DOSA ITU MANIS RASANYA

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Maz 51:3)

Daud menulis Mazmur 51 ketika dia ditegur Tuhan lewat nabi Natan tentang dosa perzinahan yang sudah ia lakukan. Mazmur ini menceritakan isi hati Daud yang sangat menyesal dan meminta ampun pada Tuhan.

Dari ayat 3-9 Daud mengatakan rasa pengakuan dan penyesalan akan dosa yang Ia lakukan. Daud sadar akan kesalahannya. Aku merasakan secara pribadi bagaimana rasanya jatuh dalam dosa. Lewat pengalaman pribadiku sebagai orang berdosa, aku bisa membayangkan bagaimana perasaaan Daud ketika dia menulis kata-kata dalam Mazmur ini, terutama bagian yang ada di ayat 3-9. Aku membayangkan dia menulisnya dengan tetes air mata, hati yang sangat sedih, berat dan malu. 

Selain aku akhirnya bisa menyadari bahwa akibat dosa itu sangatlah tidak enak. Ketika Daud melakukan dosa itu tentu rasanya sangat manis, nikmat bisa melakukan hubungan seks dengan wanita yang sangat cantik. Aku sebagai pria sadar bahwa seks adalah sebuah hal bisa Iblis gunakan untuk membuat pria jatuh dalam nafsu yang menyenangkan sesaat. Tentu ada kenikmatan dalam hubungan seks dengan Betsyeba karena dia cantik. Tetapi setelah hal itu terjadi, sebenarnya yang ada adalah PENDERITAAN YANG SANGAT BERAT.

Dosa itu manis di bibir tetapi menghancurkan perut kita. Dosa memang menjadikan rasa manis, rasa nikmat sesaat sebagai gerbang JEBAKAN agar pada akhirnya kita masuk pada RUANG BESAR PENDERITAAN YANG TIDAK PERNAH KITA BAYANGKAN SEBELUMNYA. Penderitaan yang sangat menekan diri kita sendiri, menghancurkan hidup kita dan juga menghancurkan orang lain. Allah sangat membenci dosa. 
Aku secara pribadi akhirnya sadar bahwa ketika aku berada dalam pilihan untuk berbuat dosa lagi, aku harus ingat pengalaman Daud dan pengalaman pribadiku yang sering jatuh dalam dosa ini bahwa DOSA hanya membawa PENDERITAAN BERAT bagiku dan orang-orang di sekitarku. Aku tidak mau lagi mengulangi masa-masa PENDERITAAN BERAT yang kualami ketika aku jatuh dalam dosa. Sangat tidak enak. Tidak bisa tidur tenang. Aku pikir Daud juga begitu. Sangat tidak damai sejahtera. Sangat menekan hingga tidak ada lagi sukacita dan rasa menikmati hidup lagi. 
Di ayat 8 dikatakan 51:6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 


Dari ayat itu aku belajar bahwa Allah menginginkan (desire dalam Alkitab bahasa Inggris ayat 8) kebenaranlah yang Allah inginkan hadir dalam hatiku. Kebenaran bahwa DOSA ITU PENDERITAAN. Kebenaran bahwa ALLAH SANGAT MEMBENCI DOSA. Selain itu Allah juga jika perhatikan bagian akhir ayat 8 dalam versi bahasa Inggris berbeda pengertiannya dengan kalimat di Alkitab bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia dikatakan, “… dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.” dalam bahasa Inggris tertulis, “… you teach me wisdom in the inmost (bagian paling dalam = lubuk hatinya) place.” Jadi ketika merenungkan bagian ini dengan Alkitab bahasa Inggris aku belajar bahwa Allah MENGAJAR KEBIJAKSANAAN padaku lewat berbagai cara. Hanya saja aku sering sekali tidak mematuhi atau memperhatikan pengajaran dari Allah sama seperti aku tidak memperhatikan pengajaran ketika dosen mengajar atau para staf JOY dulu mengajar di pelatihan JOY. 


Comments