KAPAN NIKAH?


Geli juga mendengar salah seorang adik bertanya kepada pacarnya, “kapan kak Godlif menikah?”… selain mereka, hampir semua teman lama atau keluarga besarku yang berkomunikasi denganku selalu menanyakan hal itu.
Selalu ada dua pertanyaan penting ditanya oleh setiap orang yang sudah lama kenal kita entah itu teman lama atau keluarga kita. Pertama, “di mana kamu sekarang kerja?” dan kedua, “apa sudah punya pasangan? Atau sudah menikah? Atau kapan menikah?” sejenis itulah.
Umurku sekarang 26 tahun. Tahun 2009 akan memasuki umur 27 tahun. Dua pertanyaan di atas memang adalah dua dari tiga pertanyaan dasar dari setiap manusia. (pertanyaan pertama, “apa yang kamu percayai?”—pertanyaan tentang pekerjaan, berkaitan dengan jawaban dari pertanyaan pertama, “apa yang kamu lakukan untuk hal yang kamu percayai?)
Sebagai pribadi yang meyakini Allah adalah pemilik hidupku, tentu aku harus menjawab dua pertanyaan tersebut tidak dengan sembarangan.
Addie MS pernah bilang, Allah selalu mempunyai alasan mengapa menempatkan manusia di satu Negara, di satu tempat.
Addie MS mungkin tidak pernah baca buku purpose driven life, tetapi apa yang dikatakannya bagiku sangat tepat. Aku ada di tempat tertentu karena ada rencana Allah, pekerjaan Allah bersama dengan diriku, bersama dengan hidupku, dengan setiap langkah sepanjang hidupku.
Jadi, dua pertanyaan di atas menjadi bagian dari tiga keputusan yang harus aku ambil di tahun ini.
DIMANA aku melayani ALLAH, DIMANA aku akan kuliah S-2, bagaimana MASA DEPAN PERENCANAAN MENIKAH. .
Tolong doakan diriku saudaraku, agar 3 keputusan yang harus aku ambil tahun ini benar-benar adalah keputusan yang aku sadari dengan damai sejahtera bahwa itu adalah kehendak Allah bagi pekerjaanNya sepanjang hidupku.
 
 
“Setiap keputusan adalah pilihan pribadi, namun setiap keputusan diambil dengan hikmat dari Allah, bimbingan Roh KudusNya, dan konsultasi dengan sahabat, orang tua serta setiap orang yang mengenalku dekat dan dalam serta dewasa.”

Review
 Campur tangan Allah di JOY Timoho dimulai dari Januari 2008. Ada beberapa alumni yang mendukung secara finansial beberapa teman Timoho ikut General Retreat (GenRE). Aku bersyukur karena dukungan tersebut karena secara finansial uang Rp 60.000 sangat besar bagi mereka. Kesempatan ikut GenRe memberi pengaruh positif pada hidup mereka. Dari semua yang ikut, hanya dua yang tidak lagi bergabung di JOY, lainnya sudah menjadi tim inti sekarang dan mendaftar menjadi calon staf(Nelson, Invi, Arnol, Edo, Edi, Nedi, Yanto). Aku berdoa agar tahun ini ada kesempatan teman-teman baru bisa ikut Retreat BCC.
Lalu kami bersyukur untuk tersedianya homebase bagi Timoho bulan Maret. Pengaruh besar bagi pelayanan di Timoho. Dari awal 2007 anggota aktif 10 orang, awal 2008 20 orang, di akhir 2008 ada sekitar 40 orang. Salah satunya karena kedalaman relasi kami di dukung kesempatan mengembangkan diri lewat kursus komputer, gitar dan bahasa Inggris di homebase serta olahraga bareng tiap Sabtu karena homebase dekat stadion sepakbola. Event lain yang berpengaruh adalah Timoho Members Weekend yang diadakan dua kali
Sudah dua periode kursus komputer dengan jumlah peserta sekitar 18 orang. Kebutuhan operasioanal homebase seperti listrik dan koran bisa dicukupkan secara mandiri.
Segala puji syukur hanya bagi kemuliaan Allah yang ajaib karyaNya.

