SEMUT..ber..ber..ber...

Amsal 6: 6-11

Ada tiga Berr… yang kita bisa renungkan lewat teks firman Tuhan ini.

Ber… yang pertama, BERGERAK TANPA DISURUH. Jika kita perhatikan dan renungkan ayat 7 (“… biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya….”) , semut mengumpulkan makanannya tanpa ada pemimpin yang menyuruh mereka melakukannya. Mereka bergerak sendiri, berinisiatif untuk mengumpulkan sendiri makanan mereka. Mengumpulkan makanan penting bagi mereka, mereka tahu hal itu, dan mereka bergerak tanpa disuruh, tanpa menunggu ada perintah untuk mengumpulkan hal yang penting bagi mereka.

Kecenderungan kita, bergerak jika diawasi atau dilihat orang. Jika tidak, kita tidak melakukan apa-apa. Kita tahu untuk lulus kuliah dan mendapatkan kerja kita harus BELAJAR. kita “tidur-tiduran, malas-malasan, menunda-nunda” sampai ada yang menyuruh kita. Begitu juga dalam tanggung jawab lain yang diberikan kepada kita. Misalnya tanggung jawab dalam pelayanan. Mari teman-teman kita belajar menjadi seperti semut, yang punya inisiatif untuk BERGERAK TANPA DISURUH.

Berr… yang kedua,  BERPIKIR PANJANG. Di ayat 8 (ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.). dalam Alkitab bahasa Inggris ( NIV), kata-katanya di ayat 8 adalah “yet it stores (menyimpan) its provisions (perbekalan) in summer and gathers its food at harvest (panennya manusia).si semut BERPIKIR PANJANG. Mereka tahu bahwa mereka perlu melakukan sesuatu agar mereka tetap bisa hidup, sehingga, mereka mengumpulkan perbekalan mereka. Kebutuhan mereka adalah makanan untuk bertahan hidup. Mereka bukan mengumpulkannya ketika masa kelaparan datang, tetapi jauh sebelum itu mereka sudah bergerak mengumpulkan perbekalan mereka sehingga mereka tidak mengalami masa kelaparan.

Para psikolog mendefinisikan kedewasaan sebagai kemampuan untuk melepaskan kepuasan jangka pendek demi sasaran-sasaran jangka panjang. Semut adalah BINATANG yang DEWASA.  Mereka bisa saja tidur-tiduran dan malas-malasan, karena itu menyenangkan…nyantai itu enak... namun mereka melepaskan itu karena mereka BERPIKIR JANGKA PANJANG.

Dalam tanggung jawab yang dipercayakan orangtua di kuliah kita jangan sia-siakan demi kesenangan jangka pendek (tidur-tiduran, ngumpul bareng teman 24 jam, jalan-jalan terus, atau main game karena gampang daripada tugas kuliah). Mari kita ingat untuk mempersiapkan masa depan kita.

Ber…yang terakhir : BERKONSEKUENSI LHO SIKAP KITA. Ayat  11 mengatakan, “maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata”. KEMISIKINAN dan KEKURANGAN tidak muncul tanpa sebab. Kedua hal ini muncul karena sikap PEMALAS yang hanya tidur-tiduran, menikmati kesenangan sesaat, kesenangan jangka pendek. Kedua hal ini akan muncul ketika sudah terlambat melakukan sesuatu untuk mencegahnya (penyerbu dan orang yang bersenjata sudah menodong senjata di muka kita).

Sikap yang kita ambil dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita ada konsekuensi. Jika kita tidak mau belajar, maka jangan marah pada Allah atau orang lain atau mencari alasan saya memang tidak pintar sehingga kita tidak mendapat nilai yang baik. Sikap kita yang menentukan hasil yang kita peroleh. Jika kita malas, jangan mengharapkan masa depan yang cerah, jangan berharap MIMPI menjadi kenyataan.

Comments