DOSA ITU BROKEN SPIRIT

You do not delight in sacrifice, or I would bring it;

You do not take pleasure in burnt offerings.

The sacrifices of God are a broken spirit;

A broken and contrite heart,

O God, you will not despise 
  (Mazmur 51: 16-17-Alkitab bahasa Inggris-NEW INTERNATIONAL VERSION)

Daud menyadari bahwa ketika dia berdosa, korban bakaran atau korban lain yang biasa dipakai orang Israel untuk meminta penghapusan dosa mereka tidaklah Allah inginkan. Orang bisa saja memberikan korban bakaran tetapi hatinya sendiri tidak mengalami pembaharuan, tidak menyesal dan tidak sungguh-sungguh mau kembali kepada Tuhan. Kadang hanya supaya tidak dihukum.

Daud melihat Allah menginginkan HATI KITA YANG HANCUR di hadapanNya. Menyadari bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa diandalkan karena kehancuran kita. Hati yang sangat hancur sehingga hanya bergantung pada Allah saja.

Dalam hidupku, akupun harus datang pada Allah setiap hari dengan hati yang hancur (a broken spirit). Sadar tidak ada sama sekali kekuatanku menghadapi penderitaan karena dosa yang kulakukan. Sungguh-sungguh berharap dan bergantung pada Allah. Berharap Allah memberikan kasihNya, kekuatanNYa, hikmatNya, keberanianNya untuk menghadapi tantangan dalam pemulihan hidupku.

In your good pleasure make Zion prosper;

Build up the walls of Jerusalem.

Then there will be righteous sacrifices,

Whole burnt offerings to delight you;

Then bulls will be offered on your altar

  (Mazmur 51: 18-19-Alkitab bahasa Inggris-NEW INTERNATIONAL VERSION)

Daud melihat salah satu tanda bahwa Allah mau memulihkan dirinya adalah juga ada pemulihan dari setiap pribadi yang berhubungan dengan dia. Zion dan Yerusalem juga mengalami pemulihan dari Allah sehingga bukan Daud saja yang memberikan persembahan yang benar tetapi seluruh bangsa Israel. 

Tanda bahwa Allah menyertai setiap keputusan pemulihan dari dosa adalah pemulihan bukan saja diriku tetapi setiap pribadi atau hal yang berhubungan dengan diriku. Aku menunggu tanda dari Allah yang menunjukkan jalanNya untuk pemulihan dosaku. 


Comments