TERINSTITUSI

Namaku Godlif Christian PoEh. Agustus 2000 aku pertama kali datang di JOY. Januari 2007 sampai Maret 2009 aku menjadi staf JOY di Departemen Manajemen. Jadi, hampir 9 tahun aku berada di JOY. Sebuah film yang sangat bagus “Shawsank Redemption” mengingatkanku satu hal. Ceritanya adalah seorang narapidana tidak mau keluar dari penjara walau masa tahanannya sudah berakhir karena dia sangat takut menghadapi dunia luar. Dia sudah lebih dari 20 tahun di penjara. Dia merasa sudah “nyaman” di penjara. Istilahnya adalah “terinstitusi” di penjara. Satu orang temannya yang sudah terinstitusi di penjara ketika keluar dari penjara akhirnya bunuh diri karena tidak tahan dengan situasi dunia di luar penjara.

Di JOY seseorang bisa jadi terinstitusi sehingga ketika keluar dari JOY hidupnya berantakan karena tidak sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sangat berbeda dari JOY. Hal ini bisa terjadi karena anggota JOY tidak bertemu dengan Allah di JOY tetapi menjadikan JOY sebagai “allah”. Ketika “allah”nya ditinggalkan, maka hidupnya pun tidak lagi sama seperti ketika masih menjadi anggota JOY. 

Bagiku secara pribadi JOY membuatku menemukan Allah. JOY menjadi institusi yang membuat aku terinstitusi pada Allah bukan pada JOY. Jika aku keluar dari JOY, maka ketika aku jatuhpun, selalu aku merasa tidak akan nyaman dengan kejatuhanku, aku akan mencari Allah, memohon kekuatannya untuk bangkit kembali.

Selama menjadi pekerja JOY aku sangat merasakan Allah itu besertaku. Allah itu besertaku karena Dia punya rencana yang besar dan luar biasa bagi mahasiswa Indonesia yang ada di Yogyakarta lewat JOY. Bagiku, Pekerjaan Allah dimulai dari keputusanku secara pribadi untuk mau mengambil komitmen pribadi untuk melakukan sesuatu sebelum orang lain mendukung pekerjaan Allah tersebut. SELF SACRIFICE IS NEEDED BEFORE OTHERS SACRIFICE.

Dimulai dari bagaimana aku mengambil keputusan untuk menerima pelayanan di Timoho yang mayoritas adalah mahasiswa yang berasal dari Indonesia Tengah dan Timur yang punya karakter yang keras. Ini sangat aku tidak sukai karena aku punya pengalaman pahit perlakuan orang yang keras padaku. Aku sadar hal itu, namun ketika aku mengambil keputusan untuk MAU TAAT pada tanggung jawab itu, Allah membuka jalan sehingga aku bisa masuk ke dalam hidup mereka dan menjadikan mereka keluarga besarku yang sangat kukasihi. 
Saat kami JOY Timoho mau berjuang untuk menjangkau jiwa, kami memulai dari diri kami sendiri SERIUS MERENCANAKAN STRATEGI yang TEPAT, SERIUS membangun relasi ONE ON ONE dengan anggota sehingga Allah yang melihat hati dan action kami memberikan anugerahnya mempercayakan kepada kami lebih banyak mahasiswa untuk kami (aku dan tim inti JOY Timoho) bimbing. Awal pelayananku yang aktif menjadi anggota sekitar 10 orang. Tanpa mau menyombongkan diri, hanya mau bersaksi tentang karya Allah, di akhir pelayananku, sekitar 40 orang menjadi anggota JOY Timoho. 
Ketika kami membutuhkan tempat untuk bertumbuh, Allah mencukupkan untuk homebase JOY Timoho, untuk piring dan gelas, dan untuk Motor. Semuanya aku yakini karena Allah punya hati untuk mahasiswa JOY Timoho. 

Tetapi yang paling membuatku BERSUKACITA adalah aku menjadi bagian dari PERUBAHAN HIDUP banyak orang. Aku melihat bagaimana pribadi yang dulunya hidupnya tidak peduli pada Allah menjadi pribadi yang menikmati relasi dengan Allah. Tidak lagi merokok dan mabuk, tidak lagi malas kuliah, punya hati memperhatikan orang lain dan berani bersaksi, tidak on time menjadi paling tepat waktu. 

Hal yang paling saya harapkan selalu terjaga bukan homebase tetap ada atau motor yang bertambah, tetapi JOY khususnya keluargaku di JOY Timoho adalah TIDAK BERHENTINYA SETIAP ANGGOTA BENAR-BENAR MENGENAL ALLAH SECARA PRIBADI DAN MEMBANGUN RELASI DENGAN ALLAH, HAUS UNTUK MENGGALI FIRMAN ALLAH, DAN HATI TIAP ORANG PUNYA HASRAT UNTUK MENGAJAK TEMAN BARU.

Aku rindu JOY dibicarakan orang bukan karena segala fasilitas dan kuantitas yang bertambah, itu baik. Tetapi JOY adalah KOMUNITAS YANG DIDALAMNYA SETIAP PRIBADI TERBUKA DIBENTUK DAN MENJADIKAN ALLAH FOKUS UTAMA MEREKA.
 

Comments