GOAN SUN

Sejak aku bekerja di bank, selalu aku akan banyak berkomunikasi dengan kepala operasional tiap-tiap kantor cabang. Setiap orang sangatlah memiliki karakternya masing-masing. Ada beberapa yang aku lebih mudah berkomunikasi dan ada pula yang tidak terlalu dekat namun bisa bekerjasama dengan baik. Salah satu pribadi yang luar biasa adalah kepala operasional (kaops) kantor cabang di Tanah Abang . jika kaops lain jika mengajukan memo internal lewat email bahasanya memakai bahasa resmi, bapak yang satu ini berkomunikasi denganku seperti seorang teman dengan bahasa yang tidak kaku. J

“CINCIN”

Minggu lalu dia dipindahkan ke Kantor cabang baru di Sawah Besar. Aku semakin sering ketemu dia karena departemenkulah yang bertanggung jawab untuk mengawasi renovasi kantor dan segala kebutuhan pembukaannya.  Aku sudah dengar bahwa dia sakit jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit dan tidak masuk kantor cukup lama. Ada “cincin” yang dipasang di jantungnya agar dia tetap bisa bertahan hidup. Ada makanan-makanan yang tidak boleh dia makan. Kini dia sudah bisa bekerja kembali di kantor.

Hari Rabu lalu, aku bertugas untuk mengambil beberapa barang yang harus disiapkan untuk kantor Sawah Besar tersebut. Jadi dari pagi aku ke kantor tersebut bertemu dengan dia. Ada sesuatu yang sangat memberkatiku dari pembicaraan kami ketika kami makan siang bersama. Kebetulan kami sama-sama membawa makanan dari rumah.

SEMBUNYI-SEMBUNYI

Dia mengatakan sekarang dia tidak bisa lagi minum kopi lagi. Namun, yang paling menjadi berkat bagi dia adalah dia tidak lagi merokok. Dia sangat-sangat bersyukur karena dia mengalami penyakit jantung ini. Dia melihat inilah cara Tuhan untuk membuat dirinya menjadi pribadi yang diinginkan Allah, semakin menjadi pribadi yang lebih baik. Selama ini dia berusaha sendiri untuk tidak merokok namun tidak pernah berhasil. Dia melayani di gereja sudah sekian lama sehingga ketika dia harus merokok dia pasti merokok sembunyi-sembunyi. Dia tahu bahwa dia munafik  namun dia gagal terus untuk berhenti merokok. Dia mengatakan ada KETENANGAN dan DAMAI SEJAHTERA serta KEBEBASAN dalam hati saya ketika tidak lagi merokok. Dia tidak perlu sembunyi-sembunyi merokok. Dia tidak lagi merasa munafik karena mengajar anak sekolah minggu namun masih merokok. Anaknya dia larang merokok kini bisa melihat teladan dari ayahnya sendiri.

DIa berkata padaku bahwa Allah menggunakan hal-hal yang sangat KERAS pada dirinya karena Dia mengasihinya. Jika cara lembut tidak berhasil menegur manusia, Allah memberi teguran keras agar manusia bertobat dan menjadi  pribadi yang diinginkan-Nya, memiliki karakter KRISTUS.

MABUK DAN KEGUGURAN

Ketika awal-awal menikah, dia bercerita bahwa dia sering mabuk dan jika istrinya yang sedang hamil datang ketika dia mabuk, dia marah kepada istrinya. Akhirnya, dua kali istrinya keguguran.  Bahkan yang terakhir ketika anaknya usia 7 bulan sudah meninggal di dalam rahim istrinya namun karena belas kasihan Tuhan tetap bisa dikeluarkan dan istrinya selamat.

Itu adalah TEGURAN KERAS  yang membuat dia berhenti mabuk. Lewat penyakit jantung yang dialaminya TEGURAN KERAS membuat dia akhirnya BERHENTI MEROKOK.

Sebuah makan siang yang membuatku hatiku menangis bersyukur kepada Tuhan karena bisa diberikan kesempatan untuk mendapatkan kesaksian luar biasa. Aku sangat ditegur agar aku peka pada teguaran-teguran Tuhan lewat berbagai cara agar aku menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan marah pada Tuhan, namun mengevaluasi diriku , kebiasaan, karakter atau hal-hal lain apa yang harus aku hilangkan dalam diriku dan menjadi pribadi yang semakin menunjukkan terang-Nya dalam hidupku. Nama bapak kaops tersebut adalah Bapak Goan Sun. Terima kasih pak Goan karena pengalaman hidupmu menjadi kesaksian yang memberikan pelajaran berharga bagi diriku.

Comments