PELARI JARAK 10 Km.

Bagiku secara pribadi aku lebih menghargai pelari 10 kilometer atau pelari marathon daripada pelari 100 meter atau 200 meter.
Pelari jarak pendek (100 m atau 200 m) hanya mengalami masa perjuangan dalam waktu singkat (sekitar 10 detik) dalam perlombaan tersebut. Sedangkan pelari jarak jauh (10 km atau marathon) perlu menempuh perjuangan yang lebih lama.
Tentu ada perbedaan dalam banyak hal. Daya tahan tubuh harus lebih kuat. Kemudian mental juga harus lebih kuat. Strategi juga berbeda. Pelari jarak pendek sudah harus berlari cepat sejak start, namun pelari jarak jauh tidak langsung berlari cepat. Mereka harus mengatur rencana yang tepat kapan waktunya berlari cepat.
Selain itu, jika diperhatikan lebih detail, pelari jarak jauh juga memiliki tim yang menemani mereka sepanjang lomba. Mereka tidak berjuang sendiri selama perlombaan seperti pelari jarak pendek. Tim membantu mereka untuk mendapatkan suplai minuman dan juga memberitahu jarak dan waktu serta posisi mereka.
Pelayananku bisa dikatakan seperti perlombaan lari jarak jauh 10 km. Garis finishnya adalah perubahan pribadi yang aku layani terutama pengenalan pribadi mereka dengan Allah, relasi mereka dengan Allah dan sesama, pengembangan pribadi mereka dan ujungnya mereka mau melakukan sesuatu bagi orang lain baik itu daerah mereka atau bangsa ini.
Untuk mencapai garis finish tersebut butuh daya tahan yang baik, butuh mental yang kuat serta strategi yang baik juga. Tidak akan bisa aku bertahan hingga garis finish jika aku sendiri tidak terus menumbuhkan imanku serta melengkapi imanku dengan kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. (2 Pet 1: 5-7).
Dalam perlombaan ini, yang paling besar adalah bagaimana mengalahkan diriku sendiri untuk selalu punya pengharapan walau situasi seperti tidak ada harapan, selalu mau membuka diri menerima masukan dan belajar mengembangkan diri dari orang lain, dan membangun relasi yang dalam.
Perencanaan dalam perlombaanpun hal yang penting. Daya tahan sudah cukup tetapi dengan strategi yang tidak matang bisa membuat gagal mencapai garis finish.
Dalam pelayanan di Departemen Manajemen dan JOY Timoho, terutama tahun 2009 aku ingin semakin sadar bahwa perlombaan belum selesai. Daya tahan dan mental tetap dijaga, serta terus memohon Allah memberi hikmatnya untuk strategi, perencanaan yang tepat dalam menjalani perlombaan ini.
SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU saudaraku. Kasih Allah yang SETIA terus menyertai kita semua.
 
 FIT S di F.I.F
 
Akhirnya JOY Timoho memutuskan untuk membeli motor dengan kredit. Motor yang kami kredit adalah HONDA FIT S tahun 2007 (second) langsung dari perusaahan kredit motor Honda F.I.F karena dukungan salah satu alumni JOY yang bekerja di sana sehingga kami mendapatkan diskon.
Kami membutuhkan dana kredit Rp 1.500.000. Bersyukur sudah ada Rp 1.100.000. Kami juga sedang berdoa untuk biaya balik nama serta pembayaran kredit selama 11 bulan yang membutuhkan dana Rp 313.000 per bulan. Secara pribadi aku berkomitmen perpuluhanku untuk kredit per bulan.
Saat ini kekuatan transportasi JOY Timoho terdiri dari dua motor (Motor KYmco dan Motor Seka) serta dua sepeda. Diriku berpikir, motor ini bisa menjadi hadiah Natal yang indah bagi keluarga JOY Timoho jika Allah berkenan mencukupkan biaya kredit dan bea balik nama bulan ini.
Aku juga berpikir untuk membeli dua buah sepeda @ Rp 300.000 jika kredit motor sudah lunas. Mungkin ini bisa menjadi solusi dalam kota ketika teman-teman membutuhkan transportasi untuk latihan di ministri. Tolong doakan agar aku mengambil keputusan sesuai dengan kehendak Allah.
Ini menjadi kekuatan bagiku untuk terus beriman dan menikmati petualangan iman tersebut dengan tersenyum mengingat setiap pengalaman yang unik yang Allah berikan bagiku dan JOY Timoho.
 
