Jika Allah menganugerahkan hidup pada hari esok

Aku melangkah keluar dari kantor jam 21.45 dan baru sampai di rumah sekitar jam 23.00 WIB. Ada tanggung jawabku yang harus kuselesaikan minggu ini sehingga akupun kehilangan kesempatan bertemu dengan Katy dan Kak Desy temen CG-ku dulu. Padahal Katy hari minggu sudah pulang ke Palembang. Sabtu aku tidak mungkin ketemu karena ada acara di gereja.


Anyway, sebenarnya tidak ada rencana menulis malam ini. Namun sepertinya aku harus menulis sebelum semua pelajaran berharga yang aku dapatkan selama beberapa minggu terakhir ini hilang tanpa ada bekas jejak secara tertulis. Akan susah merangkai kata-kata menjadi kalimat jika sudah  begitu lama dipendam sendiri tanpa dibagi.


KASIH itu KEHENDAK

Aku sedang membaca buku Mere Christianity karya  C.S. Lewis yang sangat terkenal dan bisa dikatakan menjadi salah satu buku wajib baca orang Kristen. Aku sudah sering dengar namun baru beberapa waktu ini aku menyempatkan membacanya.


Buku ini sangat membuka wawasan tentang imanku dan semakin membuatku yakin akan imanku. Setiap bab memberi pelajaran yang luar biasa dan sangat mengena.


Aku sendiri tidak mau menyebutkannya  satu per satu pelajaran yang aku dapatkan, namun bagiku yang paling teringat, paling terngiang dan memberikan pencerahan adalah pernyataan bahwah KASIH itu KEHENDAK bukan PERASAAN. Wah, sebuah kalimat yang menghujam diriku. Satu kalimat yang menjadi seperti kalimat kunci yang aku cari selama ini untuk menggambarkan relasiku dengan ALLAH khususnya dan relasiku dengan orang lain.


Perasaan bisa berubah-rubah sesuai kondisi yang saat ini kita alami. Kasih kepada Allah dan sesama tidaklah berubah-rubah sesuai kondisi perasaan. Kasih adalah kehendak untuk mengaisihi tidak terpengaruh pada perasaan kita. Saat sedang happy sangat semangat datang ke gereja atau saat teduh. Jika ada masalah sedikit menjauh apalagi jika masalah dengan teman sekolah, teman kerja atau teman gereja. Hilang deh dengan segala alasan sibuk padahal secara sadar atau tidak sadar mencari pelarian pada seseorang atau hal lain.


MEMBENCI SIFAT BUKAN PRIBADI

Aku bisa membenci SIFAT seseorang yang merupakan bagian dari DOSA namun aku tidak boleh membenci orang-nya. Aku harus tetap mengasihi orang-nya (pribadinya) dengan tetap membenci dosa yang ia lakukan dan berharap pada Allah agar sifat atau karakternya tersebut hilang dari dirinya. Sama seperti aku diperlakukan seperti itu oleh Allah. Amazing grace.


Tidak mudah untuk memandang KASIH sebagai KEHENDAK daripada KASIH sesuai PERASAAN. Namun kalimat tersebut sangat memotivasiku menjadi pribadi yang bisa semakin mengerti ESENSI relasi, dengan ALLAH maupun orang lain di sekitarku.


