampai di rumah bang Tarigan.

 

Yang datang adalah perpaduan alumni "senior" dan "junior". Ada anggota pertama JOY, Bang Marihot dan Bang Fajar. Nama mereka sampai selamanya pasti tidak akan hilang dari pelatihan tentang sejarah JOY. Selain itu ada "junior" seperti saya dan mbak Ika "Shekar" selain ada Riris, Richard, Eva dan Tasuno. Bang Ian Sembiring dan juga kak Desy Damanik berserta suami juga turut hadir.

 

Setelah kami memanggang BPK (Babi Panggang Karo) dan menikmatinya sebagai makan siang. Kami berkumpul sejenak untuk sharing pokok doa.

 

Masing-masing berbagi sharing yang sangat menguatkanku karena melihat karya Allah sangat unik bagi tiap-tiap alumni namun "benang merah"-nya (mengutip istilah bang Marihot) adalah ALLAH MENGASIHI DAN MENYERTAI KAMI SEMUA lewat pengalaman yang kami alami.

 

Satu hal yang menjadi berkat dan pencerahan bagiku adalah sharing dari Bang Marihot. Saat ini dia sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian sertifikasi perbankan di bank tempat dia bekerja. Dia menjelaskan bahwa ujian ini tidaklah mudah dan bagi dia yang sudah semakin tua dan berkeluarga, hal ini adalah tantangan yang tidak mudah.

 

Saat ini dia bersyukur sudah bisa mempersiapkan diri menghadapi ujian level 2. Dia membagikan pelajaran yang ia dapatkan selama mempersiapkan diri menghadapi ujian setiap level sertifikasi ini. Ia diberikan kesadaran, bahwa Ia bisa belajar sekuat tenaga dan juga berdoa untuk meminta pertolongan Tuhan. Namun, dia juga belajar bahwa PERSIAPAN YANGS SESUNGGUHNYA DIMULAI DARI HATI. Dia mengevaluasi HATInya, melihat ada hal-hal yang mungkin perlu diselesaikan dengan Allah dan sesama.

 

Semua hal yang dipersiapkan akan kurang jika HATI sendiri tidak diperhatikan.

Comments