KELEBIHAN DI MATAKU

Akhirnya waktu untuk menulispun aku sediakan. Sebuah kerinduan untuk menulis apa yang bisa aku dapatkan lewat pribadi-pribadi yang ada di sekitarku. Aku terinspirasi Bambang Pamungkas yang bagiku adalah legenda sepakboal Indonesia yang hobinya juga menulis. Website-nya aku sering kunjungi dan aku membeli buku yang berisi tulisan-tulisannya.

Aku bekerja di Departemen General Affair di kantor pusat salah satu bank. Departemen ini sering disebut bagian umum. Setelah lebih dari satu tahun bekerja di bidang ini, aku semakin mengenal rekan-rekan kerjaku. Di departemenku kami hanya terdiri dari 5 orang staf , satu orang penasihat, dan satu Kepala Departemen. Dari 5 orang staf, 2 orang wanita khusus untuk bagian pembayaranm, 1 orang perempuan khusus mengurus kebutuhan alat tulis kantor (ATK) dan outsourcing. Dua orang laki-laki termasuk aku mengurus lapangan, mulai dari pembelian barang, servis kendaraan maupun barang-barang serta renovasi kantor. Membayangkan junmlah cabang yang kami harus layani sebanyak 20 kantor ditambah kebutuhan kantor pusat sendiri, sangatlah penuh perjuangan bagiku untuk semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan semua kantor.

Ria Nasution

Aku ingin menuangkan berkat yang aku dapatkan lewat rekan-rekan sekerja satu departemenku di kantor. Aku dikuatkan lewat pribadi-pribadi yang menjadi rekan kerjaku. Ria Nasution, seorang perempuan Batak Kalimantan yang lebih muda dariku namun sudah duluan kerja di kantor tersebut mengurus ATK dan outsourcing. Tanggung jawabnya tidak berjalan selalu lancar, namun sebuah komitmen dan totalitas tetap ada dalam pekerjaannya. Dia tidak menutupi ketika sedang pusing karena masalah di pekerjaan namun dalam segala kondisi dia tidak bereaksi emosional, namun melakukan sesuai kemampuan dia. Ketenangannya memberkatiku.

Mbak Linda

Ada lagi seorang wanita yang sering aku panggil mbak Linda. Mbak Linda bertanggung jawab mengenai hal pengeluaran dalam bentuk tunai, termasuk mengurus uang parkir dan tol supir-supir kantor. Ketegasannya pada para supir membuat para supir tetap berada pada prosedur yang benar sehingga pertanggungjawaban uang yang mereka pakaipun tidak dipermasalahkan kantor. Dalam ketegasannya bukan berarti kaku. Mbak Linda tetap seorang perempuan lembut yang bersedia membantuku ketika dibutuhkan. Aku bersyukur karena bisa melihat karakter mbak Linda yang memberikanku inspirasi untuk mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan kepada orang lain tanpa takut.

Mbak Mala

Wanita terakhir rekan kerjaku adalah Mbak Mala. Pribadi ini menegurku untuk melihat orang jangan hanya dari sisi pandang negatifnya aja, namun tetap melihat seseorang juga memiliki kelebihan yang bisa menjadi inspirasi. Dia juga sangat berjuang untuk membantuku mencari solusi jika aku ada masalah. Mbak Mala sangat rapi pekerjaannya sehingga setiap ditanya tentang tanggung jawabnya dia dengan mudah menjawabnya dengan dokumen-dokumen pendukung yang telah siap.

 

Pak Ucok

Pak Ucok adalah rekan kerjaku yang paling senior. Pribadi yang sangat humoris sehingga salah seorang Direktur pernah berkata “jika saya melihat Ucok saya tidak bisa marah”. Pribadi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa di Departemen ini dan tidak pelit untuk berbagi ilmu. Diapun sangat dekat dengan anak-anaknya, banyak akal dan tidak menyerah untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua ketika ada masalah. Dia memberikan banyak hal kepada orang lain yang membutuhkan. Ketika seorang office boy kesulitan dalam keuangan untuk kontrakannya, dia mengajak untuk tinggal di salah satu ruko miliknya gratis. Bahkan dia belikan banyak peralatan untu istri office boy itu membuka usaha bakso dan juga es. Gratis dia belikan tanpa meminta imbalan. Dia hanya bilang jika sudah maju nanti bagi hasil saja. Modalnya semua dari dia. Walau akhirnya usaha itu tidak berjalan, dalam segala kejengkelannya karena office boy itu tidak melanjutkan lagi, dia tetap mengasihi office boy itu.

Reka, Abdul dan Pak Susilo

Reka, seorang office boy yang sangat membantuku dalam banyak hal. Dia sangat terbuka untuk menolong dan tidak malas. Setiap orang di kantor senang padanya. Hal-hal sulitpun dia tetap kerjakan. Dia tidak menolak tanggung jawab.

Abdul, salah satu office boy lain yang sangat mengerti tentang ATK dan seluk beluknya sehingga memudahkan Ria dan yang lain untuk mengontrol ATK. Dia sangat berdedikasi pada tanggung jawabnya sehingga administrasi ATK kami pun rapi.

Selain itu, ada satu orang teknisi bernama Pak Susilo. Pribadi yang luar biasa. Dia pun tidak pernah malas untuk melakukan tanggung jawab yang diberikan padanya. Tidak minta apresiasi berlebihan dan sangat ahli dalam hal-hal teknis. Pribadi yang terbuka untuk bekerjasama.

Bapak Sonny Palmy

Kepala Departemenku, bernama Bapak Sonny Palmy. Aku bersyukur mengenal dia. Aku bersyukur dia menjadi kepada departemenku. Dia menguasai hal-hal teknis sehingga bisa mencegah kami melakukan kesalahan teknis. Orangnya sangat detail, sehingga kesalahan angka atau huruf yang bisa merugikan bisa diantisipasi dengan baik. Orangnya sangat menguasai administratif juga sehingga akupun semakin rapi administratifnya berkat pengawasan dari dia.

Masing-masing pribadi di atas memiliki kelebihan-kelebihan di mataku. Sangat memberkatiku.

SETIAP PRIBADI SELALU ADA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN, TERMASUK DIRIKU. AKU BELAJAR UNTUK MENJADI PRIBADI LEBIH BAIK DENGAN BELAJAR DARI  KELEBIHAN ORANG LAIN DAN AKU BELAJAR UNTUK MENGASIHI ORANG LAIN DALAM SEGALA KEKURANGANNYA DENGAN SESUAI KAPASITASKU MENDUKUNG AGAR MEREKA MENJADI PRIBADI LEBIH BAIK. BAGIKU, ORANG-ORANG DI SEKITARKU ADALAH TANGAN TUHAN YANG MEMBENTUKKU MENJADI LEBIH BAIK, SUATU KARYA YANG AGUNG MULIA.

 

Comments