SEPTEMBER CERIA

Aku sepanjang bulan Agustus hingga saat ini masih quiet time dari Kisah Para Rasul. Kitab ini menceritakan bagaimana perkembangan gereja mula-mula. Aku menemukan bahwa di gereja mula-mula terdapat beberapa masalah, antara lain keluhan para janda yang merasa kurang diperhatikan, lalu peristiwa Ananias dan Safira dan juga peristiwa pertengkaran antara Barnabas dan Paulus.

Aku belajar dari beberapa kejadian tersebut bahwa perjalanan sebuah komunitas tidaklah akan selalu baik-baik saja. Begitu juga dalam perjalanan CO Timoho, tempat di mana aku mencurahkan hatiku.

Perbedaan karakter ternyata juga membuat seseorang belum tentu bisa menerima orang lain. Itu terjadi di Timoho. Ada juga teman baru dengan prinsipnya yang keras karena pengaruh lingkungan dan latar belakang membuat dirinya juga menerapkannya di CO. beberapa teman menjadi “korban” dari prinsipnya. Kejadian ini membuat aku bisa belajar untuk sabar. Yang diperlukan adalah pendekatan untuk mengubah prinsipnya walau hal tersebut butuh proses. Namun hasilnya (dengan penuh harapan) adalah win-win solution, bukan win lose solution. Dia tidak keluar dari JOY dan dia juga berubah. Aku sadar setiap masalah yang terjadi membentuk aku dan teman-teman lain menjadi pribadi dan keluarga yang lebih baik di mata Allah

Bengkel motor
Salah satu fasilitas pendukung yang sangat dibutuhkan dalam melayani adalah sepeda motor. Sayangnya aku tidak mempunyai dua motor. Motor milik keluargaku dipakai adikku Richard yang masih kuliah. Sebagai kakak yang bijaksana (he..) aku mengalah dan membiarkan dia menggunakan motor. Nah, aku melayani di tempat yang sangat membutuhkan motor.

Syukur pada Allah bahwa Dia selalu mengerti akan kebutuhanku. Aku memang tidak diberikan motor, namun aku selalu bisa mendapatkan motor pinjaman. Sepanjang bulan lalu aku seperti bengkel motor yang menampung segala jenis motor. Aku sempat menggunakan motor Tiger yang menggunakan kopling karena pemiliknya kecelakaan sehingga tidak bisa mengendarai motor. Lalu aku juga sempat beberapa kali dipinjamkan motor milik PIN Creative. Dan yang sekarang masih kugunakan adalah motor Kymco yang dulu adalah milik salah seorang short time worker dari Korea (hye Sun). Sebenarnya motor ini diberikan kepada Myoung Hee, (short time worker Korea juga) namun sebelum digunakan dia mengijinkan aku memakainya, memang dia bisa mengambilnya setiap saat, namun kapanpun hal itu terjadi aku sungguh mengucap syukur karena bisa menggunakannya beberapa waktu.

Belum lagi ketika gaji belum sepenuhnya diberikan, ada saja kegiatan atau orang yang mentraktir aku makan. Ketika aku menulis surat ini aku ketik di notebook pinjaman yang kugunakan beberapa hari karena pemiliknya diopname. Padahal notebook ini baru dibeli 4 hari yang lalu. Mungkin aku tidak memiliki barang yang kubutuhkan, namun aku bisa menggunakannya ketika aku butuhkan. Lucu ya cara Allah menyertai diriku. Aku menikmati pengalaman-pengalaman di atas.

September ceria
Bulan ini sering dikatakan September ceria. Tetapi tidaklah selalu demikian bukan? Secara pribadi bulan ini memang special bagiku. Bulan ini selalu aku bertambah umur, lalu di bulan inilah tepatnya 26 September aku diangkat menjadi staf JOY. Belum lagi bulan ini JOY juga berulang tahun. Adikku Richard dan Rilia juga berulang tahun (tanggal 25 dan 11). Namun saat ini sepertinya tidaklah terlalu antusias aku menyambut bulan ini. Mungkin karena aku mulai memikirkan masa depanku. Aku lebih banyak berdiam diri menyambut bulan ini, dan tetap berdiam diri di bulan ini karena aku ingin peka akan kehendak Allah untuk hidupku.

Aku masih terus menggumulkan apa yang menjadi panggilanku, apakah aku masih di JOY setelah masa kontrakku selesai tahun depan. Bagaimana dengan hubunganku dengan Oce. Lalu bagaimana dengan manajemen di umur JOY tahun yang baru? Belum lagi dengan CO Timoho yang akan multiplikasi alias berkembang menjadi dua cell group. Memang kami tim inti Timoho sudah melakukan vision meeting, namun jujur aku secara pribadi masih terus menggumulkan kehendak Allah bagi Timoho. Kami memang punya planning, namun kami tidak mau menjadikan hal tersebut menjadi AMBISI pribadi kami, namun kami terus membawanya dalam doa supaya kami mengerti pasti kehendak Allah.

Jika memang student center adalah cara Allah untuk membuat daerah Timoho mengenal Allah, tentu butuh uang untuk mewujudkannya. Siapakah yang tergerak menjadi saluran berkat bagi Timoho? Hanya Allah saja yang mengerti. Aku secara pribadi mengambil komitmen untuk menabung Rp 20.000 tiap bulan dari gajiku untuk modal student center dan fasilitas yang dibutuhkan. Aku tidak tahu kapan akan terwujud.

Saat ini aku hanya berdoa memohon mengerti kehendak Allah. Sekarang yang menjadi focus utama pelayananku dan juga teman-teman tim inti Timoho bukan student center ini, namun bagaimana RELASI YANG DEKAT dan DALAM dibangun dengan teman-teman anggota CO TIMOHO sehingga transfer nilai JOY terjadi dan tentu mereka pada akhirnya bertumbuh di dalam relasi mereka dengan Allah. Tolong doakan agar aku bisa membagi waktu dengan baik karena tanggung jawabku bukan hanya di Timoho. Tanggung jawab utamaku di Management Department.

MENYIMPAN KARTU

Aku masih menyimpan kartu encouragement dari kak Desy (CG leaderku dulu). Dia bilang “ketika ditanya siapa yang menjadi kekuatan bagi dia di CG, dia menjawab aku (godlif) karena aku selalu on time”. Kata-kata encouragement seperti itu ketika diingat kembali, memberikan gairah baru buatku untuk melangkah dan TERUS BERHARAP. Aku berharap bulan ini menjadi SEPTEMBER CERIA bagiku…

Comments