GAJINYA JAUH SEKALI

Ketika aku sampai di rumah. Aku sempat melihat tayangan Kick Andy Show. Wah, tanyangan yang luar biasa. Diceritakan seorang bapak yang pulang ke Indonesia setelah kurang lebih 10 tahun bekerja di New York sebagai Direktur Internal Nielsen. Sebuah jabatan yang tidak main-main tentu dengan gaji yang tidak main-main pula. Namun dia memutuskan untuk resign dari perusahaannya karena dia memiliki kerinduan untuk berbuat sesuatu yang menginspirasi orang-orang di Indonesia terutama melalui pengalamannya. Dia rindu bukan hanya dia yang bisa berhasil kerja di luar negeri namun ada banyak orang Indonesia yang menyusulnya. Dia bilang bahwa walaupun gajinya sekarang sangat jauh sekali berbeda dengan semasa dia masih bekerja di New York, namun ada kedamaian batin yang dia rasakan sekarang karena bagi dia persaudaraan dan kesempatan berbagi inspirasi adalah panggilan hidupnya yang lebih berharga daripada besarnya gaji yang ia miliki. Dia kini menjadi “backpacker” keliling kampus-kampus dan organisasi-organisasi untuk menjadi pembicara motivator.


3 FAKTOR SUKSES + 1 TERPENTING = SEMPURNA

Rahasia kesuksesan yang ia berikan lewat buku yang ia tulis adalah KELUARGA yang harmonis, PENDIDIKAN dan KERJA KERAS . Tiga faktor itulah membuat dia bisa berhasil. Aku sangat sangat ditampar lewat sharing hidupnya ini. Aku langsung mengevaluasi diriku, apakah selama ini aku yang memiliki keluarga yang sangat mengasihiku tetap semangat untuk BELAJAR dan KERJA KERAS sehingga aku sesuai panggilan hidupku bisa menjadi sukses. Sukses bagiku bukan untuk mendapatkan semua yang aku inginkan namun ketika aku bisa membagi  inspirasi untuk orang lain semangat membangun relasi dengan Allah dan bekerja keras untuk sukses. 3 faktor di atas ditambah dengan 1 faktor terpenting bagiku yaitu RELASI dengan ALLAH menjadikan sukses dan damai sejahtera itu sempurna. 


ADA YANG MAU BERGABUNG?

Teringat tetap hatiku pada Indonesia Tengah dan Timur. Aku tetap mendoakan bagaimana caranya agar daerah tersebut bisa maju dalam segalah hal. Aku merindukan kualitas pendidikan kedua daerah tersebut bisa meningkat sehingga  ada perubahan positif bagi prinsip hidup orang-orang yang tinggal di kedua daerah tersebut. Aku tetap mau konsisten menjaga semangat mendukung teman-teman dari  kedua daerah tersebut yang sedang kuliah. Lewat program TIMOHO CARE di FB, aku bersama beberapa teman mendukung Rp 100.000/bulan setiap orang untuk dua mahasiswa yang sedang kuliahd di Yogyakarta. Syarat dukungan adalah keaktifan bertumbuh di JOY Fellowship sebagai salah satu wadah yang lewat pengalaman pribadiku sendiri sangat mendukung aku bertumbuh bukan hanya relasiku dengan Allah namun dengan sesama dan secara karater serta skil. Namun aku tetap berharap kelak kedua orang ini ketika pulang memberi pengaruh dan perubahan positif bagi daerahnya. Ada yang mau bergabung?


Ah, dua pelajaran berharga dari Allah yang tidak ingin kupendam sendiri sehingga aku bagikan lewat tulisan ini. Aku senang sekali bisa menulis dan merindukan suatu saat bisa menerbitkan buku yang berisi setiap tulisan-tulisan yang pernah aku buat seperti yang aku taruh juga di websiteku.


Selamat malam saudara. Kiranya jika Allah menganugerahkan hidup pada hari esok, kita bisa menjadi pribadi yang semakin menyenangkan hati-Nya lewat kasih kita kepada-Nya dan sesama yang selalu menjadi KEHENDAK kita bukan PERASAAN yang berubah-rubah. Dan kita memperjuangkan keluarga yang harmonis, semangat belajar serta kerja keras untuk menginspirasi banyak orang lewat kesuksesan kita. Dan yang terakhir biarlah nama Allah saja yang dimuliakan…  Jangan SOMBONG! (berdasarkan instropeksi diriku sendiri) Semuanya dari Allah saja.

<Photo 1>

Comments