Tik..tik..tik..(after enlightment)

Jakarta adalah kota dengan banyak jalan. Yang menjengkelkan adalah jika kita tidak tahu jalan, maka akan sangat sulit kita bisa cepat sampai ke tujuan. Jika kita salah jalan, kita kebanyakan harus jalan jauh dulu untuk berbalik kembali ke jalan yang kita tuju. karena itu ketika mau ke Jakarta, selalu harus mengetahui tujuan dan jalan menuju tujuan tersebut. jika kita tidak tahu, paling tidak kita perlu ditemani seseorang yang kenal Jakarta dan jalan-jalannya seperti temanku Tegar Jelek Dalam hidup, mirip juga dengan kota Jakarta. ada banyak jalan yang harus ditempuh. Tujuan yang Tuhan siapkan bagi kita. Sayangnya, kadang kita mengambil jalan yang salah. yang menjadi pertanyaan, jika berjalan di Jakarta kita pasti bisa kembali ke jalan yang kita tuju walau kadang untuk kembali ke jalan tersebut harus berbalik di jalan yang agak jauh, bagaimana dengan kehidupan? Apakah Tuhan tetap pada tujuan yang sama ketika kita belum mengambil jalan yang salah atau Tuhan memberikan tujuan yang baru untuk kita jalani? Tujuan dalam pengertiannya Tuhan mungkin bukan satu pekerjaan atau satu pelayanan atau satu tempat atau satu kesibukan. Tuhan punya rencana bahwa setiap orang menyenangkan hatiNya, bahwa setiap orang menjadi berkat bagi orang di sekitarNya, bahwa setiap orang menjadi semakin sempurnya karena pembentukan atau proses pendewasaan yang Ia berikan padanya. Jadi, tujuannya tetap sama, tetapi karena jalan yang sudah diambil salah, maka jalan menuju tujuan tersebut tidak lagi sama dengan sebelumnya, itu berarti tidak berbalik arah kembali ke jalan yang sama, tetapi mengambil jalan yang lain yang tetap pada akhirnya bisa mencapai tujuan tersebut. Namun, tiada yang mustahil bagi Dia. Dia Allah yang Maha Kuasa. Apa saja Dia bisa lakukan, sehingga Dia pun bisa menempatkan aku kembali ke jalan yang lama sebelum aku memilih jalan yang salah. Tetapi apakah itu intinya? Entah jalan yang baru atau jalan yang lama, ada saat di mana kondisiku berada pada sebuah kondisi kebingungan. ada rasa tertekan dan putus asa. Naik turun perasaanku. kadang optimis, kadang juga down. entah bagaimanapun kondisi perasaanku, ku belajar untuk tidak pernah bergantung pada kondisi atau perasaanku sekarang, tetapi bergantung pada firman Tuhan. Ketika dalam kondisi bingung, down atau tertekan, bisa juga aku sharing kepada sahabat-sahabatku, bisa juga aku refreshing dengan jalan-jalan, bisa juga aku refreshing dengan main game atau baca buku...tetapi itu semua bukan yang utama... Kembali lagi,yang bisa aku rasakan adalah Tuhan mengharapkan aku bertahan dalam kondisi bingung, tertekan atau down itu. Bertahan dengan tetap berpegang pada firmanNya. God, i believe in You...
"...; yet they cannot fathom what God has done from beginning to end." (Eccleslastes 3:11b) "Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkhotbah 3:11) kembali ku memainkan gitarku dengan lagu favoritku.."ku di tanganMu, ku di hatiMu, di pikiranMu, di rencanaMu, tak pernah ku sendiri...ku di tanganMu, ku di hatiMu, di pikiranMu, di rencanaMu, tak pernah ditinggalkan.."

Comments