 
 2007+2008
 
Antusiasme yang tinggi sangat terlihat di setiap sesi acara di Timoho Members Weekend III. Kebersamaan yang diinginkan bisa dirasakan. Teman-temanpun menikmati petualangan baru sebagai keluarga baru setelah multiplikasi.
Bersyukur karena dukungan untuk kebutuhan finansial acara ini dari para alumni dan keluarga kami.
JOY Timoho sekarang terdiri dari CM Ospen, CM Melky, CM Invi, dan CM Nelson. Ada banyak jawaban doa dari multiplikasi ini. Leader-leader yang baru bukan hanya berasal dari APMD saja, ada dari UTY dan juga STIE IEU. Selain itu ada satu leader perempuan. Ini menjadi ucapan syukur kami karena mayoritas anggota JOY Timoho adalah laki-laki.
Jumlah anggota keluarga JOY Timoho sekarang sekitar 40 orang. Merinding aku melihat jika mereka semua mau terus dibentuk dan akhirnya berubah, dan mengajak teman-teman mereka, dan teman-teman mereka juga berubah, ada ssebuah kekuatan besar untuk mengubah Indonesia Tengah dan Timur.
Sebelum meninggal dunia aku ingin melakukan perjalanan ke JOY Kalabahi, JOY Ketapang,JOY Kaltim, JOY Kupang, JOY Sumba, JOY Ternate, JOY Maluku Utara, JOY Manokwari, JOY Serui, JOY Sorong. Mimpiku, 40 orang ini adlah pionir dalam membentuk JOY-JOY di atas. Sepertinya aku ingin merasakan seperti Rasul Paulus mengunjungi jemaat-jemaat di berbagai kota.
Setelah TMW ada 5 orang teman baru yang sepakat berkumpul tiga kali dalam seminggu untuk sharing kehidupan mereka. Mereka saling terbuka tentang kehidupan masa lalu mereka dan berkomitmen untuk saling mendukung untuk tidak lagi merokok, mabuk, nonton film porno dan mengeluarkan kata-kata kotor.
Sungguh aku berdoa dan terus berjuang keras memikirkan cara yang tepat untuk mendukung komitmen mereka ini.
 
Aku tidak ingin semangat ini hanya “panas-panas tahi ayam” aja. Aku secara pribadi belum berani mengatakan pujian bagi mereka. Aku menunggu (tentu dengan tetap mendukung) hingga 2 tahun lagi untuk memuji apa yang telah dilakukan 5 orang ini. Berharap mereka bisa tetap setia pada komitmen mereka, dan persahabatan mereka yang terus berubah membuat mereka menjadi orang Kristen yang menular.
Sudah banyak fakta mahasiswa yang bergabung di JOY pada awalnya semangat dan banyak yang terharu dengan semangat itu tetapi pada akhirnya mereka menghilang. Bagiku kepuasan dan kebahagian sesungguhnya selalu muncul dari perubahan jangka panjang. Bukan berarti aku tidak mengucap syukur, tetapi aku tidak mau terlena pada hal-hal yang memang biasa terjadi ketika seseorang baru masuk JOY. Berbunga-bunga namun pada akhirnya layu.
Sekarang ada angkatan 2007 (teman-teman yang masuk JOY Timoho 2007) dan angkatan 2008. Angkatan 2007 punya semangat, talenta dan pengalaman sedangkan 2008 ada antusias dan talenta lain yang semakin memberi warna bagi JOY Timoho. Dengan kedua angkatan ini, harapan ada sinergi yang membuat semakin banyak mahasiswa yang kuliah di Timoho melihat bahwa mereka BERANI BERJUANG BERBEDA dengan budaya dan lingkungan di Timoho. Akhirnya mereka tertarik melihat dari dalam mengapa mereka berbeda dan memutuskan untuk mau berbeda juga.