 Telanjang
 
Selama 8 tahun diriku bergabung di JOY, tidak pernah ada satu orangpun aku lihat berani dating ke JOY teutama Friday Meeting atau J-Nite Party dengan telanjang dada. Tetapi saat Natal JOY, ada satu orang yang berani. Dia memang telanjang dada karena peran yang ia mainkan. Namanya Jemi, asal Papua. Dia berperan sebagai Pit Hitam “ajudan” Santa Claus.
Jemi sendiri adalah pribadi yang menjadi salah satu ucapan syukurku di akhir tahun. Dia kuliah di APMD angkatan 2007. sejak pertengahan tahun lalu dia tinggal di NTC (homebase JOY Timoho) bersama aku dan 4 orang anggota JOY Timoho lainnya. Dia mengalami banyak perubahan. Dia semakin rajin quiet time (saat teduh), aktif di ministry, dan akhirnya dia diangkat menjadi salah satu tim inti di JOY Timoho. Sebelumnya, dia sudah sering diajak untuk bergabung di JOY Timoho, namun baru pertengahan tahun 2008 dia berkomitmen
Semangatnya untuk berubah, mau mendengar nasehat, dan bertanggung jawab atas setiap kepercayaan sungguh membuatku terharu.
 
Life Changing = Jaring Laba-laba
 
Bagiku tahun 2008 adalah tahun ucapan syukur bukan karena semakin banyaknya anggota JOY TImoho (sekitar 40 orang), bukan karena adanya NTC, bukan karena adanya kursus komputer ataupun buletin JOY Timoho yang mandiri, tetapi karena PERUBAHAN HIDUP yang kulihat dari setiap teman-teman yang bergabung di JOY Timoho sejak pertama kali aku melayani tahun 2007. Pengenalan akan Allah secara pribadi, perubahan prinsip hidup sesuai nilai-nilai JOY, serta pengembangan diri dalam minat dan bakat mereka. Mereka semakin percaya diri ketika memikul tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka.
Saya ingat Ospen yang sempat keluar dari JOY tanpa alasan yang jelas namun akhirnya kini menjadi Leader. Satu per satu dari teman-teman menjadi pribadi yang lebih baik.
Saudaraku, tolong doakan agar lewat program dalam perencanaan JOY Timoho tahun ini kami bisa memberi wadah yang nyaman agar mereka memilih untuk menjadi bagian lebih dalam lagi di JOY Timoho dan bertumbuh dalam proses yang di dalamnya Allah bekerja. Aku sadar bahwa perubahan hidup adalah hasil dari jaring laba-laba. Tidak semua hal bisa dilakukan sendiri oleh kami di Timoho untuk menyadi wadah perubahan hidup. Kami membutuhkan hati, dukungan dari setiap elemen di JOY, seperti kedalaman relasi, buku quiet time, konser doa dan doa puasa, Tuesday dan Thursday Prayer meeting, ministri yang di dalamnya terbangun spirit dan nilai-nilai JOY, pelatihan serta event-event tahunan seperti General Retreat serta seminar-seminar lainnya. Jika jaring laba-laba tersebut terjalin dengan kuat dengan campur tangan Allah , maka aku yakin kerinduanku di tahun 2009, teman-teman yang bergabung di tahun 2008pun mengalami perubahan hidup sama seperti angkatan 2007 bisa terjadi.

 Badan Jatuh
 
Aku sangat menikmati kesempatan melayani di JOY Timoho karena banyak hal baru yang bisa aku dapatkan ketika hidup bersama setiap teman-teman yang ada di Timoho. Ada kesempatan bisa semakin memperkaya hidupku dengan budaya yang berbeda dengan budayaku sendiri. Salah satunya adalah kata-kata yang sering mereka gunakan. Misalnya, karena kesulitan keuangan, mahasiswa yang kuliah di Timoho sering menggadaikan barang-barang berharga mereka seperti Handphone. Jika ditanya kenapa nomor HP tidak aktif, mereka menjawab dengan santai, “HPku sedang disekolahkan”. Mereka mengganggap pegadaian itu sekolah.
Lalu istilah di Papua, jika berat badan turun, disebut “badan jatuh”. Jatuh dari mana? He..he.. Indonesia memang kaya sekali. Suatu waktu, ketika ada teman yang baru pulang refreshing dengan naik mobil yang supirnya bernama Torang (orang Batak), dia berkata kepada kami ketika sedang ngumpul makan snack di NTC, “Torang memang sudah mahir bawa mobil”. Teman Papua yang tidak ikut yang mendengar perkataan itu tiba-tiba merespon perkataan itu dengan berkata, “jadi kalian semua bisa menyetir mobil ya?” kami semua bingung?? Setelah beberapa saat kami sadar bahwa di Papua kata “torang” artinya “kita orang” = kami. Meledaklah tertawa kami sambil menjelaskan yang sebenarnya kepada dia. Wah...untung arti katanya bukan arti yang negatif atau jorok...

