38 Jam

Hari Sabtu tanggal 30 April 2011 menjadi hari yang spesial dikarenakan mas Sigit datang ke Jakarta. Dia mewakili JOY untuk memberikan informasi terbaru seputar JOY kepada alumni JOY di daerah Jabodetabek.

 

Mas Sigit sebelumnya belum pernah ke Jakarta, jadi sekali melompat, dua tiga pulau terlampaui. Dia melaksanakan tanggung jawabnya sekaligus bisa menginjakkan kakinya di Jakarta serta bisa bertemu teman-teman alumni yang cukup kenal akrab dengan dia. Bayangan dia, inilah waktu refreshing sekaligus beristirahat di tengah pelayanannya.

 

“Manut”

Jam 7 pagi mas Sigit sampai di stasiun Gambir lalu naik busway ke Kalideres dan aku jemput di sana sekitar jam 08.30. Setelah aku jemput naik motor, aku sampaikan informasi kegiatan hari. Kami langsung ke tempat Shinta Dewi dan juga mbak Rini, untuk nantinya langsung jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek menemani Shinta yang mau servis HP sekaligus langsung ke tempat pertemuan alumni di daerah dekat Pacific Place SCBD. Aku yakin mas Sigit tidak menyangka bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang panjangggg… hahahaha… Jadi ketika aku menginformasikan, dia hanya bilang “aku manut”.

 

JOY tetap JOY

Naik motor dari kalideres ke rumahnya mbak Rini dan Shinta sekitar 1 jam lebih. Setelah sampai, kami menyantap makanan sambil ngobrol banyak sekali tentang kehidupan JOY dan teman-teman yang kami kenal serta kehidupan kami sekarang.

 

Momen yang sangat berharga, setelah sekian lama tidak saling jumpa, pembicaraan mengalir deras dan bagiku semakin melihat relasi yang terbangun dengan penuh keakraban dan kasih di JOY terutama kami yang adalah keturunan CG Mas Ima sangat terasa tetap melekat dalam hati kami. Walau sudah lama tidak bertemu, tidak ada rasa canggung dalam berbicara dan kami sangat menikmati setiap pokok pembicaraan. Aku bersyukur kepada Allah karena menyediakan JOY sebagai salah satu tempat aku menemukan pribadi-pribadi sangat memberkatiku dan menjadikanku sahabat, teman dan saudara selamanya walau akan lama tidak bertemu ataupun tidak akan pernah bertemu kembali. JOY tetap memberikan JOY (sukacita)  bagiku kapanpun.

 

TAKSI

Karena pembicaraan yang sangat menarik, tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12 siang sehingga kami memutuskan tidak pergi ke Taman Anggrek namun memesan taksi untuk pergi ke pertemuan alumni. Satu komentar yang aku ingat dari mas Sigit adalah “aku tidak akan kerja di Jakarta”…ha…ha.. dia kapok karena jarak perjalanan yang jauh… seperti Jogja Solo saja….

 

Ternyata perusahaan taksi yang kami pesan tidak menepati janji mereka datang tepat waktu. Kami juga menghubungi untuk konfirmasi ulang, mereka mengatakan sedang dalam perjalanan. Lalu kami telp setengah jam selanjutnya, mereka bilang taksinya sedang dicari… wah, terlambatlah kami datang ke pertemuan.

 

INFLUENCING PEOPLE

Namun, meski terlambat, aku mengucap syukur ada 11 orang alumni yang bisa datang. Kami bisa bible study bersama mengenai siapa Yesus bagi kami dan implikasinya pada kehidupan kami sehari-hari. Terima kasih untuk ibu Peggy yang mau menyediakan waktu untuk menyediakan bahan bible study bagi kami.

 

Inspirasi juga datang dari sharing Mr. Choi tentang bagaimana dia berkomitmen membaca dua buku dalam satu minggu. Selain itu dia juga membagikan passion-nya agar orang Kristen menjadi orang yang mempengaruhi secara positif orang lain (INFLUENCING PEOPLE). Pelajaran bagiku, bagaimana bisa memberi pengaruh jika aku sendiri tidak semangat  membaca merenungkan firman Tuhan , berdoa serta membaca buku-buku pengetahuan yang baginya adalah sumber pengetahuan dan dalam pekerjaan aku tidak melakukan tanggung jawabku dengan excellent. Orang mau mendengarkan kita jika mereka “mengakui” kita karena pengetahuan kita, sikap hidup kita dan etos kerja kita di manapun kita ditempatkan sekarang.

