BERDIAM DIRI

“ kadang hal terbaik yang bisa kita lakukan bagi diri sendiri dan orang di sekitar kita adalah BERDIAM DIRI”

kata-kata itu cukup menegurku saat di akhir September lalu. Segala pelayananku seakan berjalan “menyeretku” untuk selalu berpikir dan berpikir…tidak berhenti untuk “menghela nafas”. Akibatnya aku seperti tertekan tiap hari.

Hal yang paling menyita pikiranku jelas adalah bagaimana keuangan JOY dan juga pelayananku di CO TIMOHO. Tidak mudah mengambil keputusan untuk mendukung departemen lain jika uang yang ada di brankas tidak mencukupi.

Pada akhirnya kemandirian dan efisiensi menjadi hal yang terus aku dengungkan tanpa maksud untuk melepaskan tanggung jawab mendukung kebutuhan keuangan aktivitas departemen lain. Langkah iman harus aku ambil ketika kemandirian belum bisa dilakukan. Mendukung departemen lain dengan maksimal walau uang sangat minim. Belum lagi dana staf JOY yang dua bulan terakhir ini harus “dicicil” pembagiannya karena belum full ketika hari gajian tiba. Tolong doakan aku bisa berhikmat dalam mengambil keputusan keuangan JOY.

PEMURIDAN…
Bulan lalu aku berpikir banyak tentang JOY. Dari amanat agung Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dikatakan “pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu…”. Dua unsur yang kurenungkan adalah “pergi” dan jadikan semua “muridKu”. Apa yang perlu ditingkatkan di JOY adalah “PEMURIDAN”. Menjangkau jiwa itu baik, namun pekerjaan besar yang lain adalah bagaimana seseorang yang baru bergabung di JOY mengalami “status” sebagai murid yang terus didampingi agar pada akhirnya mereka menjadi guru bagi orang lain. Dan aku sadar pemuridan tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada relasi yang “berani menyentuh hal-hal pribadi” seseorang. Tolong doakan agar aku bisa semakin mengerti cara membangun relasi pemuridan yang baik khususnya di daerah pelayananku di TIMOHO.

MULTIPLIKASI…

Jika semua anggota Campus Outreach (CO) TIMOHO hadir, jumlah sekitar 30 orang. Memang tidak semua teman-teman lengkap hadir tiap minggu, namun persentase kehadiran mereka di atas 80%. Bahkan akhir September lalu (tanggal 26) jumlah yang hadir 24 orang. Hal ini sungguh memberkatiku secara pribadi (walau kuantitas bukan menjadi prioritas utama dalam tujuan CO). Namun juga aku sadar bahwa multiplikasi (pembagian satu CO menjadi dua CO) memang menjadi hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar tujuan utama Cell group diadakan “menjalin relasi yang dalam antara anggota dengan ALLAH dan antar sesama anggota” bisa tercapai. Tidak ada kedalaman relasi jika jumlah orang terlalu banyak. Sangat sulit bagiku dan teman-teman tim inti mendukung dengan maksimal.

Sepanjang bulan September tim inti TIMOHO sudah melaksanakan program tiap minggu untuk mempersiapkan multiplikasi. Teman-teman diberikan pemahaman mengapa harus multiplikasi. Pada akhirnya tanggal 31 Oktober secara resmi CO TIMOHO akan multiplikasi menjadi dua (2) CO. namanya sesuai nama leader masing-masing, yaitu CO Timoho Nedy dan CO Timoho Yanto. Tolong doakan agar aku bisa menyesuaikan diri dengan bentuk pelayanan yang baru. Aku akan mendampingi dua CO bukan lagi hanya satu.

PIRING…GELAS…GITAR,…
Multiplikasi memberi dampak juga dalam hal teknis. Kami berinisiatif untuk mandiri dengan membeli sendiri piring dan gelas untuk CO, tidak lagi membawa dari kantor JOY pusat. Namun, karena jumlah yang semakin banyak, jumlah piring dan gelas pun harus ditambah. Selain itu, selama ini kami hanya memerlukan satu gitar, sekarang kami memerlukan dua gitar jika jam dan tempat pelaksanaan dua CO ini sama. Kami sekarang sudah menabung dari dukungan alumni Rp 100.000 untuk membeli gitar. Harga gitar dan sarungnya Rp 600.000. tolong doakan agar kami bisa semangat menabung untuk secepatnya mendapatkan gitar baru, karena ini adalah kebutuhan yang mendesak.
Di awal menjadi staf passionku lebih pada hal-hal administratif dibandingkan pelayanan langsung kepada mahasiswa. Setelah satu tahun lewat, dengan diberikan tanggung jawab mendampingi CO, aku menyadari perubahan passion pada diriku. Aku sekarang sangat menikmati mendukung langsung mahasiswa berubah dan juga saling mendukung dengan alumni. Hal ini menjadi faktor kuat dalam mempertimbangkan masa depanku, apakah aku masih di JOY atau melayani di luar JOY tahun depan. Aku punya kerinduan yang besar untuk Indonesia Timur. Dengan mendukung perubahan mahasiswa dari Indonesia Timur di TIMOHO, aku berharap Indonesia Timur juga berubah.

KONSELING, MANAJEMEN,
PENGETAHUAN ALKITAB dan BAHASA INGGRIS

Mengubah hidup seseorang tidaklah mudah karena ada masa lalu dan pembentukan yang sudah bertahun-tahun tertanam di dalam diri tiap orang. Perlu pengetahuan yang cukup sebagai bagian strategi mendukung perubahan cara pandang seseorang. Aku sangat tertarik untuk terlibat lebih dalam di perubahan cara pandang mahasiswa. Karena itu aku punya kerinduan untuk belajar lebih dalam tentang bagaimana masuk lebih dalam ke kehidupan pribadi mahasiswa. Aku ingin belajar tentang psikologi dan konseling. Aku punya kerinduan untuk belajar S-2 tentang konseling. Tolong doakan agar apakah kerinduan ini sejalan dengan kehendak Allah. Lalu tolong doakan di mana dan kapan aku akan kuliah, serta biayanya. Jika Allah menghendaki aku rindu kuliah di seminari yang terkenal dalam hal konseling, yaitu Asian Theological Seminary di Filipina. Tolong doakan persiapanku menyambut rencana Allah yang belum kuyakin dengan pasti. Jika kesempatan datang, aku tidak mau tidak bisa mengambilnya hanya karena aku kurang mempersiapkan bekal untuk kesempatan tersebut. Aku ingin mulai meningkatkan waktu baca buku tentang konseling, manajemen, Alkitab, dan tentu bahasa Inggris.


Sebuah penggalan lagu menjadi kerinduanku dalam menghadapi bulan Oktober. “Tuhan ku mau menyenangkanMu…Tuhan bentuklah hati ini…Jadi bejana untuk hormatMu, cemerlang bagai emas murni…Reff: …menyenangkanMu, senangkanMu hanya itu kerinduanku…”

Salam hangat,
Your friend GODLIF



Comments