SAAT-SAAT KOSONG.

Banyak pria menghargainya kalau mereka tidak ada aktivitas. Ini tidak berlaku bagi pria berpribadi memaksa. Bagi mereka waktu yang terisi adalah yang paling penting—mereka harus ada kesibukan.

Bagi pria pemaksa, waktu yang tak terisi adalah sama dengan rasa bosan dan karena itu ada rasa bersalah atau murung. Pria yang berpendapat bahwa ia harus tetap sibuk merasa bersalah kalau ia membuang-buang waktu. Ia juga merasa murung karena bagi dia ia hanya berharga kalau ada kesibukan.

Tetap sibuk dan menyalahgunakan bahan kimia merupakan pembius yang dapat membius derita si pria pemaksa.

Tipe pribadi yang bersifat memaksa harus mengatakan pada dirinya bahwa tidak mengapa kalau ia kadang-kadang membaca atau menganggur. Walaupun perasaan Anda membutuhkan waktu untuk mengejar pikiranmu, teruskanlah mengoreksi pandangan salah bahwa orang harus tetap sibuk. Berlatihlah menjalani waktu-waktu tertentu dengan tidak berbuat apa-apa. Misalnya, coba duduk-duduk saja di kursi selama satu jam dan menikmati rasa rileks. Kunci kebebasan adalah keseimbangan dan pengendalian diri.

Ingatlah bahwa Yesus menjalani kehiduapan yang seimbang, Ia tahu kapan harus makan, tidur, kerja dan berdoa. (dikutip dari buku Pria di dalam Diriku karya Newman, Scheuermann, Stephens, Dyer)


Comments