 3 in 2009
 
Tahun ini dimulai dengan aku sharing firman di JNP tanggal 9 Januari. Tolong doakan persiapannya.
Setelah itu ada Retreat Becoming Contagious Christian (BCC)sebagai General Retreat tahun ini. Pembicaranya adalah Pak Son.
Jika kita makan teratur 3x dalam sehari dengan makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna), maka niscaya berat badan kita bisa ideal dan sehat serta bisa banyak berkarya dalam berbagai cara.
Dalam satu tahun, bagiku JOY juga perlu melahap tiga hal agar JOY semakin “sehat” dan “banyak berkarya”
Hal yang pertama, DISCIPLESHIP. Sangat besar peran pemuridan bagi perubahan hidup seseorang. Contoh paling kuingat bagaimana Timotius dimuridkan oleh Paulus. Lewat kedalaman relasi dan teladan serta penyertaan Roh Kudus, Paulus memberi dirinya bagi Timotius sehingga Timotius mengikuti jejaknya dengan bekal yang cukup. Tolong doakan setiap perencanaan DISCIPLESHIP JOY yang sudah dirancang agar berjalan dengan penyertaan Allah.
Hal kedua adalah DOA. Apa yang sudah dimulai dengan baik lewat gerakan doa tahun 2008, kiranya semakin ditingkatkan sehingga hingga level anggotapun punya semangat berdoa dan pada akhirnya merasakan KARYA dan TUNTUNAN ROH KUDUS semakin nyata dalam hidup mereka.
Yang terakhir adalah KEUANGAN. Bersyukur tahun lalu local supporting dari keluarga besar JOY (alumni dan mahasiswa) telah mendukung 25% dana staf maupun operasional JOY. Tantangan besar terutama lewat kebutuhan operasional di tengah krisis global yang belum mereda dan belum adanya profit center. Tolong doakan agar setiap bagian di JOY semakin mandiri dalam mencukupkan kebutuhannya. Aku secara pribadi mengambil langkah iman mendukung operasional JOY 50% lebih banyak dari tahun lalu dan mulai Februari 25% dari gajiku aku berikan kepada para pekerja baru JOY yang mendaftar karena cukup banyak yang akan mendaftar tahun ini.
3 hal ini pada akhirnya kuberharap membuat setiap pribadi yang selesai dari JOY pada akhirnya menjadi Hamba yang setia dan bijaksana, memiliki peran bukan hanya untuk diri sendiri tetapi masyarakat di sekitarnya (Mat 24:45).
 
 

 PUNCAK

Selama dua hari satu malam aku dan keluargaku bersama semua pekerja (keluarga Hamba Tuhan, staf admin, koster serta keamanan) di gereja tempat orangtuaku melayani, yaitu GKY VTI (gereja cabang) dan gereja induknya (GKY Puri Indah) menyepi di daerah Puncak, Bogor.
Ada kesempatan bisa refreshing, semakin membangun kebersamaan, serta mengekspresikan kegilaan ala JOY lewat sesi talent show (idenya dari adikku, Richard—alumni JOY) serta main TENIS MEJA! Sudah lebih dari 7 tahun tidak menyentuh olahraga yang sejak kecil menjadi salah satu kegemaran keluargaku. Kami berlima main bergantian bersama...
 
Di Persimpangan
 
Selama dua minggu berlibur di rumah orang tua banyak hal yang terjadi. Aku sunggu menikmati kesempatan belajar menunggu kehendak Tuhan tentang masa depan kerinduanku sekolah.
Saat di Tangerang ada kesempatan sharing dengan hamba Tuhan di gereja tempat orang tuaku melayani. Dia memberitahu bahwa dia akan sharing kerinduanku ini kepada bagian misi dari gereja. Lalu dia juga menawarkan untuk melihat satu sekolah teologia di Taiwan yang menawarkan beasiswa kepada orang Indonesia dan dia diberi kepercayaan oleh sekolah itu untuk merekomendasikan calon mahasiswa.
Namun, ada banyak relasi yang baru terbangun berkaitan dengan Filipina. Ketika JOY nite aku bersyukur bisa berkenalan dengan wanita Filipina yang satu sekolah dengan Bang Sopar dan memiliki teman yang sekolah di ATS (sekolah teologia yang aku doakan di Filipina). Lalu ada satu misionaris Indonesia yang aku kenal karena dulu mahasiswa papaku. Selain itu salah dua alumni (Kak Puput sharing ke Kak Priski) memperkenalkanku dengan Pendeta Filipina temannya Kak Priski.
Aku memutuskan jika hingga akhir Februari belum ada kepastian dukungan finansial untuk sekolah di luar negeri, aku memfokuskan pendaftaran di SAAT Malang.
Sementara aku masih menjalankan semua proses komunikasi dan informasi di semua sekolah teologia (Filipina, Singapura, Taiwan, dan Indonesia)
Aku rindu peka kehendak Allah

Comments