New Timoho Foundation
 
Akhir tahun ini aku menambah satu pokok doa tiap hariku. Aku berdoa berharap di masa datang aku atau siapapun yang punya hati untuk perubahan hidup di Timoho bisa membentuk sebuah Yayasan yang tujuannya memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kuliah di JOY Timoho. Fakta yang ada, sebagian besar teman-teman yang kuliah di Timoho sangat kesulitan dalam hal keuangan tiap bulannya. Teman-teman tidak punya tanggal pasti kapan dikirim uang makan. Kiriman tidak pasti jumlahnya. Ada yang 300 ribu saja tiap bulan, bahkan kurang. Segala cara mereka lakukan untuk bertahan hidup, termasuk hanya makan dengan sayur tanpa lauk. Jarang makan daging tentu memengaruhi kondisi fisik mereka untuk belajar dan kuliah apalagi aktif di JOY. Bagi mereka biasa, tetapi hatiku tidak tahan karena aku tahu tidak mungkin mereka bisa maksimal dalam perkuliahan dan pelayanan di JOY.
Aku berharap ada banyak yang peduli untuk bergabung dalam New Timoho Foundation (Yayasan Timoho Baru) untuk setiap bulannya minimal Rp 50.000 atau Rp 100.000 komitmen mengirim hingga 4 tahun (standar masa kuliah di Timoho). Paling tidak satu orang didukung 3 orang. Jadi 10 orang mahasiswa membutuhkan 30 orang pendukung (jika setiap pendukung mengirim @ Rp 100.000. Itu target awalku. Doakan agar aku mengerti apakah ini juga kehendak Allah.
 
Desember = Natal
 Tanggal 12 Desember adalah Natal JOY. Setelah itu ada acara spesial akhir tahun, tanggal 19 Desember dengan judul Worship Wave. Acaranya akan full Praise and Worship dengan jumlah song leader yang lebih banyak dari biasanya.
Di antara itu akan diadakan Retreat Pekerja tanggal 15-17 Januari di Pakem, Kaliurang. Tolong doakan agar hikmat Allah menyertaiku dan teman-teman pekerja lainnya untuk mempersiapkan pelayanan tahun depan.
Tanggal 20 Desember ada JOY Timoho Christmas. Bentuk acaranya sederhana namun dikemas dengan suasana yang bisa membuat teman-teman tetap menikmati Natal tanpa ditemani keluarga.
Dari tanggal 22 Des-3 Januari JOY secara administratif libur. Aku akan pulang ke rumahku Tangerang.
 


