GI SUSANTI @ GKY VTI

Sebuah khotbah yang sangat memberikan pelajaran bagiku, ketika ibadah Komisi Pemuda GKY Bajem VTI. Pengkhotbahnya adalah GI Susanti yang melayani di GKY Puri Indah. Agar aku bisa selalu mengingatnya, aku mencoba menuliskan garis besar pesan yang disampaikan melalui firman Tuhan saat itu.

Manusia jatuh dalam dosa, bisa di baca dalam kitab Kejadian 3: 8 -12. Secara umum, ada 4 hal yang menjadi akibat dari dosa.


AKU dan ALLAH

Pertama, relasi dengan Allah menjadi menjauh. Setiap kita berbuat dosa, relasi kita dengan Allah menjadi sangat berbeda. Adam dan Hawa ketakutan ketika dosa, sehingga mereka bersembunyi ketika mendengar Allah berjalan di taman Eden.


Sudah tahu mereka bersalah, namun mereka masih tidak mau mengakuinya. Ketika ditanya Allah ke manakah mereka, jawaban yang disampaikan adalah jawaban “ngeles” – cari alas an pembenaran, dengan mengatakan bahwa merek malu karena telanjang. Mereka tidak mengakui bahwa mereka sudah berdosa karena makan buah yang diarang Allah. Allah itu lebih pintar dari manusia yang suka “ngeles” . Allah bertanya, kenapa kalian tahu bahwa diri kalian telanjang? Tentu tanpa perlu dijawab mereka sudah tahu jawabannya adalah karena sudah memakan buah yang dilarang. Allah tidak bodoh sehingga apapun pembenaran yang kita ajukan untuk menghindari konsekuensi dosa kita, Allah tetap tidak akan tertipu.


Allah adalah pribadi dengan kasih yang luar biasa yang tidak dapat dibandingkan dengan pribadi manapun. Dalam kejatuhan kita, Dia yang berinisiatif untuk datang mencari kita, memberikan KASIH-Nya kepada kita dalam keadaan kita yang berdosa. Bayangkan kita sebagai orang tua ketika anak kita nakal, kita pasti menegurnya . Kalimat demi kalimat, lalu mungkin dicubit, dipukul, namun “ektrimnya” karena kita tetap bandel, kita “dilepas” terserah mau berbuat apa. Mungkin saat kondisi itu terjadi, Allah sudah sangat jengkel kepada kita. Tetapi berbagai cara Allah lakukan agar membuat kita bertobat. Jangan sampai Allah member pelajaran yang sangat menyesakkan hati kita untuk membuat kita merendahkan diri di hadapanNya dan taat kepada perintahNya.


"MATI RASA"

Jika kita tidak peduli dengan dosa yang kita lakukan alias “mati rasa” dampaknya kurang lebih bisa digambarkan dengan seseorang yang urat saraf tangannya sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tangannya tidak merasakan apapun. Jika dia memegang barang yang panas, dia tidak merasa panas. Namun, akibatnya tetap dia rasakan, yaitu melepuh dan tangannya bisa semakin rusak. Kita “mati rasa” terhadap dosa yang kita lakukan, penderitaa karena mati rasa akan membuat hidup kita semakin hancur.


AKU dan ENGKAU

Kejatuhan dalam dosa juga menyebabkan relasi dengan sesama menjadi rusak. Lihatlah Adam yang menyalahkan Hawa, dan Hawa menyalahkan ular. Kain berani membunuh saudaranya Habel, bukan karena dia nonton film pembunuhan atau bergaul dengan anak-anak nakal, namun karena dosa relasi dengan sesama. Imajinasikan bagaimana Adam dan Hawa menangis ketika melihat Habil dibunuh Kain. Mungkin mereka menangis karena mengingat dosa mereka membuat anak merekapun sampai berani membunuh karena iri pada saudaranya.


AKU dan AKU

Citra diri kitapun menjadi rusak dikarenakan dosa. Rasa tidak percaya diri atau merasa tidak diterima, cepat menyerah, banyak putus asa, merasa tidak ada orang yang mengasihi, bahkan ekstrimnya adalah tidak menghargai dirinya lebih baik daripada uang sehingga “menjual” dirinya demi mendapatkan uang, bahkan bunuh diri karena “mengasihani” dirinya yang dirasa selalu tidak mendapat kebahagiaan bisa menjadi ciri-ciri tidak menerima diri sendiri akibat dosa, sama seperti Adam dan Hawa ketika merasa tidak berani bertemu dengan Allah karena merasa telanjang.Bersembunyi dari Allah karena merasa bersalah


AKU dan ALAM

Dan yang terakhir adalah rusaknya hubungan kita dengan alam. Sebelum jatuh dalam dosa Allah memberikan hak kepada manusia untuk memberi nama kepada semua binatang. Membayang satu per satu binatang datang kepada Adam dan dia member binatang-binatang tersebut nama. Jadi singa, harimau, elang, buaya datang tanpa manusia merasa takut dan begitu sebaliknya. Sekarang, bumipun semakin merasakan dampak pemasanan global karena ekploitasi alam oleh manusia demi kepentingan manusia.

Jadi, bersama dengan Allah dan pribadi-pribadi yang kita percayai untuk mendukung kita, mari kita membuang dosa-dosa yang masih ada diri kita sehingga kita tidak mengalami akibat dosa lagi. Bertobatlah agar relasi dengan Allah dan sesama dipulihkan dan juga citra diri kita dipulihkan.



Comments