JULI ITU INDAH

Sungguh penasaran memasuki bulan ini. Banyak hal yang mungkin terjadi di persekutuan ini.

Akhir Juli kontrak kantor Sagan berakhir. Tentu kembali lagi akan ada pindahan. Sejak Museum tidak dipakai lagi, student center pindah ke Sagan.

Nah, sebelum akhir Juli kita harus mendapatkan student center baru. Sampai aku menulis surat doa ini (7 Juli) masih belum ada rumah yang representatif untuk student center baru.

Yang membuatku penasaran adalah bagaimana nanti Tuhan mencukupkan biaya sewa student center.

Lalu bulan ini tim Mission Korea juga akan berangkat. Ini juga menarik, apakah sebelum mereka berangkat student center sudah didapatkan?

Lalu awal Wisma Immanuel digunakan sebagai tempat penyelenggaraan J-Nite Party juga berjalan lancar. Sungguh nikmat mengalami petualangan yang baru.

Aku secara pribadi sangat antusias menunggu Tuhan mau bekerja bagaimana lagi melalui setiap perubahan ini.

Apakah ini membuat JOY harus membeli gedung? Apakah ini membuat JOY harus berkembang ke luar kota?

Wah, pertanyaan-pertanyaan itu muncul karena tidak ada yang menduga kenyamanan yang muncul karena penggunaan aula Museum bisa dirubah oleh Tuhan.

Apakah salah jika tetap di Museum? Tentu tidak, namun sekali lagi, aku penasaran dan antusias melihat karya Allah bagi persekutuan ini.
Menikmati hal-hal yang baru yang penuh dengan resiko memang tidak selalu memberi kenyamaman, namun dengan mengambil resikolah perubahan positif terjadi.

Apakah perubahan-perubahan yang dalam rencana Allah itu?

Mungkin bisa terjawab bulan ini, bulan depan, tahun depan, dua tahun ke depan, atau kapan...

Mmm...aku ingin berada di dalamnya.


Timoho Mission Trip

50% teman Timoho pulang kampung. Yang tersisa sekitar 11 orang. Cukup banyak namun kami sadar, kami harus menunggu yang pulang kampung untuk “berjalan” dalam pertumbuhan iman sehingga program-program untuk mendukung hal tersebut baru mulai dijalankan kembali ketika yang pulang kampung sudah ada di Jogja.

Tentu bukan berarti selama liburan diisi dengan refreshing saja karena alasan tersebut. Ada hal baru yang kami lakukan untuk mengisi liburan, yaitu MISSION TRIP.
Aku dan tim inti rindu lewat program ini teman-teman Timoho bisa melihat lebih terbuka matanya tentang hidup orang lain, dan ...
... bisa membawa spirit Timoho kepada teman-teman lain juga.

Minggu pertama bulan ini kami melakukan pembekalan untuk mission trip ini dengan mengundang Pak Kyung yang punya pengalaman masuk ke dalam budaya yang baru. Lalu minggu kedua kami mulai bergerak dengan ikut Cell Group Bernat karena kami melihat bisa belajar dari anggota CG ini yang mayoritas berjiwa leader di JOY.

Setelah itu minggu ke-3 kami berkunjung ke Campus Ministry UKDW, sebagai karena lewat kampus inilah JOY hadir.

Yang paling jauh kami minggu ke-4 berangkat ke GKJ Patalan, Bantul untuk mengikuti ibadah gereja tersebut, melayani sebagai penerima tamu, dan menampilkan vocal group. Sore harinya kami mengikuti Pendalaman Alkitab bersama pemuda gereja.
Minggu terakhir kami hadir di STIKOM Jend. Ahmad Yani (d.h. AMIK Kartika Yani) dan melayani dengan membawakan game serta bible study.

Di kampus ini persekutuan mahasiswa Kristennya baru saja “bangun dari tidur panjang”. Bersyukur karena yang menjadi pionir dari gerakan ini adalah Nona, yang adalah salah satu anggota JOY Timoho (sudah lulus kuliah namun masih mencari kerja).

Wah, sangat antusias diriku berpetualang bulan ini. Aku yakin mengakhiri bulan ini dengan banyak pelajaran baru bagi pelayananku. Tolong dukung dalam doa.

Kulkas?

Di surat doaku bulan lalu sedikit aku singgung bahwa melalui masak dan makan bareng, fellowship di antara teman-teman Timoho dibangun dan dijaga.

Setiap merencanakan masak bareng, kami perlu membeli bahan-bahan makanan. Yang menjadi pergumulan adalah kami bisa menyisakan beberapa bahan makanan, namun tidak bisa dipakai lagi karena tidak ada tempat menyimpan agar bahan makanan tersebut awet.

Kadang juga tidak ada teman yang bisa membeli bahan makanan pagi hari sehingga kami menunda masak barengnya.
Kami berharap ada kulkas yang bisa menyimpan bahan makanan tersebut sehingga tidak terlalu repot harus beli bahan makanan setiap mau masak bareng.

Bersyukur karena sudah ada Rp 300.000 sebagai modal kami membeli kulkas yang seharga Rp 1 juta.


Re-planning NTC

Setiap tengah bulan, kampus di daerah Timoho libur panjang selama dua bulan. Hal ini mempengaruhi kursus NTC juga. Bersyukur selama liburan ini ada 3 orang yang mengikuti kursus. Satu di antaranya adalah bukan anggota JOY Timoho.

Tolong doakan aku mau merencanakan ulang (re-planning) jalannya kursus. Jika sebelumnya aku menargetkan bulan juni dan juli sudah ada kursus Pagemaker, Powerpoint dan Mindmanager, maka rencana ini diundur menjadi bulan Agustus awal.

