ANNAPOLIS

Film yang memberikan inspirasi. Tentang seorang pria yang baru masuk ke akademi angkatan laut AS. Dia berlatar belakang pekerja pembuat kapal di pelabuhan. Ibunya sudah meninggal. Sejak kecil dia sangat bercita-cita menjadi perwira AL. cita-cita itu kesampaian ketika diterima di akademi. Namun 6 bulan pertama dia merasakan betapa beratnya pembentukan menjadi perwira AL. banyak hal yang dia merasa mampu, ternyata salah. Dia tidak mau menerima masukan atau bantuan orang lain. Pada akhirnya ketika cuti natal dia kembali ke tempat asalnya, dia berpikir untuk tidak kembali lagi ke akademi itu

 

Dia sempat menyalahkan ayahnya yang sangat tidak mendukung dia untuk masuk ke akademi AL, atau ketika dia meminta untuk kembali bekerja membuat kapal ayahnya langsung bisa menyetujui dan membuat dia diterima kembali. Dia merasa seharusnya ayahnya tidak memberikan pekerjaannya kembali tetapi berkata jangan menyerah kepada dirinya. Tetapi ayahnya bilang dia tidak mau anaknya ke akademi karena dia tahu dia akan menyerah. Dan yang menyerah adalah dia sendiri bukan ayahnya

 

Ketika merenung sambil minum di bar, dia berdansa dengan seorang wanita yang menjadi perwira di akademi AL. Pria ini mengatakan kepada wanita ini, tentang gender, "tidak enak bukan jika diremehkan?". Wanitanya menjawab satu kalimat yang menyentuhku, "lebih buruk lagi jika kamu meremehkan dirimu sendiri."

 

Pria ini akhirnya kembali ke akademi tetapi terlambat dan orang-orang di akademi berpikir dia tidak akan kembali.

 

Yang menyedihkan adalah ketika kita tidak sadar apa yang perlu diperbaiki dalam diri kita. Orang lain tahu itu, tetapi kita menutup diri atau lebih seringnya mengeraskan hati untuk meluangkan waktu melihat setiap pengalaman diri kita dan setiap kata-kata dari orang lain yang lebih dewasa untuk memberi masukan tentang diri kita

 

Pria ini ingin bertanding di kejuaraan tinju akademi. Dia berlatih sendirian. Tetapi ketika dia sedang berlatih, seorang perwira yang telah mengamati dia sejak dia masih di galangan kapal melihatnya dan mengajak dia bertinju untuk melihat kemampuan dia untuk memenangi kejuaraan tinju tersebut. Satu kalimat yang muncul adalah, "kamu tidak akan bisa memenangi kejuaraan ini tanpa ada yang berlatih. Kamu juga tidak akan lulus dari akademi ini tanpa bantuan dari orang lain." pria ini menjawab, "aku tidak butuh bantuan siapapun"… dia belum sadar (baca: masih mengeraskan hati) yang perlu dirubah dalam dirinya adalah salah satu PRINSIP HIDUPnya. Prinsip hidup yang selama ini sudah tertanam, berakar dalam dirinya karena banyak pengalaman di dalam keluarga dan lingkungannya. Ada orang-orang yang ingin membantunya merubah prinsip hidupnya karena mereka tahu ada potensi yang besar dalam dirinya. Mereka berusaha, tetapi pria ini belum sadar…

 

Kembali sedikit ke belakang, sebelum pertemuan dengan perwira tersebut, dia sering sekali tidak bisa menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk menguji para calon perwira di akademi tersebut. Karena dia tidak bisa menjawab, bukan hanya dia yang menerima hukuman, tetapi semua anggota kompi di mana dia menjadi salah satu anggotanya. Prinsip dalam akademi tersebut menyatakan kesalahan satu orang ditanggung bersama. Kompi pria ini sering mendapat hukuman. Tetapi hal ini belum juga membuat dia sadar untuk mau memperbaiki diri belajar lebih giat tentang pengetahuan yang diperlukan dalam AL.

 

Ada satu peristiwa, seorang temannya mencoba bunuh diri dengan lompat dari kamar di lantai yang cukup tinggi. Dia mau bunuh diri karena gagal dalam tes sehingga dia harus pulang. Dia tidak bisa pulang karena dia tahu dia akan sangat membuat hati orangtua bahkan orang-orang di kotanya kecewa karena dia sudah dielu-elukan di sana. Tetapi dia tidak mati. Ketika dia sadar, di rumah sakit dia mengatakan ke pria tersebut, "kita beruntung memiliki kesempatan kedua, aku tidak mau melewatkannya". Ada kesempatan kedua setelah gagal…maukah mengambilnya atau terus terpuruk?

Comments