Drama (siaran langsung ) dengan berbagai peran

Tidak terasa sudah masuk bulan Maret 2011. Rasanya seperti baru berdoa tengah malam bersama papa mama dan adik-adikku untuk bersyukur tahun yang baru.

Review

Lebih kompleks namun juga membuatku terkagum ketika merenungkan dalam hidupku ada berbagai peran yang aku mainkan. Tak perlu meluangkan waktu yang banyak untuk melihat  dan me-"review" begitu luar biasanya Allah mendesain peran-peran di hidupku.

Anak dan karyawan

Peran sebagai seorang anak. Apakah aku sudah menghormati dan menghargai orang tua. Ketika aku mencuci baju yang kupakai selama seminggu, aku membayangkan bagaimana begitu banyaknya baju yang telah dicuci oleh mamaku selama masa pertumbuhanku di masa kecil. Mencuci seminggu sekali baju ataupun cuci kaos kaki dan pakaian dalampun tidak bisa masuk hitungan sehingga tidak pantas aku menolak melakukan semua itu dengan alasan capek kerja. Dan kubayangkan setiap permintaan dari kedua orangtuaku untuk melakukan pekerjaan rumah, sangatlah tidak bijaksana jika aku menolaknya karena malas.

Peran sebagai karyawan sebuah perusahaan. Bagaimanakah sikapku kepada atasan yang mungkin sangat menjengkelkan namun tetap mengasihi dia dan berusaha dengan penjelasan yang baik dan berhikmat memberikan saran kepada dia. Lalu berdoa bagi dia , dalam keluarga dan pekerjaannya. Melakukan tanggung jawabku dengan maksimal, bukan malas-malasan atau bahkan menganggap enteng atau merasa sudah cukup walaupun sebenarnya belum.

Spesial relationship

Peran sebagai kekasih, apakah diriku bisa berkomunikasi dengan baik dan jujur dan membagikan kasih. Semakin memahami karakter dia dan menerima dia dalam segala karakternya dengan selalu menempatkan Allah sebagai pemilik relasi kami.

Gereja dan JOY

Peran sebagai anggota pemuda di gereja. Bukan sebagai pengurus, apakah diriku tetap komitmen dan melayani sesuai bagianku. Tanggung jawabku di kebaktian umumpun seperti itu.

Peran sebagai alumni JOY. Apakah aku tetap dengan kapasitasku berkomunikasi dan menjembatani komunikasi di antaran teman-teman alumni yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

Bukan hanya satu

Setiap pribadi Allah berikan peran lebih dari satu. Mungkin ada yang masih sekolah atau mungkin ada yang sudah melayani sebagai hamba Tuhan.

Salah satu atau banyak peran di atas bisa aku gunakan sebagai alasan pembenaranku untuk mengelak dari pertanggunganjawabku pada salah satu peran lain yang aku abaikan atau aku tidak lakukan dengan semangat.

Jika Allah mengijinkan aku memiliki peran-peran tersebut, maka Allah tidak akan meninggalkanku sendirian. Sebuah kalimat yang kutuliskan dengan iman. Bukan berarti semuanya akan berjalan mulus. Yang pasti, selalu yang menjadi hal bagiku sangat penting adalah RELASI dengan Allah tetap terjaga (relasi terjadi jika secara pribadi kita menerima Yesus sebagai Juruselamat—khotbah ko Jimmy) dan melihat setiap peran-peran dalam hidupku adalah cara Allah menjadikan aku lebih baik dan menjadi berkat bagi orang lain. Masalah pembagian waktu, tenaga dan pikiran selalu menjadi tantangan yang tidak akan pernah selesai. Tidak ada orang yang tidak bergumul dalam hal tersebut. Yang terpenting adalah respon terhadap situasi dalam setiap peran yang ada dalam hidupku.

Dunia ini penuh sandiwara (dalam pengertian banyak pribadi yang tidak tahu tujuan hidupnya sehingga memaikan peran yang bukan sesuai kehendak Allah bagi hidupNya)… peran yang Allah berikan bukanlah sandiwara… namun DRAMA yang disiarkan LANGSUNG tanpa ada siaran ulang dalam hidupku dengan peran-peran berbeda dalam tiap episodenya tanpa ada siaran ulangnya. Apakah aku sudah dengan maksimal dengan mengandalkan Allah melakukan tanggung jawab setiap peran dalam hidupku?

Comments