Pamulang

Suatu Sabtu, aku hendak pergi ke pernikahan rekan kerja di perusahaanku. Acara pernikahan dan resepsi diadakan di daerah Pamulang, Tangerang Selatan.

Aku sudah sering dengar daerah tersebut. Dan aku sudah pernah ke daerah itu dari kantor (Jakarta Selatan) untuk mengunjungi salah seorang driver perusahaan yang kecelakaan. Tempat rekan kerjaku menikah dekat dengan rumah dari driver tadi dan aku juga bersama rekan yang lain setelah mengunjungi driver itu sempat mampir ke rumah rekan kerjaku yang menikah itu untuk mengantarnya pulang.

Lain ceritanya pada hari sabtu ketika acara pernikahannya karena aku harus pergi sendirian dan dari rumahku bukan dari kantor. Aku tidak tahu jalannya.

Aku janjian dengan rekan-rekan perusahaanku yang lain yang mau datang di satu tempat di Pamulang, yaitu Universitas Pamulang.Aku tahu tempat itu namun jalan ke universitas itu yang aku tidak tahu.

UNPAM tujuanku

Bertanyalah diriku dengan Papaku yang beberapa kali ke Pamulang untuk pelayanan. Dia memberikan petunjuk arah ke Pamulang. Maka berangkatlah diriku sendirian naik motor ke Pamulang mengikuti petunjuk dari Papaku. Petunjuk tersebut jelas dan akhirnya sampailah aku di UNPAM alias Universitas Pamulang.

Allah memberikan pengalaman-pengalaman yang terlihat sederhana untuk aku bisa belajar sesuatu dari pengalaman tersebut.

Dari perjalanan ke Pamulang tersebut ternyata memberikan kesegaran luar biasa mengenai hidup.

AKU YANG MEMUTUSKAN

Aku belajar bahwa aku pada akhirnya haruslah mengambil keputusan, bukan orang lain. Aku bisa memutuskan untuk tidak pergi ke Pamulang dengan alasan aku tidak tahu jalan ke sana. Namun aku mengambil keputusan untuk pergi kesana.

Aku mengambil keputusan untuk pergi ke sana karena aku tahu aku harus ke sana untuk menghargai relasiku dengan teman kerjaku. Aku tahu tujuan ke sana itu sangat penting. Keputusan selalu diambil ketika ada dasar yang sangat penting yang menjadi tujuanku.

Aku belajar untuk bertanya pada orang yang tepat. Tidak mungkin aku bertanya pada orang yang tidak tahu daerah Pamulang. Aku belajar mempercayai petunjuk dari Papaku. Bisa saja aku bertanya tetapi ragu dengan petunjuk yang diberikan sehingga aku tidak jadi pergi.

Relasi dengan Allah juga adalah sebuah keputusan. Mengaku Allah mengorbankan Yesus untuk mati bagiku menebus semua dosaku adalah sebuah keputusan penting. Itu adalah keputusan pribadi. Bisa saja aku  TAHU tentang Yesus namun TIDAK MENGAMBIL KEPUTUSAN untuk PERCAYA DIA SEBAGAI JURUSELAMATKU.

SOP KEHIDUPAN
Belajar tentang kehidupan perlu bertanya kepada pribadi yang tepat selain juga memercayai pribadi dan petunjuk dari pribadi tersebut. Allah memberikan firmanNya melalui Alkitab dan sudah seharusnya aku bisa membaca dan merenungkan Firman Allah agar mengerti petunjuk tentang kehidupan.Seperti tiap perusahaan memiliki SOP (standard of operational procedure), Alkitab adalah SOP kehidupan bagiku

Comments