 

NEXT ADVENTURE

Petualangan diriku dan mas Sigit belum berakhir setelah selesai pertemuan alumni. Diriku dan mas Sigit mengantar Shinta pulang naik taksi dengan perjalanan yang panjang selama 1,5. Tanpa basa-basi kami langsung ke gereja karena ada acara paskah komisi pemuda. Karena macet akhirnya kami telat datang sehingga sudah setengah jalan acaranya dan sudah selesai khotbah kami baru sampai. Fellowship di antara teman-teman pemuda membuatku tetap datang walau terlambat.

 

Karena begitu padatnya acara artis Jogja sepanjang hari Sabtu, akhirnya tanpa basa-basi mas Sigit langsung terpakar dengan nyenyak ketika sampai di rumahku..he..he..

 

MENGGELIKAN

Pagi hari kami bangun untuk ke gereja dikarenakan sore hari mas Sigit harus ke Stasiun Gambir untuk pulang. Sesampai di gereja aku tidak bisa menemani mas Sigit dari awal dikarenakan ada masalah di multimedia gereja.

 

Sebuah kejadian yang menggelikan terjadi. Ruang multimedia di gereja tidak terdapat toilet. Jika mau ke toilet pasti harus melewati jemaat. Nah, ketika di ruang multimedia, aku tidak tahan untuk buang air kecil. Aku sudah berusaha sekuat tenaga tetapi tidak kuat lagi. Aku akhirnya keluar ruangan multimedia namun ketika khotbah yang disampaikan papaku…ha…ha.. yang menggelikan adalah ketika aku mau keluar lewat pintu terdekat agar tidak harus melewati banyak jemaat, ternyata pintu tersebut dikunci sehingga dengan membuang rasa malu aku putar badan melewati jemaat yang mungkin tidak akan konsentrasi mendengarkan papaku khotbah karena ada sosok diriku berkeluyuran…he…he…

 

Itu adalah kejadian menggelikan keduaku hari itu berkaitan dengan buang air kecil. Sebelumnya ketika dalam perjalanan ke Jakarta naik taksi, aku juga “kebelet” buang air kecil ketika taksi masih di jalan tol. Tidak ada toilet dan tidak mungkin berhenti di jalan tol. Aduh…sangat menderita diriku berjuang menahan rasa ingin mengeluarkan cairan alami manusia ini. Aku sampai diberikan botol air mineral oleh mas Sigit sebagai antisipasi aku tidak tahan untuk buang air. Aku tetap berjuang sampai akhirnya kami berhenti karena lampu merah aku disarankan supir taksi untuk keluar karena kebetulan ada tempat yang tertutup untuk buang air kecil. Kubuka pintu taksi, lalu berjalan cepat ke tempat tersebut, lalu dengan sedikit berlari aku kembali ke taksi. Ketika aku membuka pintu taksi untuk masuk kembali, aku melihat lampu lalu lintas sudah menunjukkan lampu kuning dan akhirnya ketika pintu kututup lampu hijau menyala…ha…ha..  

 

FUTSAL dan HAINAM

Setelah gereja akhirnya ada kesempatan sedikit santai untuk beristirahat. Mas sigit bisa tidur sejam sebelum akhirnya kami makan siang dan walau mas Sigit akan pulang sore hari, dia mau ikut bermain futsal. Cara main futsal wong Jogja memang beda dengan orang Jakarte ya mas…he…he… komentar mas Sigit “orang Jakarta main futsalnya cepat sekali”. Setelah main satu jam kami pulang dan menyiapkan untuk ke Kalideres untuk selanjutnya mas Sigit naik busway ke Gambir.

 

Menu terakhir yang dinikmati mas Sigit adalah nasi Hainam ala Villa Tangerang Indah. Nasi spesial yang telah membuat banyak orang ketagihan termasuk nona cantik kekasihku Olice Nanga J . Bagaimana pendapat mas Sigit tentang nasi Hainam? Melalui sms-nya dia berkata “dahsyat”

 

SATU YANG KURANG

Akhirnya, episode terakhir petualangan mas Sigit di dunia Jakarta dan Tangerang berakhir ketika berangkat dari Stasiun Gambir jam 20.42. Hampir 38 jam mas Sigit menginjakkan kaki di Jakarta dan Tangerang. Dari Sabtu jam 7 hingga hampir jam 9 malam keesokan harinya. 38 jam yang melelahkan bagiku secara fisik tetapi sangat menyegarkan jiwaku. Hanya satu saja yang kurang… aku lupa mengabadikan momen-momen tersebut dengan kameraku.

Comments