NEW KALABAHI
 Di surat doa bulan lalu aku menceritakan tentang bagaimana semangat Seka untuk memulai JOY Kalabahi. Sungguh bersyukur karena antusiasme anak muda di sana yang luar biasa. Selama hampir satu bulan jumlah yang ikut cell group di atas 10 orang.
Banyak faktor yang menurutku memengaruhi perkembangan JOY Kalabahi, namun ada satu faktor yang cukup besar adalah Seka tidak berjuang sendiri.
Ayah dan Ibu Seka yang adalah pendeta di sana, serta ibu Pendeta yang adalah Istri Bupati Alor mau menjadi Advisor JOY Kalabahi. Mereka menerima gaya JOY karena orangtua Seka pernah tinggal di NTC dan bersentuhan dengan anggota JOY lewat acara JNP dan ucapan syukur wisuda Seka. Mereka punya pengaruh di sana sehingga ini membuka jalan agar pandangan orang di sana terbuka tentang budaya baru yang ingin dibangun lewat JOY.
Selain itu ada Lia, wanita perkasa yang sedang studi teologia yang juga sangat mendukung Seka dan terbuka menyesuaikan diri. Dia juga merindukan bisa membentuk JOY Kupang bersama Danger, alumni JOY yang menjadi Dosen di UnDana Kupang.
Tolong doakan agar setiap yang datang cell group mau berkomitmen untuk bertumbuh dalam jangka panjang. Tolong doakan agar Seka dan tim bisa membuat perencanaan jangka panjang dengan hikmat dari Allah terutama untuk bulan Januari hingga Juli 2009.
JOY Kalabahi tanggal 8 Desember sudah mengadakan pelatihan 101 pedana. Mereka juga sudah memulai gerakan MOC (Monthly Offering Card). Ada rencana mengangkat tim inti 5 orang tanggal 28 Desember. Tolong doakan agar nilai-nilai JOY bisa dimengerti dan pada akhirnya hidup dalam setiap anggota lewat setiap aktivitas JOY.
Saat ini mereka sedang mempersiapkan Natal JOY Kalabahi dengan acara utama Outbond. Tolong doakan untuk persiapan dan kebutuhan dananya.
Dan tolong doakan kerinduan mereka untuk membangun relasi dengan Rektor Universitas Tribuana Kalabahi sehingga ada dukungan lebih luas dan mahasiswa juga bisa mempertimbangkan untuk bertumbuh di JOY Kalabahi.
New Kalabahi...aku berharap Allah menjadikan JOY sebagai salah satu komunitas yang memberi perubahan cara pandang teman-teman tentang Allah.
Mmm...apakah Allah mengijinkan JOY Timoho mission trip tahun depan ke JOY Kalabahi? Biayanya?
 
 
 KENTAL
 Semakin banyak orang yang diriku kenal dari berbagai daerah semakin aku mengerti bagaimana kuatnya budaya memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang.
Salah satunya adalah dalam berkomunikasi. Seringkali kuamati setiap pembicaraan dalam setiap pertemuan yang kuikuti di JOY. Budaya daerah terasa kental ketika perbedaan pendapat terjadi. Ada yang bisa langsung mengungkapkan pendapatnya, ada yang diam, hanya mendengarkan dan pada akhirnya berbicara satu dua kalimat. Ada juga yang diam, tidak mengungkapkan pendapat walau sebenarnya ada yang mengganjal hatinya. Ada yang mengungkapkan pendapatnya tetapi tidak “to the point” sehingga membuat orang akhirnya salah menginterpretasi maksudnya.
Memang pada akhirnya aku harus semakin mengenal diriku sendiri, semakin melihat bagaimana caranya aku berkomunikasi selama ini. Apakah aku sudah berani mengungkapkan apa yang menjadi pendapatku? yang juga mungkin berbeda dengan orang lain? Apakah ketika menyampaikan pendapat, bahasa yang digunakan adalah bahasa kasih yang melihat orang lain bukan sebagai musuh atau terdakwa yang salah tetapi sungguh-sungguh menikmati kasih di antara setiap pribadi dalam pertemuan tersebut?
Akupun masih berjuang dalam berkomunikasi kasih dalam bahasa yang bisa diterima orang lain dengan lapang dada karena dari kata-kataku terlihat maksud hatiku yang tetap mengasihi dia walau ada teguran, perbedaan pendapat dan juga saling mendukung.
Aku masih terus belajar melihat dari sisi orang lain, belajar untuk memahami situasi yang melingkupi seseorang yang mengungkapkan pendapatnya. Aku tidak bisa memaksakan semua hal dari sudut pandang idealismeku yang harus diterima orang lain mentah-mentah dengan menuntut orang lain mengerti bahasa yang kugunakan, tetapi aku harus dengan rendah hati berkomunikasi dengan selalu melihat dari sudut pandang mereka sehingga bahasa yang digunakan membuat mereka menerima apa yang menjadi pendapatku walaupun itu berbeda dengan pendapat mereka.

Comments