JOY ≠ Yesus


Yesus memilih 12 orang untuk menjadi muridNya. Yang dilakukan oleh Yesus tidak sekedar mengumpulkan mereka satu minggu sekali tiap hari Selasa malam jam 18.30 untuk memberikan mereka materi pelatihan.

Yesus juga tidak sekedar bertemu mereka untuk sharing firman tiap hari Jumat seminggu sekali, atau meminta mereka sharing quiet time tiap seminggu sekali di cell group

Yesus juga tidak menciptakan 8 ministry agar 12 orang ini bisa mengekspresikan diri atau mengumpulkan minat dan bakat.

Yesus tidak sekedar ngajak mereka jalan-jalan ke pantai atau makan bareng satu bulan sekali

YESUS HIDUP BERSAMA MEREKA 7 x 24 jam!

Dia membangun relasi yang dalam dengan mereka. Dia terbuka untuk segala pemikiran atau kesedihannnya hanya kepada mereka.

Dia memberikan teladan kepada mereka secara terbuka karena Dia hidup bersamaNya. Akhirnya mereka menjadi seperti Yesus, mengikuti teladannya dan menjadi rasul memberitakan kabar keselamatan.

Di JOY, saya tidak menemukan sosok Yesus yang hadir mendukung orang lain 7 x 24 jam. Itu tidak mungkin

HIDUP BERSAMA tidak memberi pengaruh jika hidup bersama itu hanya sebagai keharusan karena status saya sebagai pekerja JOY, leader atau tim inti. Hidup bersama tidak berarti setiap hari bertemu, namun apakah hati bertemu setiap hari, lewat mendoakan, lewat keterbukaan, lewat kasih dan kelemah lembutan, lewat kerendahan hati, humor tetapi juga ketegasan alias disiplin. Yesus menjadi semuanya itu. Dia bisa disebut sebagai sahabat yang baik juga karena berani bukan hanya terbuka dan menerima muridNya apa adanya. Tetapi membuat mereka menjadi lebih baik. Menegur mereka jika mereka salah.

Aku berharap ada spirit LIVE TOGETHER hadir di JOY menjadi kesempatan JOY tidak lagi berhenti di angka 200 jumlah anggotanya, namun bertambah karena setiap orang punya spirit LIVE TOGETHER sehingga JOYers menjadi CONTAGIOUS CHRISTIAN.

 

S.O.F

 

Bagai disambar kilat ketika ada berita satu teman yang aktif di JOY Timoho memutuskan ikut Tiahshi (MLM).. Satu lagi sudah memilih aktif di organisasi kampus. Satu orang lain lagi kemungkinan menyusul.

Selalu memang fenomena ini menjadi tantangan bagi JOY Timoho, tetapi bagiku sudah sedikit kecolongan nih. Mereka yang keluar belum aktif di ministri..sedikit menyesal karena aku berpikir godaan yang paling besar untuk tidak aktif di Timoho adalah libur panjang tengah tahun. Namun ternyata sedikit terabaikan bahwa sebelum libur panjangpun, godaan untuk tidak aktif bisa muncul kapan saja.

Karena itulah, aku bisa katakan saat ini di JOY Timoho berkumandang S.O.F. Jika ada keadaan darurat, biasanya orang menggunakan kode S.O.S (Save Our Soul) agar diselamatkan oleh regu penyelamat. S.O.F kepanjangan dari Save Our Family. Segala bentuk program yang dibungkus dengan komitmen doa dan kunjungan menjadi salah satu fokus  JOY Timoho agar bisa menyelamatkan anggota keluarga..nikmat sekali bisa belajar hal baru. Ternyata membangun keluarga itu tidak hanya bertumbuh tetapi juga menjaga agar yang bertumbuh ini bisa berakar dengan kuat.

Mmm...sebelum terlambat, dengan jumlah anggota keluarga yang besar, harus ada metode penyelamatan dan pengakaran yang sesuai dengan jumlah..tidak mudah memang..tetapi menarik dan menantang berpartner dengan Allah. God is our strength.