Rencananya bulan ini aku menyusun handout materi Microsoft Power Point dan Mindmanager. Tolong doakan pembagian waktuku karena bulan ini aku juga sharing firman di JNP, mengajar kelas 102 dan juga pindahan student center JOY. Tolong doakan juga agar strategi promosi yang tepat bisa aku dapatkan.

Selain itu tolong doakan proses ijin usaha berkaitan dengan rencana kerjasama dengan laboratorium komputer APMD juga mohon didoakan. Apakah harus membuat yayasan juga atau langsung bisa mendaftar pendirian kursus di Departemen Pendidikan. Biayanya juga aku masih gumulkan.

Memulai sesuatu yang baru lebih menantang daripada melanjutkan apa yang sudah orang lain berikan dasarnya. Tolong dukung aku.

Fellowship saja tidak cukup...

Kebersamaan dalam keluarga yang saling menerima satu sama lain menjadi sebuah hal yang memberi kekuatan bagiku untuk tetap menjaga sekaligus menumbuhkan imanku,

Namun, ketika terjun dalam lingkungan yang tidak peduli dengan Allah, kebersamaan tidaklah cukup untuk menjaga imanku.

Aku butuh sauh yang lebih kuat daripada sekedar fellowship. Aku butuh kedalaman relasi dengan Allah, yang tentu saja bisa terbangun jika aku punya lebih lagi pengetahuan tentang firman Allah.

Tanpa pengetahuan yang terus ditambahkan aku tidak bisa semakin dalam menanam dasar yang kuat agar hidupku tidak mudah diombang-ambingkan.

Aku rindu teman-teman mahasiswa di JOY juga menyadari hal ini sehingga mereka tidak sekedar menguatkan fellowship di antara mereka, namun juga punya hasrat yang kuat untuk BIBLE STUDY.

Menarik dan juga menantang karena tidak mudah membangun hal tersebut kalau tidak dimulai dari diriku sendiri.

Aku bertanggung jawab menjadi teladan dalam hal antusiasme bible study. Tentu segalanya aku bisa nikmati jika tidak melihat ini sekedar kewajiban sebagai seorang staf dan juga tidak melihat begitu tebalnya buku-buku yang berkaitan dengan bible study. Tanpa menjadi seorang stafpun, sebagai orang Kristen, aku tetap harus bible study.

Imanku mudah goyah ketika aku merasa sudah cukup memiliki pengetahuan akan imanku dan malas bahkan berhenti menambahkan pengetahuan tentang imanku.

102—

Tanggal 8 dan 15 Juli aku akan mengajar di kelas 102 tentang hidup baru.

Bahan yang aku ingin bagikan adalah tentang relasi dengan Allah dan hidup yang berlimpah yang bisa kita dapatkan ketika hidup baru.

Tolong doakan hikmat Allah saja yang aku andalkan dalam mempersiapkan diri dan ketika mengajar

Aku rindu sekali walau masih baru bergabung di JOY, teman-teman peserta 102 sudah memiliki dasar yang kuat untuk terus mau dibentuk dalam JOY.
Tantangannya adalah bagaimana semangat yang masih ada dalam diri teman-teman baru ini bisa tetap dijaga setelah melewati kelas ini.

Pengalaman membuktikan banyak peserta kelas 100-an yang akhirnya mundur dari JOY.

Membuat Jembatan 18 Juli

Aku akan sharing firman di JNP tanggal 18 Juli. Tempatnya sekarang di Wisma Immanuel. Aku ingin membagikan pelajaran dari Nehemia tentang passion.

Tolong doakan agar aku punya lebih banyak waktu berdiam bersama Allah untuk mempersiapkan firman ini.

Tolong doakan juga ada ide-ide kreatif yang muncul agar kerjasamaku dengan delapan ministri JOY bisa lebih memberi dampak bagi audience.

Aku rindu bisa menemukan “jembatan” antara firman Tuhan dan kehidupan sehari-hari teman-teman mahasiswa, sehingga ketika pulang dari JNP malam itu, ada keputusan baru yang mereka ambil berkaitan dengan relasi mereka dengan Allah.

Aku butuh dukungan doa setiap waktu.

Gitarku Sudah Tewas

Tahun 2005 aku mendapatkan hadiah gitar dari adikku Richard. Sungguh sangat berharga bagiku.

Selama ini gitarku aku taruh di kantor JOY agar bisa dipinjam teman-teman untuk aktivias Cell Group.

Selain itu, selalu setiap doa pagi gitar inilah yang setia menemaniku mengiringi setiap lagu yang dinyanyikan di doa pagi.

Tanggal 26 Juni bertepatan dengan hari pengutusan Bang Sopar ke Singapura untuk studi, gitarku ini PATAH... tersenggol ketika ditaruh dalam posisi berdiri...

Sedih sekali tetapi mungkin saatnya beli gitar yang baru. Aku sangat ingin secepatnya membeli gitar baru karena aku sadar bermain gitar bisa mengeluarkan sedikit ketegangan dalam pelayananku. Menyegarkanku lagi.

Bersyukur dengan dukungan keluargaku aku bisa membeli gitar baru.

Tanggal 29 Juni lalu aku bisa membeli gitar baru. Walau gitarnya merk-nya sama, namun aku juga butuh waktu untuk “menyatu” dengan gitar tersebut. Sama halnya dengan hal baru lainnya dalam hidup.

Hidup itu penuh pelajaran, bahkan peristiwa kecil yang tidak pernah kita duga, sering memberi pelajaran yang lebih dalam bagi hidupku...
Salam hangat dariku


Terima kasih sekali untuk setiap dukungan yang dirimu berikan. Terima kasih...

Comments