KEBISINGAN

Meskipun kita sudah berjanji kepada diri kita sendiri dan kepada Tuhan bahwa tahun ini akan berbeda, banyak dari kita terus bergumul dengan gurita keras kepala berkaki delapan yang disebut "kesibukan". kita selalu menemukan diri kita berusaha terlalu keras, pergi terlalu jauh, berusaha melakukan terlalu banyak hal.

Apakah saya benar? bukankah "hal yang mendesak" telah membungkus tentakel-tentakelnya yang kuat tahun lalu? meskipun anda tahu bahwa rahasia mengenal Allah mengharuskan "sikap diam" (Mazmur 46: 11 -- bahasa Ibrani aslinya berkata, berhentilah berjuang -- lepaskan, relaks!), Anda sudah mulai meRASIONALkan kesibukan anda. Tetapi dengan melakukannya, anda menghentikan perkembangan karakter anda.

apakah anda menyadari bahya dari kehidupan tanpa privasi? apakah anda tahu bahwa kurangnya waktu untuk sendiri bersama Allah mengawali kehancuran rohani.

dipakai oleh Allah. Adakah sesuatu yang lebih menguatkan, lebih memuaskan daripada dipakai Tuhan? Mungkin tidak, namun ada sesuatu yang lebih mendasar: bertemu dengan Allah, tinggal dalam hadiratNya, tidak menghiraukan kebisingan dunia.

(dari buku The Quest for Character-- dikutip di buku The Stregth of Character-- Charles S. Swindoll)

Comments