KECELAKAAN 19 ARPIL 2010

Setiap orang bisa memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu masalah. Ada yang menganggap masalah itu adalah bagian yang akan selalu ada agar bisa sukses, tetapi ada yang menganggap masalah harus dihindari sehingga ketika mengalami masalah, maka rasa stres yang luar biasa menghinggapinya. Bisa jadi ketika ada masalah orang menyalahkan keluarga, orang-orang di sekitarnya atau marah besar pada Tuhan, mengganggap Tuhan tidak adil. Ada yang ketika menghadapi masalah bersyukur dan berusaha dengan semangat mencari jalan keluar terbaik.  Intinya setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap situasi yang dihadapinya.

Ketika hampir 3 minggu di Rumah Sakit saya baru benar-benar “bangun” dan sadar bahwa saya sedang mengalami kecelakaan besar dan harus opname lama di Rumah sakit, bahkan sempat mampir di ICU beberapa hari. Saya tidak ingat bagaimana skenario kecelakaan saya. Saya juga tidak ingat siapa saja yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan uang bagi saya selama saya tidak “bangun”

GURU PALING KREATIF

Saya belajar dari kecelakaan ini bahwa Allah adalah guru paling kreatif dan konsisten mengajarkan saya banyak hal sampai saya dipanggil olehNya kelak. Dia mengajarkan tanpa mengenal waktu, lokasi apalagi cara. Selalu yang memberi kesan luar biasa adalah pelajaran yang Dia berikan saat waktu, lokasi dan cara yang sangat tidak saya inginkan. Tetapi karena saya tidak inginkan itulah saya benar-benar serius mempertanyakan apa maksud Allah sehingga saya benar-benar banyak mendapatkan pelajaran sangat berharga bagi diri saya, keluarga saya, orang-orang terdekat saya dan lainnya.

Selama kehidupan saya “anggap” biasa saja, sering pelajaran dari Allah tidak saya perhatikan karena fokus saya adalah bagaimana saya bisa mendapatkan bekal untuk hidup hari berikutnya. Ketika tidak ada hal-hal yang menegangkan bagi pikiran saya, dengan mudah perjumpaan dengan Allah menjadi rutinitas yang tidak menjadi prioritas.

Saya melihat kasih Allah tidak pernah hilang bagaimanapun keadaan kita. Yang terpenting adalah respon kita yang benar terhadap keadaan hidup kita yang tidak bisa semuanya kita kendalikan. Respon yang benar akan membuat keadaan tidak dipersalahkan sehingga ada banyak waktu untuk menjadi lebih baik.

KASIH ITU TIDAK HITUNG-HITUNGAN

Kasih Allah terpancar sangat luar biasa lewat jemaat GKY Bajem VTI berbondong-bondong mengunjungi saya walau untuk masuk ke ruangan ICU di jam  berkunjung, maksimal 2 orang sekali masuk sehingga harus ada antrian berkunjung. Saya sangat mengucap syukur dan menghormati setiap jemaat GKY Bajem VTI dengan segala bentuk dukungannya. Satya diceritakan bagaimana rombongan tim bulutangkis tidak pulang ke rumah tetapi langsung mengantarkan saya ke rumah sakit dan ada yang pulang dini hari. Saya belajar kasih selalu melihat orang lain yang perlu dikasihi tanpa ada hitung-hitungan dengan apa yang didapat oleh diri sendiri

Belum lagi teman-teman kerja saya, termasuk CEO Bank saya yang datang mengunjungi dan memberikan buku Our Daily Bread 2010 yang merupakan salah satu buku favorit saya. Kepala Departemen HRD datang ke rumah saya ketika mengunjungi saya kedua kalinya. Rekan-rekan alumni persekutuan saya di Jogja, adik-adik SMA Dian Harapan yang dulu saya ajar, serta relasi saya selama kerja di bank juga datang. Belum lagi yang tidak datang tetapi lewat doa dan dana sangat luar biasa memberikan kesaksian Allah itu menyebar kasih yang luar biasa. Terima kasih semua untu segala bentuk dukungan yang luar biasa. Sangat berarti bagi saya.

SAYA JADI BAYI DAN SAYA BANYAK KETAKUTAN

Saya belajar bagaimana seorang bayi ternyata memang harus sabar didukung ketika belajar jalan karena saya juga harus berjuang keras untuk bisa jalan lancar dan tidak kaku. Saya bisa mengerti betapa kadang bayi itu malas untuk belajar jalan dan ingin digendong terus. Tidak mudah belajar jalan lho.. saya juga belajar sabar terhadap proses. Karena kepala saya terbentur ketika kecelakaan sehingga ada saraf yang kena, maka perlu ada proses pemulihan saraf. Tidak bisa langsung sembuh sehingga saya tidak bisa langsung kerja.

Ada banyak ketakutan terpintas di pikiran saya mengenai apakah saya tetap bisa kerja setelah lebih 1 bulan tidak masuk kerja, apakah ada uang cukup karena asuransi di tempat saya kerja tidak bisa sepenuhnya menutupi semua biaya yang sangat besar, kapan saya bisa main bola J semua ketakutan itu memang kadang muncul, tetapi selalu saya ucapkan doa kepada Allah, mohon hikmat sesuai waktuNya dalam mengambil keputusan dalam hal-hal ini. Selalu Allah berikan pemikiranNya sesuai waktuNya bukan waktuku.

SAYA TIDAK MENOLAK

Saya ingin selalu menjaga agar hati saya dilembutkan untuk tidak menolak pelajaran dari Allah dengan cara, waktu dan tempat yang sering saya tidak inginkan karena saya tahu Dia adalah guru Agung yang ingin menjadikanku pribadi yang lebih baik dari sekarang.

Comments