TOUR DE BANDUNG JAKARTA

Pada tanggal 13-19 Juni 2007 diriku berkesempatan berpergian ke Bandung dan Jakarta. Bukan dalam rangka cuti, namun bersama Pak Kyung, 3 cewek short-time worker dari Korea (NaRAe, Myoung Hee, dan Hye Sun), dan Yeri, kami mengunjungi pelayanan YWAM (Youth with a Mission) dan alumni serta pendukung JOY di Bandung dan Jakarta.

YWAM di Bandung telah mendirikan perusahaan (PT) untuk profit center mereka. Kami melihat dan bertanya tentang proses pendirian PT dan hasilnya bagi pelayanan mereka. Kami juga sempat ikut pelayanan mahasiswa mereka.

Di Bandung dan Jakarta kami juga mengadakan pertemuan alumni dan juga bertemu pendukung. Dari alumni baik di Bandung dan Jakarta aku secara pribadi semakin mengerti bagaimana perjuangan di dunia kerja penuh dengan tantangan. Kata Mas Budhi (Oktavianus Budhi), “JOY seperti di surga”. Jika tidak siap mental, maka yang muncul hanya pelarian dari satu tempat ke tempat kerja lainnya. Aku belajar bahwa di manapun tempat kerjanya pasti hal-hal yang tidak pernah ada di “surga” JOY harus aku hadapi nantinya. Jilat menjilat, fitnah, gossip, dan saling menjatuhkan biasa terjadi.

TIMOHO INDAH
Tidak terasa sudah lewat satu semester aku menjadi pendamping CO TIMOHO. Bagiku, TIMOHO seperti Jemaat Korintus (aku sudah tulis di bulletin alumni BREAK TIME!).


Di awal Januari, tim inti CO TIMOHO ada 3 orang, yaitu Nedi, Yanto, dan Hye Sun. Seka juga membantu namun statusnya adalah tim inti Music Ministry. Awalnya kami hanya ingin mendukung teman-teman yang ada (waktu itu berjumlah aktif 8 orang). Kami hanya berharap ada teman baru 2 orang dalam satu semester ini.

Apa yang terjadi?
Adalah namanya OWEN. Dia sebenarnya sudah kenal JOY bersama Nedi dkk. Namun, karena berbagai alasan dia tidak aktif di JOY. Namun, bermula dari kunjungan tim inti ke kosnya, kemudian aku one to one dengan dia, dia mulai kembali aktif di CO. Dari Januari hingga April aku melihat hidupnya berubah, dan sharing masa lalunya menjadi berkat buat aku secara pribadi. Dia mengaku menyesal kenapa baru sekarang sadar akan arti komunitas. Dia belajar banyak hal dari pengalaman masa lalunya. Pada akhirnya dia sekarang menjadi tim inti CO dan juga aktif di Choir ministry. Pribadi yang hampir dua tahun digumulkan dalam CO akhirnya BERUBAH!.

Menutup akhir semester ini, jumlah anggota CO Timoho yang aktif berjumlah 19 orang! 19 orang bukanlah hal yang kami pernah bayangkan. 6 di antaranya adalah anggota tim inti (Nedi, Yanto, Owen, Adhe, dan Nona). Ada satu orang beragama Islam. Dia tetap mau ikut CO walau kami sudah jelaskan tentang apa itu JOY dan CO. memang dia belum mau mengubah imannya, namun aku tetap berdoa buat dia.

VIM
Dari pengalaman Tour de Bandung Jakarta serta pelayananku di TIMOHO aku belajar tentang VIM. “V” singkatan dari VISI. Hidup tanpa visi adalah hidup tanpa ARAH. Aku juga pada akhirnya terpacu untuk menggumulkan bersama Allah apa visi pribadiku, apa visi departemen manajemen, dan apa visi CO TIMOHO.secara pribadi aku masih menggumulkan VISI PRIBADIKU. Dasarnya aku sudah tahu, melayani ALLAH. Namun dalam bentuk apa?

Aku ingin membagikan VISI MANAJEMEN kepada teman-teman sekerjaku. “MENJADI SAHABAT PENA”. Itu yang kupikirkan tentang manajemen. Menjadi sahabat bagi para alumni, para pendukung, persekutuan lain dan gereja untuk saling mendukung dalam VISI MISI JOY. Aku belum tahu apakah ini disetujui oleh teman-temanku

Visiku bagi TIMOHO adalah menjadikan TIMOHO menjadi JEMAAT KORINTUS-nya INDONESIA. Di sana ada hidup yang dirubahkan dan pada akhirnya INDONESIA BAGIAN TENGAH DAN TIMUR sungguh-sungguh MENGENAL ALLAH bukan sekedar FANATIK PADA AGAMA KRISTEN.

Satu mimpiku juga di TIMOHO akan ada student center yang bisa menjadikan sarana transfer nilai serta membangun suasana kekeluargaan di TIMOHO. Aku berharap akan ada kelas pelatihan computer, bahasa Inggris, dan lain-lain sebagai sarana untuk menjangkau juga meningkatkan kualitas mahasiswa TIMOHO

Mimpi ini masih aku gumulkan dalam doa, belum kuungkapkan kepada teman-teman staf. Aku masih bergumul apakah ini kehendak Allah atau bukan. Aku juga masih bergumul dengan dana untuk mengontrak student center ini.

“I” adalah singkatan dari IMAN. Aku belajar dari YWAM dan TIMOHO, bahwa pada akhirnya bukan pengetahuanku atau program yang dibuat yang bias membawa ALLAH dikenal, namun IMAN kepadaNYA. Kadang-kadang kenyataan ini sering terlupakan olehku ketika sibuk dengan program dan semakin banyak pengalaman di JOY. Tolong doakan agar aku SELALU SADAR akan I’M NOTHING WITHOUT FAITH.

Yang terakhir namun tetap sama pentingnya, “M” – MANAJEMEN. Dengan visi dan iman yang kuat namun tanpa MANAJEMEN, semuanya tidak akan mencapai tujuan. Perencanaan, pendelegasian, pelaksanaan, pelatihan, dan evaluasi tidak boleh dilupakan. Memang orang manajemen itu dibutuhkan dimana-mana he..he…



Comments