RUANG SERVER = RUANG BERKAT

Aku kerja di departemen General Affairs – istilah lainnya Bagian Umum. Salah satu tanggung jawabku adalah pembelian barang-barang kebutuhan kantor pusat dan kantor cabang. Pada awal tahun ini perusahaanku membeli mesin absensi menggunakan sidik jari. Pemasangannya di kantor pusat harus aku damping. Singkatnya, mesin tersebut terhubung dalam jaringan internet kantorku, sehingga harus di”setting” di ruang server IT.


Ketika aku mendampingi orang yang mengatur instalasi mesin tersebut, aku mencoba membangun pembicaraan dengannya supaya tidak kaku. Kami ngobrol tentang sejak kapan kerja di perusahaan masing-masing hingga saling bertanya background pendidikan kami masing-masing.


Tidak disangka, dia ternyata bukan lulusan teknik informatika, tetapi menjadi teknisi IT di perusahaan penyedia mesin absensi tersebut. Dia adalah lulusan EKONOMI AKUNTANSI. Namun, dia mengakui memang dia sejak belajar sudah berminat di dunia IT.


MENIKMATI

Singkat cerita akupun mengungkapkan bahwa aku juga baru di perusahaanku dan bidang tempat aku bekerjapun adalah bidang yang baru bagiku. Departemen tempat aku bekerja lebih banyak prioritas kemampuan teknis daripada administrative. Sedangkan aku bisa mengenal diriku sendiri lebih dominan kemampuan administratifnya daripada teknis. Semuanya serba tidak ideal kalau dilihat dari latar belakang pendidikan dan pengenalan diri sendir.


Namun, satu hal yang dia sadari dan dia bagikan yang menjadi berkat bagiku, menyegarkan aku kembali ialah, dia pun pernah mengalami masa-masa yang sulit karena ketidakcocokan dalam pendidikan dan pekerjaan, namun dia BELAJAR UNTUK MENIKMATI TANGGUNG JAWABNYA SAAT ITU.


Aku diingatkan dan didorong kembali semangat dalam pekerjaanku walau sangat berbeda jauh dari yang idealnya mungkin aku harapkan. Ini bukan berarti memaksa diri, namun aku sadar bahwa dalam segala perbedaan, pekerjaanku sekarang aku bisa lakukan. Yang perlu aku jaga adalah KENIKMATAN dan PELAJARAN dari pekerjaan tersebut. Aku belajar banyak hal dari pekerjaanku, baik dalam tanggung jawabku maupun mengenal dunia kerja serta orang-orang di dalamnya.


Aku tetap berdoa pada Tuhan ke manakah Tuhan  tempatkan aku selanjutnya. Di tulisan yang pernah aku buat, aku pernah sampaikan ini. Aku masih merindukan sekolah lagi dan aku belum tahu bidang apa. Aku juga merasakan ketertarikan untuk mengajar… apakah benar memang tertarik atau karena adikku baru diterima sebagai dosen, lalu adikku satunya juga dulu ngajar selama kuliah Psikologi, lalu papaku juga pernah jadi dosen. Hmm… sebuah hasrat yang sepertinya besar, namun aku belum berani yakin 100%. Masih menantikan “tanda-tanda” lebih jelas dari Tuhan di manakah aku bisa melayaninya.


"DISEKOLAHKAN"

Ruang server yang sebenarnya sekedar bagian dari tanggung jawab pekerjaan sudah menjadi RUANG BERKAT bagiku saat itu karena memberikan pengalaman yang memberi pelajaran yang penting.Yang pasti aku sekarang “disekolahkan” Allah di perusahaanku untuk mendapatkan banyak pengalaman yang memberikan banyak pelajaran untuk bekal ke “naik kelas” selanjutnya. Sekali lagi, MENIKMATI TANGGUNG JAWAB yang jika dilihat sudut pandang penilaian diriku sendiri sangat tidak cocok bagiku adalah “mata pelajaran” yang harus aku ambil dan harus bisa lulus dengan nilai yang membuat Allah tersenyum

Comments