 

Kotagede

 

Tanggal 8 Februari menjadi waktu yang spesial. Tim inti JOY Timoho akan vision meeting pertama kali di tahun baru. Kami akan menginap di satu rumah di daerah Kotagede. Rumahnya besar, dua tingkat dengan kasur yang lebih nyaman dari kasur kami. Selain itu ada televisi 35 inch!!! Gede tenan..

Tapi yang penting adalah kami bisa menggunakannya tanpa memungut biaya karena pemiliknya kenal dekat dengan salah satu anggota tim inti.

Tolong doakan agar kami mulai dari sekarang semangat memikirkan evaluasi secara pribadi dan tim pelayanan kami serta ide-ide untuk JOY Timoho semester ini.

Kami rindu disegarkan apa arti kami sebagai tim inti, apa yang bisa kami tingkatkan dan apa yang bisa kami bagikan bagi teman-teman Timoho.

Tolong doakan agar Roh Kudus menuntun kami dalam merencanakan berbagai program.

 

Sweet 18

 

Sempat aku sedikit kecewa kepada beberapa teman JOY Timoho yang mendadak membatalkan keikutsertaannya di Retreat Becoming Contagious Christian di Kaliurang tanggal 14-18 lalu.

Namun setelah selesai retreat aku sungguh bersyukur ada 18 orang anggota JOY Timoho (dari 26 orang yang mendaftar) ikut Retreat ini. Jumlah yang tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah peserta General Retreat tahun lalu dari JOY Timoho.

Sebagian besar dari mereka adalah anggota baru. Sungguh bersyukur karena banyak hal terjadi di retreat ini.

Beberapa teman menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat mereka secara pribadi.

Salah satunya adalah Roni. Adik kecil ini sangat mudah disukai orang termasuk peserta retreat. Dia juga semakin terpacu untuk berubah dari kebiasaan lamanya karena ada waktu sharing dengan Lisye, salah satu pekerja JOY.

Lain lagi dengan satu orang teman Timoho yang menangis diam-diam di pelukan Roni sambil berkata, “Roni, terima kasih beta su diajak ke acara ini. Beta pasti sangat menyesal kalau tidak ikut”.

Selanjutnya teman ini mau terbuka tentang masa lalunya yang bisa dikatakan akan membuat banyak orang shock. Selain itu dia sangat semangat mengajak kembali teman yang sudah lama tidak ikut acara JOY Timoho dan ikut ministri.

Selain itu teman-teman ini bisa semakin mengenal teman-teman JOY yang selama ini mungkin mereka tidak tahu atau hanya sekedar menyapa basa-basi saja.

Dari pengenalan yang lebih dalam ini mereka bisa sharing satu sama lain dan saling menguatkan serta semakin percaya diri berelasi dengan orang lain.

Aku sangat bersyukur karena banyak pribadi yang mendukung agar 18 teman ini bisa ikut retreat, terutama karena kebutuhan finansial mereka. Terima kasih untuk Mas Gugun, Felix, JOY HRD crew, papa mamaku serta teman-teman lain yang mungkin aku lupa. Tidak lupa terima kasih untuk setiap dukungan doa dan percakapan yang dibangun dengan teman-teman Timoho yang memberi pengaruh besar bagi mereka.

 

“bergaullah dengan orang yang mempunyai global sense agar kita juga tertular”

 

KEADAAN BERUBAH

 

Tanggal 28 Januari dan 2 Februari lalu aku tes TOEFL di UGM. Bersyukur karena hasilnya cukup memberi semangat padaku. Aku ingin ikut tes TOEFL Resmi yang diakui secara internasional. Rencananya bulan Maret diadakan di Yogyakarta. Tolong doakan untuk kebutuhan dananya, cukup besar US $ 150.

Mmm...bulan ini penentuan apakah aku bisa ke Filipina untuk sekolah atau tidak. Jika sampai akhir Februari kebutuhan finansialku belum ada kepastian siapa yang mendukung secara penuh, maka aku harus mengambil “plan B”, alternatif lain.

Bersyukur karena ada satu orang teman Korea yang berkomitmen mendukung US $ 30 per bulan jika aku diterima sekolah di Filipina.

Bulan ini kursus komputer di NTC dimulai kembali, menyelesaikan periode bulan November Desember 2008. Tolong doakan agar aku semangat menyelesaikan handout dan mengajar.

