Apakah Allah masih mengasihiku?

Usiaku saat menulis rangkaian kalimat ini adalah 28 tahun. Sejak lulus dari kuliah di Universitas terkenal di dunia Atma Jaya Yogyakarta aku langsung “kerja” di Yayasan JOY. Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa Kristen dan Katolik yang kuliah di Yogyakarta.

Part I: J- Jesus First – O – others second – Y – you third

Sejak kuliah aku sudah bergabung di JOY. JOY adalah dunia keduaku setelah kampus. JOY adalah tempat di mana aku menemukan banyak sahabat bahkan seseorang yang menjadi calon pasangan hidupku sekarang. Yang terutama adalah aku mengalami banyak pengalaman yang membuatku banyak belajar mengenai Allah dan sampai sekarang masih berjuang untuk terus menghargai Dia dan mengasihi Dia di semua sisi kehidupanku.

 

Tidak ada yang mudah dalam kehidupan di dunia kampus dan semakin dibentuk ketika aku tamat dan terlibat full time di JOY. Aku mengalami banyak pengalaman hidup yang memberikan banyak pelajaran yang sangat berharga.

Part II: DH

Di awal tahun 2009 aku tidak lagi melanjutkan hidupku secara langsung di JOY. Aku kembali ke Tangerang untuk tinggal bersama orangtuaku dan mencari pekerjaan dari sana. Mencari pekerjaan bukanlah pekerjaan yang mudah seperti membalik telapak tangan. Berbagai cara aku lakukan untuk mencari pekerjaan, melalui email maupun mengirimkan lamaran via kantor pos. Aku juga mengirimkan lamaran di perusahaan yang di dalamnya temanku bekerja agar bisa dibantu untuk memberikan rekomendasi. Ada beberapa panggilan namun belum diterima hingga Oktober 2009 aku diterima menjadi guru pengganti mata pelajaran Ekonomi di SMA Dian Harapan (DH) Lippo Karawaci.

Aku menjadi guru pengganti karena guru sesungguhnya sedang cuti hamil. 3 bulan aku menjadi guru pengganti dari Oktober- Desember 2009. sebuah pengalaman yang tidak pernah aku sesali. Aku menulisnya dalam sebuah note ketika masa kerjaku akan berakhir di bulan Desember 2009.

Part III: General Affairs

Sekarang aku bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Sebuah perusahaan yang sedang berkembang. Aku bekerja di departemen General Affairs (GA) yang juga sering disebut bagian umum. Setiap hari aku berangkat dari Tangerang naik motor ke tempat penitipan di daerah Karawaci lalu dari sana naik bis ke Jakarta dan turun tepat di depan kantorku.

Awal-awal aku kerja di sana aku naik motor dari rumah langsung ke kantorku. Aku sangat merasa letih karena harus konsentrasi pergi dan pulang naik motor di tengah lalu lintas Jakarta yang luar biasa padat dibandingkan dengan kota Yogyakarta. Aku takut nanti karena kelelahan kurang konsentrasi sehingga bisa tertimpa kecelakaan

Setelah aku naik bis, ternyata aku malah mengalami kejadian yang Belum pernah aku alami sebelumnya ketika naik motor langsung ke kantor. Aku mengalami kecelakaan yang membuat aku pindah kamar tidur di ICU Rumah Sakit selama 4 hari dan total aku di menginap di rumah sakit selama 3 minggu. Ada notes yang aku tulis mengenai pelajaran yang aku dapatkan setelah kejadian tersebut

17 Desember 2009

Saat ini, tepat satu tahun yang lalu pada tanggal 17 Desember 2009 yang lalu aku masuk kerja di perusahaan aku sekarang. Tidak terasa sudah satu tahun mengalami sebuah pengalaman yang benar-benar baru bagiku.

Aku pertama kalinya kerja di sebuah perusahaan dan perusahaan tersebut berada di kota yang sebenarnya jika diperkenankan Allah untuk memilih, maka aku tidak akan memilih bekerja di kota ini. Ibukota Negara Indonesia, Jakarte…

Pengalaman bekerja di departemen yang lebih banyak membutuhkan kemampuan di bidang teknik dibandingkan administratif. Hal ini berbeda jauh dari karakterku yang lebih dominan keahlian administratifnya. Aku belajar mengenai dunia kerja dan segala cirri khasnya dengan luar biasa. Aku bisa mengalami sendiri bahasa-bahasa yang sering menyerempet “seks” itu hal yang biasa. Bahkan yang selingkuhpun aku bisa temui. Aku juga bisa melihat dalam dunia kerjapun ada orang-orang yang tetap punya komitmen dalam relasi mereka dengan Allah. aku bisa belajar di dunia kerja atasan adalah pribadi yang harus kita hormati dan kita belajar untuk semaksimal mungkin memenuhi permintaaanya dengan tetap mengungkapkan pendapat kita dengan bahasa komunikasi yang bijaksana sehingga tidak dianggap terlalu kritis dan tidak bersahabat dengan atasan.

Cara menghadapi masalah atau tantangan ada pelajaran yang paling utama yang aku dapatkan. Aku sungguh dibentuk luar biasa dalam “mata kuliah” ini. Aku belajar untuk tidak melarikan diri, tidak bergantun pada orang lain atau melemparkan hal itu kepada orang lain. Tidak mudah dan jatuh bangun aku belajar mengenai hal ini. Tantangan yang ada sangat berbeda dan lebih bervariasi dibandingkan tantangan yang ada di Yogyakarta.

Jakarta suasana macet sudah biasa, sehingga aku sebelumnya alergi menjadi biasa. Kerja sampai malam itu biasa, jadi pulang ke rumah minimal jam 9 itu sudah bagus. Itu yang tidak aku suka dan aku berusaha untuk memikirkan ke depan bagaimana bisa bekerja atau mencari kerja yang membuatku bisa punya waktu yang banyak SETIAP HARI bukan hanya AKHIR PEKAN SAJA berkumpul dengan keluarga saja. Aku masih berdoa dan peka untuk pintu-pintu yang Allah bukakan.

Aku juga merasakan kerinduan untuk sekolah tetap ada. Aku rindu belajar tentang konseling namun aku juga rindu belajar semakin dalam mengenai dasar-dasar imanku sehingga dengan lebih jelas aku bisa bagikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Tiap pengalaman hidup selalu memiliki warna ciri khas tersendiri yang Allah berikan kepadaku. Di Yogyakarta aku bisa belajar berbeda dengan pelajaran yang aku dapatkan di Dian Harapan dan juga berbeda pula dengan apa yang aku dapatkan di Jakarte…

Aku bersyukur karena aku melihat kasih Allah lewat setiap pelajaran yang Ia berikan kepaku hingga hari ini. Aku yakin kekayaanku yang terbesar bukanlah harta dalam uang sekarang, namun kasih dari Allah yang terwujud bukan hanya lewat kasih keluarga dan teman-temanku, namun dari “mata kuliah-mata kuliah” yang tidak pernah Ia berhenti berikan kepadaku. Jika tidak ada pelajaran lagi yang aku dapatkan di dalam kehidupanku, itu yang membuat aku bertanya “apakah Allah masih mengasihiku?”… Selamat merayakan hari kelahiran Juruselamat kita saudaraku, kasihNya tidak berhenti ketika Juruselamat mati bagi kita di kayu salib, namun kasihNya hadir lewat gelombang “mata kuliah” kehidupan yang tidak pernah berhenti dalam hidup kita.

Comments