Tolong doakan juga pembagian waktu untuk mempersiapkan diri tes TOEFL resmi dan juga membaca beberapa buku yang berisi tentang dasar-dasar teologia yang bisa menjadi bekal ketika aku masuk sekolah.

Selain segala aktivitas itu, aku juga diundang sharing di vision meeting BAT Crew (tim inti mass meeting Ranch Babarsari) tanggal 7 Februari. Tolong doakan persiapannya dan hikmat dalam sharing.

Tolong doakan juga agar aku bisa menjaga kesehatanku di tengah segala kesibukan ini. Doakan agar aku tetap punya waktu berkualitas untuk berdiam diri.

Tanggal 22-23 Februari akan ada Core Members Camp di Omah Jawi, Kaliurang. Aku memang tidak secara langsung menjadi pembicara salah satu sesi, tetapi tolong doakan agar aku bisa melayani sesuai tanggung jawabku sebagai pekerja saat event tersebut.

Februari biasa orang bilang “Bulan penuh Cinta”,,,tetapi bagiku bulan ini bulan penyesuaian diri bagiku untuk keadaanku yang akan berubah satu bulan lagi karena tidak lagi menjadi pekerja JOY.

 

 

MELEMBUTKAN HATI

Ketika masih menjadi mahasiswa, aku sering sekali ngumpul dengan JOYers lainnya untuk membicarakan tentang JOY, termasuk kebijakan yang diambil para staf. Apa yang kami bicarakan aku sadari sekarang sangat tidak obyektif dan tidak berimbang sehingga yang ada hanyalah pandangan negatif atau sisi negatif yang dibesar-besarkan dari setiap kebijakan tersebut. Imbasnya adalah kesan negatif muncul pada para staf masa itu.

Ketika aku menjadi pekerja JOY dan masuk ke rapat staf, aku sadar dan menyesal selama ini aku memiliki pandangan negatif kepada para staf. Aku sadar bahwa mereka berjuang keras dalam ketidaksempurnaan mereka, mereka dengan tulus dari hati mau membantu semaksimal mungkin setiap anggota JOY untuk berubah dan bertumbuh.

Aku sadar juga bahwa aku harus menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan diriku. Pendapatku tidak harus aku pegang erat hingga ketika keputusan yang diambil berbeda dariku, aku tetap “ngomong di belakang, memengaruhi JOYers lain, dan menimbulkan kesan salah dari keputusan yang sudah diambil JOY”. Apabila aku melakukan itu, itu hanya melemahkan JOY bukan membuat perubahan. Aku tetap harus mengambil langkah sesuai dengan yang disepakati karena aku berada di rapat tersebut dan aku sudah diberikan kesempatan berkomentar.

 

7, KP, Left Hand, 20 ke 15

 

Bersyukur karena bulan lalu ada 7 orang mahasiswa anggota JOY Timoho mendapatkan beasiswa dari kampus mereka masing-masing. Lumayan untuk hidup satu bulan. Dengan kondisi ini mereka berbagi sukacita dengan mendukung pelayanan JOY Timoho lewat perpuluhan mereka dan bisa juga dukung operasional JOY.

Ada dua orang mahasiswa yang sedang Kerja Praktek (KP) di JOY bernama Gina dan Yuce. Mereka menolong JOY membuat database alumni di Departemen Manajemen. Tolong doakan KP mereka berjalan dengan lancar sesuai target.                                                              

Ketika tes TOEFL aku perhatikan sedikit diskriminasi terjadi dari pembuat kursi tes. Sama seperti kursi pelatihan di JOY, kursi di tes TOEFL yang juga menyatu dengan meja didesain hanya untuk orang yang biasa menulis dengan tangan kanan. Orang yang menulis dengan tangan kiri (left hand) seperti diriku sangat kesulitan dalam mengerjakan soal..he...he..

Bulan lalu aku cukup senang karena harga bensin turun lagi. Ini sangat berpengaruh pada pengeluaranku dalam transportasi. Untuk mengisi full tangki bensin sebelum harga BBM turun, aku harus mengeluarkan uang Rp 20.000. sekarang bisa hemat Rp 5.000 karena hanya mengeluarkan Rp 15.000. 

Comments